- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
TANAM CABAI DENGAN MULSA PLASTIK, LEBIH MENGUNTUNGKAN!

TANAM CABAI DENGAN MULSA PLASTIK, LEBIH MENGUNTUNGKAN!
Kamis (21/10) Kelompok Tani Dwi Manunggal Karya Desa Karanggedang bersama PPL Bruno melakukan tanam cabai seluas 2100 m2 dengan jarak tanam 40 cm x 70 cm. Cabai yang ditanam adalah varietas ori 212 cempluk. Sebelum penanaman, media tanam yang dipersiapkan adalah campuran tanah dengan pupuk kandang dan dolomit untuk menetralkan pH tanah.
‘Setelah penyiapan media tanam, langkah selanjutnya adalah pemasangan mulsa plastik untuk budidaya tanaman cabai ini.’ Ujar Suyono, Ketua Kelompok Tani Dwi Manunggal Karya.
Keunggulan menanam cabai menggunakan mulsa plastik ini seperti yang diterapkan oleh kelompok tani Dwi Manunggal Karya Desa Karanggedang sebagai berikut:
1. Tahan Terhadap Cuaca
Budidaya tanaman cabai dengan menggunakan mulsa dapat membuat tanaman cabai tahan terhadap cuaca yang tidak menentu. Mulsa juga dapat menjaga kelembaban didalam tanah, disaat kemarau air tidak mudah menguap dan disaat musim penghujan tidak terjadi genangan atau becek yang mengakibatkan busuknya akar.
2. Tahan terhadap penyakit
Budidaya cabai dengan mulsa juga dapat meminimalisir hama dan penyakit. Jika menggunakan plastik mulsa untuk menanam cabai, maka secara otomatis kita dapat menanggulangi hama penyakit. Karena mulsa plastik mampu memantulkan cahaya matahari dari bawah sehingga tidak dihinggapi hama dan penyakit.
3. Terhindar dari kehilangan pupuk
Pupuk yang diberikan untuk tanaman tidak mudah hilang terbawa arus air disaat hujan karena pupuk akan terlindungi oleh plastik mulsa dan menjaga unsur hara didalam tanah.
- Menghemat biaya
Harga yang cukup mahal dari plastik mulsa sebenarnya masih lebih murah jika dilihat dari banyak keuntungan yang didapat menggunakan mulsa plastik seperti terhindar dari gulma, hama dan penyakit sehingga bisa menghemat pembelian pestisida. serta bisa menghemat untuk biaya penyiangan. Budidaya cabai dengan menggunakan mulsa plastik dapat meningkatkan hasil panen sebesar 40%.
- Mencegah erosi pada bedengan
Menggunakan mulsa plastik dapat mencegah terjadinya erosi pada bedengan, sehingga bedengan akan terjaga pada saat hujan.
‘Setelah penanaman cabai, rencana pemupukan dengan menggunakan KNO3 merah setiap 10 hari sekali hingga umur 35 HST. Selanjutnya menggunakan KNO3 putih setelah tanaman berumur 35 HST. Pemupukan dengan cara dikocor dan dicampur dengan pupuk cair dari urin sapi dan air bersih. Dosis disesuaikan dengan kondisi tanaman kedepannya, tambah Maryoto, PPL Desa Karanggedang.
Pengirim : Musti Widya PPL Bruno






