Tepung Mokaf dan Pupuk Organik: Solusi Inovatif Meningkatkan Nilai Tambah Singkong Menuju Ketahanan Pangan Berkelanjutan

By DINPPKP 15 Mei 2025, 08:26:15 WIB Penyuluhan

Tepung Mokaf dan Pupuk Organik: Solusi Inovatif Meningkatkan Nilai Tambah Singkong Menuju Ketahanan Pangan Berkelanjutan

______________

# Sutoyo : Penyuluh Pertanian, Pegiat Literasi dan Pemerhati Pemberdayaan Petani

# CybersquadX BPP Bruno

# Bruno Come Back on Fire 

______________

Purworejo, 14 Mei 2025__ 

Desa Gowong, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo kembali menjadi saksi geliat baru dalam upaya membangkitkan semangat petani untuk menanam singkong. Dalam tiga hari ke depan, tepatnya tanggal 14-16 Mei 2025, Kelompok Tani (KT) Panca Tani dan KT Suka Tani Desa Gowong menggelar pelatihan  pengolahan tepung mokaf (Modified Cassava Flour) dan pupuk organik. Kegiatan yang difasilitasi oleh Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Provinsi Jawa Tengah ini diharapkan menjadi langkah awal yang berdampak jangka panjang bagi kemandirian petani sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.  Lebih spesifik Nuri Kusrini, SP mewakili Kepala Bapeltan  mengatakan bahwa tujuan Pelatihan ini adalah untuk meningkatkan Keterampilan Pengolahan Hasil Pertanian, Pengembangan Kemampuan  Pengolahan Hasil Pertanian  dan   Peningkatkan Kesejahteraan Petani.


Singkong: Tanaman Strategis yang Terlupakan


Selama ini singkong dikenal sebagai tanaman rakyat yang mudah dibudidayakan, tahan kekeringan, dan dapat tumbuh di lahan marginal. Namun, dalam beberapa tahun terakhir harga singkong yang anjlok membuat banyak petani enggan menanamnya. Singkong dipandang tidak lagi menguntungkan, hanya menjadi tanaman pengisi waktu kosong.


Menurut Arie Sulistyani S.TP, MP dalam sambutanya mewakili Kepala DKPP Purworejo disampaikan bahwa  sejak tahun 1980an singkong tergeser oleh  beras, karena beras dipandang sebagai simbol Kesejahteraan.  Padahal, jika diolah secara kreatif dan inovatif, singkong mampu menjadi bahan pangan alternatif yang bernilai tinggi. Apalagi menurut bagi penderita diabet singkong lebih aman dikonsumsi daripada nasi.


Tepung mokaf merupakan contoh nyata bagaimana singkong bisa naik kelas. Melalui proses fermentasi dan modifikasi sederhana, tepung mokaf memiliki karakteristik yang mirip dengan tepung terigu—putih, lembut, dan bebas gluten—sehingga dapat dijadikan bahan baku aneka produk kuliner modern seperti roti, kue, mie, hingga makanan ringan. Ini membuka peluang besar bagi petani dan UMKM untuk menciptakan produk bernilai tambah dari singkong lokal.


Pelatihan: Menjawab Tantangan, Menciptakan Peluang


Pelatihan yang diinisiasi oleh  Bapeltan Jateng  untuk KT. Panca Tani dan KT. Suka Tani tidak hanya fokus pada pembuatan tepung mokaf, tetapi juga mengajarkan teknik pengolahan aneka olahan berbasis mokaf serta pembuatan pupuk organik dari limbah pertanian. Pendekatan ini diharapkan memicu dua efek positif sekaligus: meningkatkan nilai ekonomi singkong dan menciptakan sistem pertanian ramah lingkungan yang berkelanjutan.


Lebih jauh, pelatihan ini membuka wawasan petani agar tidak hanya berorientasi pada produksi bahan mentah, tetapi mampu mengolah dan memasarkan produk olahan bernilai tinggi. Inilah langkah kecil yang membawa perubahan besar: dari petani menjadi agropreneur.


Kontribusi terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional


Kegiatan ini sejalan dengan semangat pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Dalam Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2021 tentang Badan Pangan Nasional, diversifikasi pangan berbasis potensi lokal menjadi salah satu pilar penting. Singkong sebagai sumber karbohidrat lokal sangat strategis untuk mengurangi ketergantungan pada beras dan gandum impor.


Melalui pengembangan tepung mokaf, petani tidak hanya diberdayakan secara ekonomi tetapi juga berkontribusi langsung dalam mengamankan cadangan pangan nasional yang berbasis kearifan lokal. Ditambah dengan pengolahan pupuk organik, keberlanjutan lingkungan pun terjaga, sehingga program ini menjadi model integratif antara ketahanan pangan dan ketahanan lingkungan.


Harapan dan Keberlanjutan


Muh Farah dakam sambutannya mewakiki Kades Gowong berharap bahwa Kegiatan ini  tidak berhenti sebagai pelatihan seremonial semata, melainkan menjadi gerakan nyata yang terus bergulir. Dengan terbentuknya jejaring petani, UMKM, dan kelembagaan pendukung, Desa Gowong diharapkan menjadi sentra pengolahan mokaf dan produk olahan singkong yang mampu menembus pasar lokal hingga nasional.


Harapannya, petani kembali bergairah menanam singkong, bukan lagi sekadar tanaman pinggiran, tetapi menjadi komoditas unggulan yang menyejahterakan. Singkong yang dulunya dipandang sebelah mata kini berpeluang menjadi pilar ketahanan pangan masa depan Indonesia.






Berita Purworejo

Counter Pengunjung