- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Sosialisasi Sistem Resi Gudang

Salah satu yang menjadi kendala dan penyebab permasalahan petani pada hampir setiap panen raya, yakni harga hasil panen yang rendah bahkan anjlok dan petani membutuhkan uang untuk menutup biaya produksi. Dan yang biasa petani lakukan adalah dengan mengandalkan pada tengkulak yang menyebabkan petani tidak mampu menentukan harga sehingga sangat merugikan petani.
Untuk mendapatkan solusi dari permasalahan tersebut, Pemkab Purworejo melalui Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Purworejo Rabu (24/11) telah dilaksanakan Sosialisasi Sistem Resi Gudang yang bertempat di Aula BPP Kecamatan Grabag. Adapun peserta sosialisasi adalah petani dari 4 Kecamatan yaitu Grabag, Butuh, Kutoarjo dan Bayan dengan jumlah peserta 50 orang.
Kendala utama belum optimalnya implementasi SRG di Kabupaten Purworejo antara lain kurangnya pemahaman tentang SRG dan manfaatnya bagi pelaku usaha/ petani. Diharapkan dengan adanya sosialisasi SRG, petani dapat melakukan tunda jual yaitu saat panen raya petani menyimpan hasil pertanian di gudang, yang kedua penjualan dilakukan pada saat harga komoditas pertanian telah tinggi serta meminimalisir penimbunan barang oleh pedagang pengumpul.






