TEKAN HAMA WERENG BATANG COKLAT, ANGGOTA GAPOKTAN BERKAH KELURAHAN BAYEM MELAKUKAN GERAKAN PENGENDALIAN SECARA MASSAL

By DINPPKP 29 Apr 2024, 09:30:08 WIB Penyuluhan
TEKAN HAMA WERENG BATANG COKLAT, ANGGOTA GAPOKTAN BERKAH KELURAHAN BAYEM MELAKUKAN GERAKAN PENGENDALIAN SECARA MASSAL

TEKAN HAMA WERENG BATANG COKLAT, ANGGOTA GAPOKTAN BERKAH KELURAHAN BAYEM MELAKUKAN GERAKAN PENGENDALIAN SECARA MASSAL

 

   

 

Hama wereng merupakan OPT yang sering ditemui pada tanaman padi. Wereng coklat (Nilaparva lugens) adalah salah satu hama yang paling berbahaya mengakibatkan puso (gagal panen) . wereng coklat memiliki sifat plasis, yaitu mudah beradaptasi pada keadaan atau kondisi lingkungan baru. Wereng adalah serangga penghisap cairan tanaman yang berwarna kecoklatan. Serangga makrotera mempunyau kemampuan untuk terbang, sehingga dapat bermigrasi cukup jauh. Wereng coklat adalah serangga monofag, inangnya terbatas pada padi dan padi liar (Oriza parennis dan Oryza spontanea).

Wereng coklat dewasa dan nimfa biasanya akan menetap di bagian pangkal tanaman padi dan mengisap pelepah daun. Wereng coklat menghisap cairan tanaman dengan menusukkan stiletnya ke dalam ikatan pembuluh vaskuler tanaman inang dan mengisap cairan tanaman dari jaringan floem. Nimfa 4 dan 5 menghisap cairan tanaman lebih banyak daripada instar 1, 2 dan 3. Wereng coklat betina mengisap cairan lebih banyak daripada yang jantan. Serangan wereng coklat dapat menyebabkan kerusakan seperti terbakar (hopperburn) dan kematian total pada tanaman padi. Pada awalnya, gejala hopperburn muncul pada ujung daun yang terlihat menguning kemudian berkembang meluas ke seluruh bagian tanaman (daun dan batang).

Wereng coklat dapat mengakibatkan kehilangan hasil dan berpotensi menyebabkan puso pada tanaman padi sawah akibat dari serangan yang dilakukannya. Populasi 10 – 15 ekor per rumpun cukup membuat puso dalam waktu 10 hari. Populasi hama wereng coklat yang dapat merusak tanaman padi umur kurang dari 40 hari setelah tanam yaitu 2 – 5 individu per rumpun. Sedangkan pada tanaman padi yang berumur lebih dari 40 hari setelah tanam yaitu 10 – 15 ekor per. Apabila populasi tinggi, maka gejala kerusakan yang terlihat di lapangan, yaitu warna daun dan batang tanaman berubah menjadi kuning, kemudian berubah menjadi berwarna coklat jerami, dan akhirnya seluruh tanaman bagaikan disiram air panas berwarna kuning coklat dan mengering (hopperburn). dari latang belakang inilah petani anggota gapoktan berkah bersama Penyuluh dan POPT BPP Kecamatan Kutoarjo melakukan gerakan pengendalian OPT (wereng) dengan menggunakan metode Gerdal (gerakan pengendalian) secara serentak.

Hari Selasa, tanggal 23 April 2024, Gabungan Kelompok Tani Berkah secara intensif melakukan Gerakan Pengendalian (Gerdal) secara massal hama Wereng Batang Coklat (WBC). Gerakan Pengendalian (Gerdal) dihadiri oleh Penyuluh Pertanian, POPT, Babinsa, Perangkat kelurahan serta pengurus dan anggota Gapoktan Berkah sebanyak 56 orang.

Amat Maftuh, selaku POPT PHP Kecamatan Kutoarjo menyatakan, tanaman padi yang terserang  berumur 65-100 hst, varietas yang ditanam rata-rata Ciherang. Jenis bahan pengendali yang digunakan yaitu Avidor 25 WP, dengan bahan aktif imidakloprid 25 %. Bahan pengendali berasal dari DKPP Kab. Purworejo. Untuk mendapatkan efektivitas aplikasi pestisida perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut: (1) Pengendalian dilakukan antara jam 08.00 – 10.00 WIB pada pagi hari atau jam 15.30 – 18.00 pada sore hari dengan catatan tidak ada hujan. (2) Pengendalian dengan nozel yang hasilnya berkabut dan diarahkan ke pangkal batang karena serangan wereng ada dibagian tanaman tersebut. (3). Pengendalian dilakukan dengan dosis yang tepat dan tidak boleh berlebihan. (4). Selama melakukan pengendalian disarankan menggunakan masker dan menghindari makan minum.

Setelah pelaksanaan pengendalian petani diharapkan untuk melakukan pengamatan secara rutin dan melaporkan hasil pengamatan kepada PPL dengan harapan kegiatan pengendalian membawa hasil sesuai harapan.( Erma Aryani Wulaningrum Nugroho, SP – BPP Kecamatan Kutoarjo)

 

 

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung