SL Kelapa, Sarana Pembelajaran Non Formal Bagi Para Petani di Grabag

By DINPPKP 20 Sep 2024, 13:53:33 WIB Penyuluhan
SL Kelapa, Sarana Pembelajaran Non Formal Bagi Para Petani di Grabag

Sekolah lapang merupakan proses pembelajaran non formal bagi petani untuk meningkat Pengetahuan dan ketrampilan dalam mengenali potensi, menyusun rencana usaha, identifikasi dan mengatasi permasalahan, mengambil keputusan dan menerapkan teknologi yang sesuai dengan sumberdaya setempat secara sinergis dan berwawasan lingkungan sehingga usahatani lebih efisien, berproduktivitas tinggi dan berkelanjutan. Gapoktan Sido Maju Desa Bendungan merupakan salah satu kelompok yang terpilih untuk melaksanakan kegiatan Sekolah Lapang (SL) Kelapa ini.

Jum’at, 20 September 2024 dilaksanakan pertemuan pertama kegiatan Sekolah Lapang (SL) Kelapa. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang tergabung dalam anggota kelompok tani. Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Prasaranana dan Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab.Purworejo, tim KJF dan semua PPL Kecamatan Grabag. Dalam sambutannya Kepala Bidang Prasarana dan Penyuluhan Ibu Arie Sulistyani, S.TP, MP menyampaikan kegiatan SL sebagai wadah para petani dan PPL untuk sama-sama belajar khuhusnya mengenai tanaman kelapa. Beliau menyampaikan bahwa Indonesia merupakan pengekspor kelapa no 1. Oleh sebab itu beliau berharap dengan adanya SL ini petani mampu merawat, berbudidaya dan mengembangkan tanaman kelapa secara baik yang nantinya diharapkan dapat membuat benih dengan kualitas unggul secara mandiri. Sebelumnya Duwi Hartoto, S.ST selaku Koordinator PPL Kecamatan Grabag juga menyampaikan bahwa Desa Bendungan merupakan salah satu desa yang terdapat banyak tanaman kelapa dan banyak petani penderes, hal ini sebagai bahan pertimbangan terpilihnya desa Bendungan sebagai penerima Kegiatan SL Kelapa ini.

Kegiatan SL Kelapa ini dilaksanakan sebanyak 6 kali pertemuan. Pada pertemuan pertama dilakukan pembentukan kelompok dan kontrak belajar. Pembentukan kelompok kecil diharapkan agar semua peserta dapat aktif selama mengikuti sekolah lapang. Kelompok yang terbentuk terdiri dari 5 kelompok kecil yang pesertanya terdiri dari petani dan PPL. Untuk pertemuan selanjutnya dilaksanakan kontran belajar dengan kesepakatan kegiatan dilaksanakan setiap hari Rabu pukul 09.00 WIB.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung