- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
SLPHT KOPI, TINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PETANI NGASINAN, BENER
SEKOLAH LAPANG PENGENDALIAN HAMA TERPADU (SLPHT) KOPI
TINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PETANI
KELOMPOK TANI HARAPAN MAKMUR, NGASINAN, BENER
|
|
Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu yang selanjutnya disingkat SLPHT merupakan sekolahnya para petani dengan tujuan yang pertama untuk meningkatkan pengetahuan petani tentang pengendalian hama terpadu, kedua untuk meningkatkan kemauan petani dalam mengendalikan hama secara kelompok dan yang terakhir untuk meningkatkan keterampilan petani dalam pengendalian hama terpadu.
SLPHT kopi merupakan SLPHT yang diselenggarakan untuk petani sebagai pelaku budidaya kopi. SLPHT ini diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo. Pada tahun 2023, kegiatan ini dilaksanakan di Kelompok Tani Harapan Makmur Desa Ngasinan karena di desa tersebut sangat potensi tanaman kopi dan termasuk komoditas perkebunan unggulan. Banyak petani yang membudidayakannya, namun belum memperoleh sentuhan teknologi dalam hal budidaya kopi.
Petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Harapan Makmur Desa Ngasinan Kecamatan Bener sangat antusias untuk mengikuti SLPHT ini. Mereka melakukan usaha tani kopi, tetapi belum mengetahui bagaimana cara budidayanya mulai dari pengolahan lahan sampai pasca panennya. Dalam rangkaian sekolah lapang ini, banyak dibahas juga mengenai pengendalian hama terpadu pada tanaman kopi.
SLPHT kopi dilaksanakan sebanyak 12 kali pertemuan yang sudah dimulai sejak tanggal 5 bulan Juli 2023. Peserta SLPHT berjumlah 20 orang, yang merupakan anggota Kelompok Tani Harapan Makmur pembudidaya kopi. Selama 12 kali pertemuan, SLPHT kopi dipandu oleh Bapak Elly Wahyudi selaku petugas pendamping tanaman perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo dan Ibu Musringah selaku petugas POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan) Kecamatan Bener.
Hari Rabu tanggal 18 Oktober 2023 merupakan pertemuan yang ke 12 atau pertemuan terakhir, yang diisi dengan mengulang materi dari pertemuan pertama sampai ke 11, kemudian dilanjutkan dengan post test bagi peserta SLPHT kopi.
Adapun hasil dari post test tersebut diperoleh nilai rata-rata 6,33. Nilai tertinggi diperoleh petani dengan nama Mukhesi, yang memperoleh nilai sebesar 7,33. Jika dibandingkan dengan nilai pre test sebelumnya, yang dilaksanakan pada pertemuan pertama, yaitu tes yang dikerjakan peserta sebelum mereka memperoleh ilmu pada SLPHT ini, rata-rata nilai mereka adalah 3,66. Untuk itu, ada kenaikan nilai rata-rata sebesar 2,67 atau 72,95%. Oleh karena itu, SLPHT ini telah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani. Kesadaran mereka juga meningkat dengan adanya SLPHT kopi. Mereka langsung menerapkan teknologi yang telah dipelajari bersama dengan pemandu materi. Hal ini juga diungkapkan oleh Pak Slamet Riyadi sebagai perwakilan dari peserta saat menyampaikan kesan dan pesan ketika acara penutupan SLPHT, bahwa ”Para peserta menginginkan untuk mengikuti Sekolah Lapang lagi”. Mereka berharap SLPHT kopi akan dilaksanakan kembali di Kelompok Tani Harapan Makmur dengan materi kelanjutan dari yang telah diterima saat ini.
Pada pertemuan SLPHT yang terakhir, diadakan acara penutupan, yang dihadiri oleh Bapak Jayadi, S.P., M.M. selaku Kepala Bidang Sarana dan Perlindungan Tanaman, Bapak Muslih, S.P., M.M. selaku Sub Koordinator Pengendalian dan Penanggulangan Bencana Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo. Pada kesempatan ini, Kepala Bidang Sarana dan Perlindungan Tanaman menutup SLPHT secara resmi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan terima kasih atas partisipasi dan keaktifan peserta SLPHT dan diharapkan peserta mampu menerapkan ilmu yang telah diterima. Semoga ilmu dan teknologi yang sudah dipelajari bersama dapat bermanfaat bagi petani dan masyarakat Desa Ngasinan.
Penyusun :
Febtory Setyo Harsanti, S.P., M.M.A
BPP Bener







