Tebar Benih Padi Beralas Jaring

By DINPPKP 21 Nov 2023, 08:15:13 WIB Penyuluhan
Tebar Benih Padi Beralas Jaring

Tebar Benih Padi Beralas Jaring

Salah satu faktor penting dalam Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi adalah menggunakan benih yang berkualitas. Benih yang baik adalah benih yang unggul secara varietas sesuai dengan kondisi lahan dan faktor pendukung lainnya serta merupakan benih yang berasal dari biji yang terisi penuh dan sehat. Biji yang berisi penuh serta sehat akan dapat memberikan bekal nutrisi yang cukup pada tanaman di persemaian sehingga akan tercipta bibit tanaman yang bagus.Benih yang baik akan tumbuh baik jika mendapatkan perlakuan yang baik. Penyemaian yang baik akan memeberikan kondisi yang ideal untuk pertumbuhan benih menjadi bibit yang siap untuk dipindah tanam. Kondisi tanah yang gembur atau melumpur, benih yang tidak tenggelam kedalam tanah, nutrisi yang cukup pada bedeng sebar,  serta jarak tanam akan menentukan kualitas bibit yang dihasilkan.

BPP Gebang menyelenggarakan praktek tebar benih yang dilakukan di kelompok tani kaliarung pratama yang melibatkan anggota kelompok tani tersebut. Kegiatan dilaksanakan pada hari jumat tanggal 17 November 2023 di lahan praktek  budidaya padi organik kelompok tani Kaliarung Pratama dengan luas + 2000 m2 dengan menggunakan benih padi ciherang luas bedeng sebar 10m2 dan benih 2kg.

Benih yang sudah mendapatkan perlakuan benih atau seleksi benih pada hari rabu siang selanjutnya direndam semalam serta diperam selama 24 jam untuk siap disebar di bedeng sebar. Bedeng sebar dibuat rata dan datar dengan ketinggian yang sama sehingga tidak ada sebagian permukaan bedengan yang tenggelam di bawah permukaan air dan sebagian lagi diatas permukaan air. Bedengan dibuat selebar 1 meter agar air mudah meresap dan panjang menyesuaikan. Dibuat parit mengelilingi bedeng sebar untuk menyuplai air kedalam bedeng sebar. Bedeng sebar ditebari pupuk kandang yang sudah diolah secara merata dengan padat tebar + 5kg/m2 untuk memberikan nutrisi bagi pertumbuhan bibit serta menggemburkan tanah, tanah menjadi melumpur dan baik untuk pertumbuhan bibit. Tanah yang melumpur juga baik saat pencabutan, akar akan utuh dan panjang serta benih juga tidak mudah terlepas.

Melapisi bedengan dengan jaring dengan kerapatan jaring 2mm sebelum sebar. Tujuannya adalah agar benih akan memiliki tingkat kedalaman yang sama dan tidak tenggelam kedalam lumpur sehingga pertumbuhannya akan baik dan serempak. Menepuk-nepuk jaring sebelum disebar agar lumpur sedikit naik sekitar 0,5-1mm dan benih yang disebar bisa lengket.

Benih ditebarkan merata dengan tingkat kerapatan 5m2 / kg benih kering. Benih ditebabarkan agak renggang tujuannya agar tidak terjadi persaingan untuk pertumbuhan benih, sehingga didapatkan bibit yang sehat, kekar dan kuat. Setelah benih ditebar merata kembali ditepuk-tepuk agar binih terseliputi oleh lumpur tetapi tidak tenggelam dengan tujuan agar benih mendapatkan kelembaban yang baik serta menyamarkan benih agar tidak dimakan oleh burung.

Direncanakan untuk melakukan pengamatan bibit pada 5-7 hari setelah sebar. Bibit digenangi sedikit sekitar 1cm diatas bedeng sebar agar bedeng sebar menjadi lebih empuk, baik untuk pertumbuhan akar serta mudah dicabut nantinya. Dilakukan imunisasi terhadap bibit agar tidak terjadi serangan hama sejak di persemaian. Serangan hama dipersemaian seperti wereng batang coklat dapat menjadi parah apabila telur wereng ikut terbawa bibit saat di tanam di lahan dan akan menjadi penyebaran hama secara masif apalagi apabila bibit ditanam di beberapa lokasi yang berbeda. Aplikasi pestisida dianjurkan menggunakan insektisida sistemik agar dapat melindungi bibit sampai pindah tanam, dan juga tidak disukai hama karena sudah mengandung racun. Selain itu aplikasi pestisida pada lahan sebar ini juga lebih ramah lingkungan, karena pestisida yang pada dasarnya adalah racun, hanya mengenai bedeng sebar saja yang relatif sangat sempithanya sekitar 0,5% lahan yang terkena, dan juga hanya sedikit insektisida yang digunakan yang artinya lebih hemat dari segi baya maupun waktunya. Untuk pembibitan untuk budidaya padi organik disarankan menggunakan pestisida nabati.

Untuk pencabutan atau dalam bahasa jawanya ndaut, ini akan sangat mudah apabila sebar benih ini menggunakan jaring. Karena benih tidak tenggelam, tanahnya juga melumpur maka benih akan mudah dicabut dan akarnya bisa utuh dan panjang. Teknik pencabutannyapun juga mudah, yaitu dengan mengangkat sisi jaring dengan 1 tangan dan tangan yang satunya mengaduk atau bahasa jawanya menguber lumpur yang ada di bawah jaring. Bibit akan terangkat bersama bijinya serta akarnyapun akan utuh dan panjang. Selanjutnya adalah mengambil bibit yang diatas jaring, dan akar akan bersih karena melewati lubang jaring. Bibit tidak perlu dikopyok atau bahkan dipukul-pukulkan ke kaki, karena akan menyebabkan bibit menjadi memar dan stres. Dengan teknik ini akan didapatkan bibit tanaman yang sehat, kekar, benih yang masih menempel, perakaran yang panjang dan bersih serta benih yang terlepas atau tidak bertaut bahassa jawanya mbundet antara satu dan lainnya.

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung