- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Tekan Penyebaran Hama Wereng, Empat Kelompok Tani di bapangsari Lakukan Gerdal

Tanaman padi merupakan salah
satu komoditas utama yang dibudidayakan oleh petani di Desa Bapangsari
Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo. Padi juga merupakan komoditas unggulan
yang pola tanamnya tidak pernah putus sepanjang tahun karena sebagian besar petani
menggunakan pola tanam Padi-Padi-Palawija sehingga rantai ekosistem untuk organisme pengganggu tanaman bisa
dikatakan tidak terputus sepanjang tahun. Pada musim tanam I awal tahun 2024
petani di Desa Bapangsari melaksanakan budi daya tanaman padi, dengan mayoritas
jenis varietas tanaman padi yaitu ciherang. Saat ini tanaman padi sudah masuk
usia 40 hst dan saat dilakukan pengamatan oleh petugas pengamat organisme
pengganggu tanaman (POPT) Kecamatan Bagelen pada tanggal 11 Februari 2024 terjadi
sebaran OPT yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman di masa vegetatif dan
generatif. OPT yang ditemukan dalam pengamatan adalah wereng batang cokelat
(WBC) dewasa dengan jumlah 2-3 ekor per rumpun.
Hama
wereng merupakan OPT yang sering ditemui pada tanaman padi. Wereng coklat
(Nilaparva lugens) adalah salah satu hama yang paling berbahaya puso (gagal panen).
Wereng coklat memiliki sifat plasis, yaitu mudah beradaptasi pada keadaan atau kondisi
lingkungan baru. Wereng adalah serangga penghisap cairan tanaman yang berwarna
kecoklatan. Serangga makrotera mempunyau kemampuan untuk terbang, sehingga
dapat bermigrasi cukup jauh. Wereng coklat adalah serangga monofag, inangnya terbatas
pada padi dan padi liar (Oriza parennis dan Oryza spontanea).
Wereng
coklat dewasa dan nimfa biasanya akan menetap di bagian pangkal tanaman padi
dan mengisap pelepah daun. Wereng coklat menghisap cairan tanaman dengan
menusukkan stiletnya ke dalam ikatan pembuluh vaskuler tanaman inang dan mengisap
cairan tanaman dari jaringan floem. Nimfa 4 dan 5 menghisap cairan tanaman lebih
banyak daripada instar 1, 2 dan 3. Wereng coklat betina mengisap cairan lebih
banyak daripada yang jantan. Serangan wereng coklat dapat menyebabkan kerusakan
seperti terbakar (hopperburn) dan kematian total pada tanaman padi. Pada
awalnya, gejala hopperburn muncul pada ujung daun yang terlihat menguning
kemudian berkembang meluas ke seluruh bagian tanaman (daun dan batang).
Salah
satu hal penting yang perlu diketahui oleh petani padi di lapangan untuk mengendalikan
hama tersebut adalah dengan melakukan pengamatan langsung. Lalu melakukan upaya
pencegahan dan pengendalian sedini mungkin dengan insektisida yang tepat. Batas
ambang ekonomi untung wereng batang coklat adalah tergantung pada stadia tanaman
yang diserang, apabila WBC menyerag pada face vegetatif batas ambang ekonominya
4 ekor/rumpun. Apabila menyerang pada stadia vegetatif batas ambang ekonominya
7 ekor/ rumpun. (spesifik lokasi, konsultasikan sengan petugas setempat).
Pelaporan
petugas POPT bersama kelompok tani terkait adanya penemuan Wereng Batang Cokelat
dikoordinasikan dengan pihak desa dan PPL yang akhirnya menyepakati untuk
melaksanakan gerakan pengendalian secara serempak. Gerakan pengendalian
organisme pengganggu tanaman berupa wereng batang cokelat dilaksanakan di Dusun
Bapangan, Dusun Sangkalan dan Dusun Joho Desa Bapangsari pada Hari Selasa,
tanggal 13 Februari 2024 pada pukul 7.30 – 9.30 WIB yang diikuti empat kelompok
tani yaitu Kelompok Tani Sumber Rejeki, Harapan Makmur, Ngudi Makmur, dan Parikesit.
Gerakan pengendalian mencakup seluruh luasan pertanaman padi di Desa Bapangsari
yaitu 21 hektar. Kegiatan ini diikuti oleh sebagian besar anggota kelompok tani
dan didampingi oleh PPL Kecamatan Bagelen dan Petugas POPT Kecamatan Bagelen
serta 2 orang Petugas POPT Kabupaten Purworejo. Dengan adanya gerakan
pengendalian ini diharapkan menjadi stimulant bagi petani untuk mampu melakukan
pengamatan secara intensif dan melakukan pengendalian OPT secara mandiri.
Pengirim
: Argista Oktania, S.P., M.P. – BPP Kecamatan Bagelen






