- RAPAT KOORDINASI PERCEPATAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JUT
- SURVEY KE PETERNAKAN AYAM PETELUR
- Monitoring PPTS, Sinergi DKPP dan PPL Kec. Butuh Pastikan Pasokan Pupuk Bersubsidi Aman
- Purworejo Jadi Tuan Rumah Pembinaan Produsen Benih Hortikultura Se-Jawa Tengah
- Seleksi Perdana Hibah Domba Dimulai, DKPP Purworejo Pastikan Ternak Berkualitas Siap Disalurkan
- PEMERIKSAAN KUALITAS DAN KUANTITAS BANTUAN PANGAN BERAS PERIODE BULAN JULI-SEPTEMBER 2026 DI GUDANG BULOG BUTUH
- Kunjungi Kelompok Tani Makaryo Wonosari, Ditjen Hortikultura Bersama DKPP dan PPL Lakukan Verifikasi CPCL
- GERAKAN PANGAN MURAH KEMBALI MERIAHKAN ALUN-ALUN PURWOREJO DALAM RANGKAIAN KEGIATAN GEMAR TAHUN 2026
- Mendukung Mutu Benih Tembakau: DKPP Purworejo Bersama BPSB Jawa Tengah Lakukan Pemeriksaan Lapangan di Desa Rowobayem
- DKPP Purworejo Pastikan Kualitas Hibah Sejak Awal Melalui Seleksi Ketat Kambing Jawa Randu
Tanam Padi Ketiga Hadapi Anomali Iklik di Pantai Selatan Pruwodadi

HADAPI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM, PETANI DESA NAMPU TANAM PADI KETIGA
Menghadapi dampak perubahan iklim, para petani desa Nampu Kecamatan Purwodadi tangguh menghadapi perubahan iklim. Terbukti para petani di desa Nampu telah menanam padi pada musim tanam ketiga tahun 2022 kurang lebih 20 hektar. Tanam padi seluas 20 hektar tresebut ditanam pada bulan Juli 2022 dan awal Agustus 2022.
Perubahan iklim dirasakan oleh petani desa Nampu yaitu masih adanya hujan sampai pertengahan tahun 2022. Mensikapinya, petani segera melakukan pesemaian padi setelah selesai melaksanakan panen padi musim tanam kedua. Kegiatan tanam padi pada musim tanam ketiga ini sudah rutin dilakukan oleh petani semenjak dua tahun terakhir. Upaya tanam padi pada musim tanam ketiga ini mempunyai tujuan antara lain: meningkatkan Indeks Pertanaman (IP), meningkatkan pendapatan petani serta petani mempunyai ketangguhan (resiliency) dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
Pada hari Rabu tanggal 10 Agustus 2022 Pemerintah Desa Nampu Kecamatan Purwodadi, Ketua Kelompok Tani Manunggal Karya, Ketua Gapoktan Desa Nampu dan Penyuluh Pertanian Kecamatan Purwodadi melaksanakan monitoring tanam padi di lahan sawah desa Nampu. Rata-rata umur tanaman padi berkisar 2 sampai 4 minggu. Pertumbuhan tanaman padi cukup baik. Varietas padi yang ditanam antara lain Menthik Susu, M 700 dan Inpari 32. Produktivitas padi tersebut cukup tinggi dan memiliki nilai jual yang baik.
Selama masa pertumbuhan tanaman, petani memnfaatkan aliran air irigasi dan pompanisasi dari sumur air tanah dangkal. Jika sama sekali tidak ada hujan maka petani dapat melakukan pompanisasi satu minggu sekali sehingga pada satu periode pompanisasi 10 sampai 12 kali. Namun jika pada satu minggu terdapat hujan pada minggu tersebut tidak dilakukan pompanisasi sehingga dapat mengurangi biaya produksi. Pilihan menanam padi pada saat ini dirasa lebih tepat walaupun bukan termasuk tanaman palawija dan hortikultura pada musim ketiga, karena padi lebih tahan terhadap iklim yang berubah.
Adapun upaya untuk menjamin resiko kegagalan akibat kekeringan, banjir dan serangan hama dan penyakit tanaman, kelompok tani telah melakukan pendaftaran Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) seluas 4,45 hektar.
( Kontributor: Nursilahturahmi, S.P, Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Purwodadi)






