- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
- JARINGAN IRIGASI TERSIER (PITER) TA. 2026
Tanam Padi Jajar Legowo di Poktan Lima Sekawan Desa Penungkulan

Tanam Padi Jajar Legowo di Poktan Lima Sekawan Desa Penungkulan
Padi merupakan komoditas yang sangat penting di Indonesia. Peningkatan produksi maupun produktivitas tanaman harus selalu diusahakan. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi maupun produktifitas tanaman padi adalah dengan tanam jajar legowo. Dengan tanam jajar legowo, sinar matahari sebagai komponen utama dalam fotosintesis tanaman akan lebih efektif terserap oleh tanaman. Dengan fotosintesis yang lebih baik, maka produksi tanaman akan meningkat.
Kegiatan tanam padi Jajar legowo 2 : 1 ini dilaksanakan di Kelompok Tani Lima Sekawan Desa Penungkulan dalam Rangkaian Kegiatan Sekolah Lapangan (SL) IPDMIP. SL ini diikuti oleh 25 orang anggota kelompok tani Lima Sekawan dan dipandu oleh PPL Wibi dan Koordinator PPL, dan untuk pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) didampingi oleh petugas POPT Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo.
Kegiatan tanam padi jajar legowo 2 : 1 ini bukan yang pertama kali di kelompok tani Lima Sekawan. Kegiatan ini juga sudah dilaksanakan pada MT sebelumnya, dan kembali menjadi komponen utama SL di kelompok tani. Suatu metode perlu berulang kali disampaikan dan dipraktekkan agar masyarakat petani menjadi lebih paham dan juga terampil dalam melaksanakannya. Dengan demikian diharapkan petani akan menyadari bahwa tanam jajar legowo 2 : 1 dapat meningkatkan produktifitas tanaman dan ketika petani ingin meniru telah memiliki ketrampilan tersebut.






