- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
- DKPP Gelar Rakor Pengawasan Hewan Kurban 2026, Tekankan Kelayakan dan Higienitas untuk Hasilkan Daging ASUH
Skabies pada kucing, menularkah?

Skabies pada kucing, menularkah?
Skabies merupakan penyakit kulit yang banyak
ditemukan pada kucing. Skabies atau yang sering di kenal dengan gudig pada
kucing di sebabkan oleh tungau kelas Arachnida family Sarcoptidae.
Namun skabies pada kucing biasanya disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei
dan Notoedres cati. Skabies pada kucing dicirikan dengan adanyan kerak
yang biasanya terlihat pada telinga, muka atau kaki, kucing sering menggaruk,
menjilat atau menggigit tubuhnya, rambut rontok, kulit kemerahan dan iritasi.
Skabies pada kucing merupakan salah satu faktor
yang dapat menurunkan produktivitas kucing, hal ini terjadi karena parasite ini
memakan jaringant ubuh kucing dan mengambil nutrisi dalam tubuhnya. Infestasi
tungau pada lapisan epidermis kucing ini menyebabkan timbulnya rasa panas dan
gatal sehingga kucing akan terlihat lebih sering menggaruk. Rasa panas dan
gatal menyebabkan stress pada kucing. Stress yang berkepanjangan dapat
mengganggu keseimbangan flora normal sehingga dapat menyebabkan infeksi
sekunder seperti bakteri dan jamur.
Pada haari kamis tanggal 6 Februari 2025, banyak
klien yang datang ke UPT Puskeswan Purworejo dengan keluhan kucingnya sering
menggaruk area telinga dan terdapat keropeng di area telinga. Setelah di
lakukan pemeriksaan, ternyata kucingnya terkena skabies. Selanjutnya kucing
diobati dengan obat antiparasit (injeksi) yang bersifat neurotoksin bagi
parasit. Pemberian obat ini dilakukan sebanyak 2 kali dengan jarak pemberian
10-14 hari setelah pemberian yang pertama.
Sering paw parents bertanya, sebenarnya
menular ga sih skabies ini ke manusia?
Skabies pada kucing tidak menular ke manusia ya,
tetapi tungau ini bisa masuk ke kulit manusia dan menyebabkan gatal. Jadi,
tungau penyebab skabies tidak dapat bertahan hidup atau berkembang biak pada
tubuh manusia. Jika masuk ke tubuh manusia, tungau akan mati dengan sendirinya
dalam beberapa hari. Tungau yang mask ke tubuh manusia hanya akan menyebabkan
gejala ringan seperti gatal, iritasi, ruam kemerahan, dan kulit kering yang akan
sembuh dalam beberapa hari.






