- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
Tanaman Suku Terong-terongan

Suku terung-terungan atau Solanaceae adalah salah satu suku tumbuhan berbunga. Suku ini memiliki nilai ekonomi cukup tinggi bagi kepentingan manusia. Beberapa anggotanya antara lain kentang, terung, tomat, serta cabai yang menjadi bagian utama bahan pangan manusia di berbagai belahan dunia. Namun khususnya cabai, terung, dan tomat berumur pendek serta cukup rentan terserang hama atau penyakit.
Takokak/cepokak (Solanum torvum) atau terung pipit adalah tumbuhan dari suku terung-terungan (Solanaceae) yang buah dan bijinya dipakai sebagai sayuran atau bumbu. Tanaman ini termasuk tanaman perdu yang tumbuh tegak dengan tinggi sekitar 3 m. Batang bulat, berkayu, bercabang, dan berduri. Bijinya pipih, kecil, licin dan berwarna putih kekuningan. Tanaman ini merupakan tanaman yang cukup tahan terhadap penyakit layu, tidak seperti jenis Solanaceae lainnya.
Oleh karena itu anggota kelompok wanita tani (KWT) Ngudi Berkah, Desa Sokoagung, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo berinisiatif untuk melakukan sambung pucuk terung/cabai/tomat dengan tanaman cepokak/takokak (Solanum torvum) sebagai kegiatan kelompok. Rencana kegiatan tersebut dikemukakan saat pertemuan rutin hari Kamis, 24 Februari 2022 yang dihadiri ppl wilayah Ibu Devita Fitriani. Kegiatan tersebut rencananya akan dilakukan pada pertemuan rutin KWT selanjutnya yang akan dipandu oleh ppl dan petani sekitar yang sudah mempraktekkan sambung pucuk tersebut. Saat ini setiap anggota akan menyiapkan tanaman cepokak dan tanaman yang akan disambung seperti cabai, tomat, atau terung. Khususnya tanaman cabai, hampir setiap anggota sudah memilikinya karena kegiatan KWT sebelumnya adalah budidaya cabai dalam polybag.
Sebagaimana telah diketahui kedua tanaman ini masih dalam satu suku yaitu terung-terungan. Karena itu kedua tanaman ini dapat hidup jika dilakukan sambung pucuk. Tanaman cepokak meski buahnya kecil kurang menarik namun memiliki batang yang cukup besar plus kokoh dengan usia yang cukup panjang. Sementara itu, terung/cabai/tomat umumnya berusia pendek dengan batang rata-rata yang kecil namun memiliki banyak variasi buah menarik yang dapat dipilih. Sehingga harapannya dengan dilaksanakannya kegiatan ini dapat menambah wawasan serta pendapatan anggota KWT dari hasil panen cabai, terung, ataupun tomat yang dibudidayakan dengan cara sambung pucuk tersebut.
By. Devita PPL Bagelen






