Sosialisasi Sistem Tanam Jajar Legowo melalui SL IPDMIP

By DINPPKP 21 Apr 2022, 08:18:51 WIB Penyuluhan
Sosialisasi Sistem Tanam Jajar Legowo melalui SL IPDMIP

Sosialisasi Sistem Tanam Jajar Legowo melalui SL IPDMIP (Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program)

Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) merupakan program pemerintah di bidang irigasi yang bertujuan untuk mencapai keberlanjutan sistem irigasi, baik sistem irigasi kewenangan pusat, kewenangan provinsi maupun kewenangan kabupaten. Upaya ini diharapkan dapat mendukung tercapainya swasembada beras sesuai program Nawacita Pemerintah Indonesia.


IPDMIP dirancang untuk mengatasi berbagai kendala dan meningkatkan produktivitas pertanian, serta mengurangi kemiskinan di pedesaan, mempromosikan kesetaraan gender dan meningkatkan gizi. IPDMIP meningkatkan nilai pertanian irigasi berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan ketahanan pangan dan sumber penghidupan di perdesaan. Proyek ini mengadopsi pendekatan penetapan sasaran yang inklusif di daerah irigasi sehingga menguntungkan semua petani yang aktif. Namun demikian, IPDMIP menggunakan strategi penetapan sasaran yang mempertimbangkan tingkat kemiskinan yang ada untuk menjangkau rumah tangga yang paling termarginalkan (misalnya miskin, perempuan, pemuda petani di daerah hilir, daerah-daerah dengan irigasi yang kurang memadai).

Kegiatan yang dilaksanakan adalah SL IPDMIP (Sekolah Lapang Integrated Participatory Development Management Of Irrigation Project) di Kelompok Tani Karya Tani Desa Sidodadi dihadiri oleh 20 anggota kelompok 1 PPL wibi (Etik Setyowati) dan 1 pendamping (Afni Rositawati, S.Pt) dengan berlokasi di Balai Serbaguna Desa Sidodadi pada pukul 13.00 dengan materi "Sistem Tanam Jajar Legowo". 
Teknologi tanam jarwo telah diperkenalkan kepada petani melalui sekolah lapang dan pendampingan oleh penyuluh setempat. Adapun istilah jarwo diambil dari bahasa jawa yaitu berasal dari bahasa lego berarti luas dan dowo berarti memanjang,  system  tanam legowo adalah pola tanam yang berselang seling antara dua atau lebih ( biasa nya dua atau empat baris ) tanaman padi dan satu baris kosong yang memiliki jarak dua kali jarak tanaman antar baris. Modifikasi tanaman pinggir dilakukan pada baris tanaman ke 1 dan ke 3 yang diharapkan dapat diperoleh hasil yang lebih tinggi dari adanya efek tanaman pinggir. Prinsip penambahan jumlah populasi tanaman dilakukan dengan cara menanam pada setiap barisan pinggir dengan jarak tanam setengah dari jarak tanam antar baris.

Meskipun tanam jarwo telah diperkenalkan kepada para petani namun belum semua petani mampu mengadopsi teknologi tersebut dikarenakan tenaga kerja yang digunakan pada saat tanam masih belum terampil dan belum terbiasa menerapkan tanam jarwo . alasan tersebut sangatlah tidak tepat karena pola tanam jarwo banyak memberi mamfaat diantaranya, adanya peningkatan populasi tanaman yang disisipkan dipinggir barisan tanaman sehingga dapat meningkatkan produksi ,memudahkan bagi  tanaman mendapatkan sinar matahari bagi tanaman pinggir sehingga meningkatkan bobot buah yang lebih berat, menekan serangan penyakit pada lahan yang relative terbuka, mempermudah kegiatan pemupukan dan penyiangan dan masih banyak lagi keuntungan tanam jarwo.

Dengan adanya kegiatan sekolah Lapang ini diharapkan petani /dan selaku pelaku  Usaha untuk dapat sama-sama belajar dan berbagi pengalaman yang nantinya dapat merubah pola piker dan prilaku petani  yang  ada dikelompok Tani Karya Tani serta anggota Kelompok Lain Yang tergabung dalam kegiatan SL IPDMIP.


Sasmitha Wening - BPP Kemiri





Berita Purworejo

Counter Pengunjung