- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
SULIT TENAGA KERJA PANEN? SIASATI DENGAN COMBINE HARVESTER MESIN PANEN PADI

SULIT TENAGA KERJA PANEN?
SIASATI DENGAN COMBINE HARVESTER MESIN PANEN PADI
BPP GRABAG NEWS – Wilayah Kecamatan Grabag di awal bulan Maret 2022 ini, sudah memasuki masa panen padi. Panen padi merupakan saat yang paling ditunggu-tunggu petani. Setelah menunggu selama hampir 4 bulan, sekaranglah saatnya petani memetik hasil tanamannya. Pemanenan harusnya dilakukan pada umur yang tepat, karena ketidak-tepatan saat panen dapat mengakibatkan kehilangan hasil yang tinggi yang tentunya dapat merugikan petani.
Petani di Desa Tunggulrejo, Kecamatan Grabag, melakukan proses panen padi menggunakan mesin combine harvester, Sabtu, (5/3/2022). Dengan menggunakan combine harvester ini, dinilai mampu menekan potensi kehilangan benih padi saat proses panen
“Dengan menggunakan combine harvester potensi kehilangan bulir padi bisa ditekan hingga lima persen,” ujar Suharyanto, salah satu petani Desa Tunggulrejo yang memanfaatkan combine harvester.
Suharyanto juga menjelaskan, tidak hanya mampu menekan potensi kehilangan bulir padi, dengan menggunakan combine harvester juga mampu menghemat biaya proses panen serta mempersingkat waktu panen. “Petani bisa lebih hemat biaya operasional panen, waktunya pun juga bisa lebih cepat, jadi petani bisa lebih cepat tanam lagi,” tuturnya.
“Jika panen secara manual, petani membutuhkan waktu sampai 2 minggu bahkan lebih tergantung pada cuaca. Penggunaan combine harvester di Desa Tunggulrejo ini mampu memanen padi selama tiga jam per satu hektare sawah. Estimasi waktu ini dilihat dari kontur sawahnya. Kalau banyak pematang sawah biasanya agak lama, kalau sawah datar bisa makin cepat,” jelasnya.
“Untuk biaya panen menggunakan combine harvester untuk satu hektar nya mencapai Rp 3.600.000 berbeda dengan cara panen manual untuk satu hektar bisa mencapai Rp 7.000.000. Apalagi sekarang jumlah tenaga kerja panen semakin hari jumlahnya semakin menurun. Hal ini menyebabkan waktu panen yang mundur akibat menunggu antrian panen. Akibatnya, panen dilakukan pada saat yang tidak tepat yang berdampak pada penurunan hasil panen karena banyaknya kehilangan hasil,” tambahnya lagi.
Combine harvester merupakan alat panen dengan 3 fungsi yaitu sebagai alat panen, alat perontok padi dan juga sebagai alat pembajak sawah. Sebagai alat panen padi combine harvester ini mempunyai pisau yang panjangnya sekitar 120 cm. Pemotong ini akan bergerak secara otomatis saat mesin dijalankan dan memotong padi di hadapannya. Mesin ini bekerja secara otomatis dengan kecepatan memotong padi hingga 50% lebih efisien dari pekerjaan manual. Sebagai alat pembajak sawah, karena alat ini mempunyai gerigi panjang berporos di sisi bagian bawah yang akan berputar dan membalikkan tanah.
Prinsip kerja dari mesin panen combine harvester adalah padi yang dipotong termasuk jeraminya, semuanya dimasukkan ke bagian perontokan. Gabah hasil perontokan ditampung dalam karung, dan jeraminya di tebarkan secara acak di atas permukaan tanah. Semua jenis combine harvester ini dioperasikan dengan cara dikendarai, yang dioperasikan oleh 2 orang operator. Satu orang sebagai pengemudi dan seorang lagi menjaga karung yang telah terisi gabah dan menyiapkan kembali karungnya.
Penggunaan combine harvester ini, juga dapat mengurangi penyusutan hasil gabahnya, yang biasanya panen dengan sistem gepyok gabah bisa bertebaran dimana-mana maka dengan mesin combine harvester ini gabah yang dipanen akan ditampung dalam wadah yang berupa karung.
Dengan demikian, penggunaan combine harvester merupakan satu solusi untuk mengatasi berbagai masalah saat musim panen padi tiba. Dengan combine harvester maka waktu pemanenan padi lebih cepat dan biaya yang digunakan dapat ditekan dan tentunya keterbatasan jumlah tenaga kerja panen bisa teratasi.
By. Umul Khasunah PPL BPP Grabag






