Tekan Penyebaran Hama Wereng, Empat Kelompok Tani di bapangsari Lakukan Gerdal

By DINPPKP 15 Feb 2024, 10:20:31 WIB Penyuluhan
Tekan Penyebaran Hama Wereng, Empat Kelompok Tani di bapangsari Lakukan Gerdal

Tanaman padi merupakan salah satu komoditas utama yang dibudidayakan oleh petani di Desa Bapangsari Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo. Padi juga merupakan komoditas unggulan yang pola tanamnya tidak pernah putus sepanjang tahun karena sebagian besar petani menggunakan pola tanam Padi-Padi-Palawija sehingga rantai ekosistem untuk organisme pengganggu tanaman bisa dikatakan tidak terputus sepanjang tahun. Pada musim tanam I awal tahun 2024 petani di Desa Bapangsari melaksanakan budi daya tanaman padi, dengan mayoritas jenis varietas tanaman padi yaitu ciherang. Saat ini tanaman padi sudah masuk usia 40 hst dan saat dilakukan pengamatan oleh petugas pengamat organisme pengganggu tanaman (POPT) Kecamatan Bagelen pada tanggal 11 Februari 2024 terjadi sebaran OPT yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman di masa vegetatif dan generatif. OPT yang ditemukan dalam pengamatan adalah wereng batang cokelat (WBC) dewasa dengan jumlah 2-3 ekor per rumpun.

Hama wereng merupakan OPT yang sering ditemui pada tanaman padi. Wereng coklat (Nilaparva lugens) adalah salah satu hama yang paling berbahaya puso (gagal panen). Wereng coklat memiliki sifat plasis, yaitu mudah beradaptasi pada keadaan atau kondisi lingkungan baru. Wereng adalah serangga penghisap cairan tanaman yang berwarna kecoklatan. Serangga makrotera mempunyau kemampuan untuk terbang, sehingga dapat bermigrasi cukup jauh. Wereng coklat adalah serangga monofag, inangnya terbatas pada padi dan padi liar (Oriza parennis dan Oryza spontanea).

Wereng coklat dewasa dan nimfa biasanya akan menetap di bagian pangkal tanaman padi dan mengisap pelepah daun. Wereng coklat menghisap cairan tanaman dengan menusukkan stiletnya ke dalam ikatan pembuluh vaskuler tanaman inang dan mengisap cairan tanaman dari jaringan floem. Nimfa 4 dan 5 menghisap cairan tanaman lebih banyak daripada instar 1, 2 dan 3. Wereng coklat betina mengisap cairan lebih banyak daripada yang jantan. Serangan wereng coklat dapat menyebabkan kerusakan seperti terbakar (hopperburn) dan kematian total pada tanaman padi. Pada awalnya, gejala hopperburn muncul pada ujung daun yang terlihat menguning kemudian berkembang meluas ke seluruh bagian tanaman (daun dan batang).

Salah satu hal penting yang perlu diketahui oleh petani padi di lapangan untuk mengendalikan hama tersebut adalah dengan melakukan pengamatan langsung. Lalu melakukan upaya pencegahan dan pengendalian sedini mungkin dengan insektisida yang tepat. Batas ambang ekonomi untung wereng batang coklat adalah tergantung pada stadia tanaman yang diserang, apabila WBC menyerag pada face vegetatif batas ambang ekonominya 4 ekor/rumpun. Apabila menyerang pada stadia vegetatif batas ambang ekonominya 7 ekor/ rumpun. (spesifik lokasi, konsultasikan sengan petugas setempat).

Pelaporan petugas POPT bersama kelompok tani terkait adanya penemuan Wereng Batang Cokelat dikoordinasikan dengan pihak desa dan PPL yang akhirnya menyepakati untuk melaksanakan gerakan pengendalian secara serempak. Gerakan pengendalian organisme pengganggu tanaman berupa wereng batang cokelat dilaksanakan di Dusun Bapangan, Dusun Sangkalan dan Dusun Joho Desa Bapangsari pada Hari Selasa, tanggal 13 Februari 2024 pada pukul 7.30 – 9.30 WIB yang diikuti empat kelompok tani yaitu Kelompok Tani Sumber Rejeki, Harapan Makmur, Ngudi Makmur, dan Parikesit. Gerakan pengendalian mencakup seluruh luasan pertanaman padi di Desa Bapangsari yaitu 21 hektar. Kegiatan ini diikuti oleh sebagian besar anggota kelompok tani dan didampingi oleh PPL Kecamatan Bagelen dan Petugas POPT Kecamatan Bagelen serta 2 orang Petugas POPT Kabupaten Purworejo. Dengan adanya gerakan pengendalian ini diharapkan menjadi stimulant bagi petani untuk mampu melakukan pengamatan secara intensif dan melakukan pengendalian OPT secara mandiri.

 

Pengirim : Argista Oktania, S.P., M.P. – BPP Kecamatan Bagelen

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung