- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
- Pemantauan Harga Bahan Pokok Penting Pasca HBKN Idul Fitri 1447H
Tangkal Serangan Hama Wereng Batang Coklat, Ratusan Hektar Areal Pertanian Disemprot KAMIS, 14 MEI 2020

Pemkab Purworejo melalui Dinas Pertanian Pangan, Kelautan dan Perikanan (DINPPKP) terus melakukan upaya pencegahan perluasan serangan hama wereng batang coklat, yang telah menyerang areal pertanian di wilayah Kabupaten Purworejo.
Bersama kelompok tani (poktan/gapoktan) dan pemerintah desa, areal seluas lebih dari 750 hektar akan terus dilakukan upaya penyemprotan secara masal. Seperti yang dilakukan oleh 19 petani di Desa Tunjungan Kecamatan Ngombol, Kamis (14/05/2020).
Penyemprotan disaksikan Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM dan dihadiri Pimpinan LPHP Temanggung Dinas Pertanian dan Perkenunan Provinsi Jateng Ir Retno Dyah Rahmawati, Kepala DINPPKP Wasit Diono SSos, Kabag Humas dan Protokol Rita Purnama SSTP MM, Camat Ngombol Nurfiana SSTP MM, POPT, PPL serta perangkat desa.
Dari total 29.575 hektar areal persawahan di Kabupaten Purworejo, terdapat 750 hektar areal pertanian 32 desa di delapan Kecamatan yang terserang hama. Hama menyerang pada masa tanam 2 (bulan April sampai dengan September 2020).
Areal pertanian yang diserang hama di Kecamatan Pituruh seluas 262 Ha, Grabag 185 Ha, Purwodadi 144 Ha, Ngombol 108 Ha, Bayan 20 Ha, Kaligesing 8 Ha, Bener 3 Ha dan Kutoarjo 20 Ha.
Bupati Agus Bastian mengatakan, pengendalian hama merupakan bagian penting dalam menentukan keberhasilan produksi hasil pertanian. Pihaknya akan terus melakukan upaya pencegahan agar hama ini tidak meluas.
“Kami berharap pengendalian hama ini dapat berlangsung sukses, hal ini penting dilakukan agar ketahanan pangan di Kabupaten Purworejo tetap terjaga,” katanya.
Kepala DINPPKP Wasit Diono menerangkan, gerakan ini dilakukan setelah ditemukan populasi tinggi di persemaian diatas 200 ekor dalam 10 ayunan jaring, dan lebih dari 10 ekor per rumpun pada tanaman berumur 7-14 hari setelah tanam.
Pengendalian dilakukan menggunakan pemgendali hayati ramah lingkungan yaitu Agensia Hayati berupa Jamur antagonis Beauveria bassiana yang bisa menginfeksi Wereng Batang Coklat tersebut.
Penyemprotan dilakukan di pagi hari supaya jamur Beauvetia bassiana bisa tumbuh di ekosistem padi dan menginfeksi WBC sebgai musuh alami di alam.
Wasit menambahkan, pengendalian ramah lingkungan ini dibantu oleh Laboratorium Pengamatan Hama dan penyakit Tanaman Pangan dan hortikultira wil Kedu di Temanggung sebagai pengendali ramah lingkungan.
“Bantuan ini bersifat stimulan sehingga diharapkan petani setelah ini dapat melakukan pengendalian secara mandiri,” terang Wasit.






