TANAM BAWANG MERAH PADA MUSIM PENGHUJAN DI DESA SUMBERREJO KECAMATAN PURWODADI *

By DINPPKP 13 Jan 2022, 10:45:10 WIB Penyuluhan
TANAM BAWANG MERAH PADA MUSIM PENGHUJAN  DI DESA SUMBERREJO KECAMATAN PURWODADI *

TANAM BAWANG MERAH PADA MUSIM PENGHUJAN

DI DESA SUMBERREJO KECAMATAN PURWODADI *

Oleh : Desty Lina Erfawati, SP **

Bawang merah (Allium ascalonicum) merupakan tanaman hortikultura musiman yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun pada saat-saat tertentu sering mengalami banjir produksi sehingga harganya anjlok. Diperparah lagi dengan kebijakan impor yang diterapkan pemerintah yang seringkali memperparah jatuhnya harga bawang merah di pasaran.

Desa Sumberrejo merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Purwodadi, dengan luas lahan sawah 82 hektar. Lahan sawah yang cukup luas mempunyai komoditas unggulan padi dan mempunyai potensi pengembangan tanaman hortikultura aneka cabe dan bawang merah. Desa Sumberrejo juga mempunyai potensi sumberdaya manusia pertanian yang cukup besar. Berdasarkan data pada aplikasi Simluhtan, ada 158 orang petani Desa Sumberrejo, yang tergabung dalam Gapoktan Noto Tani, yang terdiri dari 5 kelompok tani, yaitu Kelompok Tani Sri Makmur, Usaha harapan, Mulyo Sari, tani Makmur dan Merdi Dadi. 

Bottom of Form

Untuk mengatasi fluktuasi harga yang merugikan petani, perlu upaya untuk melakukan budidaya bawang merah diluar musim. Seperti yang dilakukan salah satu petani anggota Kelompok Tani Mulyo Sari Desa Sumberrejo, Frijanto. Hampir sepanjang tahun Frijanto melakukan budidaya tanaman hortikultura, seperti cabe maupun sayuran. Pada musim penghujan ini Frijanto menanam bawang merah yang akan dibudidaya secara tumpangsari dengan tanaman cabai rawit.  Harga cabai yang juga fluktuatif menjadi alasan untuk menanam dua jenis tanaman ini secara bersama. Harapannya, dengan teknologi  budidaya yang baik, kedua komoditas ini dapat tumbuh dengan baik meski ditanam pada musim penghujan.

Tanaman Bawang Merah cocok dibudidayakan di dataran rendah dengan ketinggian 0 hingga 900 meter dari permukaan laut. Suhu optimum untuk perkembangan tanaman bawang merah berkisar 25-32 derajat celcius. Sedangkan keasaman tanah yang dikehendaki sekitar pH 5,6-7. Budidaya bawang merah memerlukan penyinaran matahari lebih dari 12 jam sehari. Dengan syarat tumbuh tersebut, komoditas bawang merah dapat dibudidaya di Desa Sumberrejo.

Bagi Frijanto, menanam bawang merah merupakan pengalaman baru.  Pada hari Selasa tanggal 11 Januari 2021 didampingi Tim PPL BPP Kecamatan Purwodadi melakukan tanam perdana. Selain berbekal hasil belajar mandiri melalui literatur dan link Youtube, sebelum tanam, PPL memberikan arahan teknis terkait persiapan lahan, benih dan cara tanam. Selaian itu PPL menyampaikan pengalaman petani yang telah berhasil mendapat keuntungan dari menanam bawang merah. Beberapa petani binaan PPL BPP Kecamatan Purwodadi yang sudah berhasil budidaya diantaranya petani di Desa Jogoresan, Watukuro dan Purwosari.  Apa yang dilakukan Bapak Frijanto diharapkan bisa menjadi motivasi bagi petani lain yang ingin mengoptimalkan lahan namun belum pernah melakukan, agar tidak takut mencoba.

PERSIAPAN  TEKNIS

Persiapan Benih

Benih bawang merah yang ditanam varietas Tajuk yang diperoleh dari Nganjuk Jawa Timur. Tajuk merupakan salah satu varietas bawang merah yang diminati petani karen produktivitas yang tinggi.  Pada akun Facebook Kementerian Pertanian disebutkan bahwa Bawang Merah Varietas Tajuk memiliki potensi hasil pada musim penghujan 10-13 ton/ha dan pada musim kemarau 22-24 ton/ha.

