- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
SULAP LAHAN MARGINAL, KEBURUHAN PANEN KACANG TANAH

Lahan pasir di Kecamatan Ngombol, khususnya Desa Keburuhan merupakan lahan marginal. Lahan marginal adalah lahan yang rendah potensi dan produktivitasnya. Dari sisi kesuburan tanah, baik kesuburan kimia, fisik maupun biologi tanah, juga rendah. Di samping itu, tanah marginal juga mempunyai tersedianya air yang rendah. Tapi bukan berarti lahan marginal tidak bisa dikembangkan untuk budidaya pertanian, khususnya tanaman pangan. Keberhasilan pertanian lahan pasir pantai tersebut tidak lepas dari kemampuan petani dalam menyiasati berbagai hambatan dan tantangan dalam mengelola lahan pasir pantai agar lebih produktif.
Petani di Desa Keburuhan melestarikan sistem pertanian lahan pasir pantai secara sederhana dengan menanam komoditas tanaman pangan seperti kacang tanah. Tanaman kacang tanah merupakan salah satu komoditas pertanian yang sesuai untuk dikembangkan dilahan pasir karena memenuhi persyaratan yang dikendaki bagi pertumbuhan kacang tanah antara lain tanah yang gembur, dan ringan sehingga memudahkan penembusan akar maupun calon polong kedalam tanah serta polong akan berkembang secara normal.
Kelompok Tani Guyub Rukun Desa Keburuhan Kecamatan Ngombol salah satu kelompok tani yang mendapatkan bantuan benih kacang tanah yang bersumber APBN Tahun 2021 melalui Dinas Ketahanan pangan dan Pertanian kabupaten Purworejo. Benih yang diterimakan adalah varietas Kancil, volume 600 kg dengan luasan lahan 5 ha. Budidaya kacang tanah ini dilakukan di lahan pasir. Penanaman dilakukan pada tanggal 20 Oktober 2021 jarak 20 cm x 30 cm. Setiap lubang di isi 1-2 benih. Aplikasi pupuk yang digunakan adalah Pupuk Phonska non subsidi yang merupakan paketan bantuan pemerintah dengan dosis 50 kg/ha. PPL dan kelompok tani selalu bersinergi dan berkoordinasi dalam setiap masa perkembangan tanaman kacang tanah, sehingga adanya permasalahan terkait budidaya kacang tanah di lahan marginal ini dapat diminimalisir.
Pada hari Selasa, tanggal 4 Januari 2022 dilakukan panen dan ubinan kacang tanah di lokasi lahan milik Bapak Supingi selaku anggota dari Kelompok Tani Guyub Rukun . Kegiatan panen dihadiri anggota kelompok tani dan PPL di wilayah Kecamatan Ngombol. Waktu panen kacang dilakukan apabila daunnya sudah menguning, batang mulai mengeras, polong sudah berisi penuh dan keras. Umur tanaman sekitar 80-90 HST. Dari hasil ubinan dengan mengambil sampel ukuran 2,5 m x 2,5 m menghasilkan 4,025 kg polong basah atau setara dengan provitas 64,4 ku/ ha polong basah sedangkan jika dikonversi ke polong kering 32,2 ku/ha. Data yang diperoleh dari kegiatan ubinan selanjutnya akan digunakan sebagai bahan pelaporan kacang tanah di wilayah Kecamatan Ngombol.
Pemanfaatan lahan marginal yang ditanami kacang tanah ini selaras dengan Program Unggulan Bupati Purworejo untuk sektor pertanian yaitu optimalisasi sektor unggulan di tanah marginal. Trubus selaku Kepala Desa Keburuhan berharap kepada masyarakat untuk tetap bisa mengelola lahan pertanian tersebut secara maksimal, untuk membuktikan bahwa Desa Keburuhan memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang unggul.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Tri Susilarjo, potensi ekspor kacang tanah sangat besar. Harapannya ekspor yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah sebanyak 60 ton ke Malaysia, dengan nilai total ekspor sekitar Rp. 800 juta pada 1 Desember 2021 dapat berkelanjutan. Saat ini pihaknya terus menjembatani antara petani, eksportir, dan pihak lain. Harapannya, bisa kita saling terhubung. Tentu dengan bantuan seluruh stakeholder, baik dari petani, Gapoktan, dari Dinas Pertanian kabupaten atau provinsi lain, bea cukai, kejaksaan, balai karantina, dinas perdagangan, dan lainnya. Sehingga, bisa bersama memaksimalkan potensi dan produksi, yang bisa diekspor sesuai dengan mekanisme maupun ketentuan yang ada.
Yeni Rahmawati, PPL Desa Keburuhan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para petani di Desa Keburuhan karena memanfaatkan lahan marginal berupa lahan pasir untuk ditanami kacang tanah. Dengan hasil yang memuaskan dan dapat menambah pendapatan petani. Yeni berharap lahan pasir yang berada di sekitarnya dapat dimanfaatkan untuk budidaya tanaman kacang tanah atau komoditas yang lain sehingga dapat meningkatkan indeks pertanaman dan tentu saja menambah pendapatan petani dan keluarganya. Yeni menambahkan bukan tidak mungkin ke depan dengan semakin meningkatnya mutu produk, kualitas dan kontinyuitas hasil panen kacang tanah Desa Keburuhan dapat diekspor sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Semangat Terus Untuk Petani Desa Keburuhan……. Dari Kami, Penyuluh Sobat Petani
Kontributor Yeni Rachmawati, AMd.P
BPP Kecamatan Ngombol