Syarat umbi untuk benih, adalah umbi yang dipanen umur 90-100 hari dan masa dorman minimal 2 bulan. Untuk  lahan 0,5 ha benih bawang merah yang disiapkan sebanyak 200 kg.

Pengolahan tanah dan penanaman

Budidaya hortikultura komoditas bawang merah dan cabai yang akan ditanam secara tumpangsari pada musim penghujan, memerlukan persiapan khusus. Diantaranya dengan :

  1. Mengkondisikan lahan agar aman dari genangan. Tanah dibuat bedengan dengan lebar 120 cm, tinggi 50 cm dan panjang sesusai dengan kondisi kebun. Jarak antar bedengan 50 cm, sekaligus dijadikan parit sedalam 50 cm. Bedengan dicangkul sedalam 20 cm hingga gemburkan tanahnya. Bentuk permukaan atau bagian atas bedengan rata, tidak melengkung.
  2. Tanah sudah ditambah kapur atau dolomit sebanyak 1,2 ton 2 minggu sebelum tanam.  Keasaman tanah sudah diukur dengan pH meter dengan metode zig zag. Dari 4 titik pengukuran diperoleh rata-rata pH 6,2 yang ideal untuk tanam bawang merah /cabe.
  3. Sebagai pupuk dasar, Pak Frijanto memberi pupuk kimia dengan kandungan hara SP merk Fertiphos, sejumlah 200 kg, pupuk organik plus merk Semanggi sejumlah 80 kg dan pembenah tanah organik merk Asam Humat sejumlah 2 kg. Pupuk dan pembenah tanah dicampur dan ditebar dilahan 2 hari sebelum tanam.
  4. Selanjutnya secara biologis, sebagai antisipasi serangan penyakit layu fusarium, sehari sebelum tanam, lahan di semprot dengan agensia hayati trichoderma berbentuk kaolin sebanyak 0,5 kg yang dilarutkan dengan air bersih, untuk 3 tangki sprayer 16 liter.
  5. Untuk mempercepat masa dormansi, dilakukan pemotongan umbi bawang merah 1/3 bagian atas. Selanjutnya sehari sebelum tanam, benih dicelup ke dalam larutan bakterisida dan ZPT dan ditiriskan.

Penanaman

  1. Pada musim penghujan, benih bawang merah ditanam dengan jarak tanam 15 x 20 cm.
  2. Benih dibenamkan ke dalam tanah yang telah dibasahi, setinggi umbi.
  3. Jika tidak turun hujan, sebelum umbi tumbuh daun, dilakukan penyiraman 2x sehari dengan air yang bening/tidak bercampur lumpur. Teknik penyiraman dilakukan pengambilan air dari parit sambil berjalan maju, agar air tidak keruh/bercampur lumpur.
  4. Saat menyiram, jika ada tanah bedeng yang longsor karena air hujan, dilakukan perbaikan bedengan dengan mengembalikan tanah yang longsor di parit (nglepo/menamping).
  5. Jika sudah tumbuh daun dan terkena air hujan, maka harus dilakukan penyiraman, untuk menghilangkan tanah / sisa air hujan yang menempel pada daun. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya serangan penyakit bercak ungu yang disebabkan jamur Alternaria porii.

 

Tumpangsari Bawang Merah dengan Cabai Rawit

Guna mengoptimalkan lahan, maka Bapak Frijanto akan melakukan budidaya tumpangsari dengan cabe rawit. Pada saat tanaman bawang merah berumur 30 hari, bibit cabai rawit ditanam dengan jarak 60 x 60 cm disela-sela tanaman bawang merah. Bawang merah untuk konsumsi akan dipanen pada umur 60 hari, sedangkan untuk benih, bawang merah dipanen pada umur 70 hari.   

Dengan teknik budidaya yang tepat, monitoring tanaman secara rutin, dan pendampingan tim PPL dan POPT secara intensif, diharapkan budidaya tumpangsari bawang merah dengan cabai rawit pada musim penghujan di Desa Sumberrejo dapat memberi hasil yang optimal. ***

   *Dilaksanakan di Kelompok Tani Mulyo Sari Desa Sumberrejo, Kecamatan Purwodadi

                **Penyuluh Pertanian Lapangan Wilayah Binaan Desa Sumberrejo.

Kontributor Oleh : Desty Lina Erfawati, SP ** PPL BPP Purwodadi





Berita Purworejo

Counter Pengunjung