Skabies pada kucing, menularkah?

By DINPPKP 11 Mar 2025, 13:13:58 WIB Peternakan dan Keswan
Skabies pada kucing, menularkah?

Skabies pada kucing, menularkah?

 

Skabies merupakan penyakit kulit yang banyak ditemukan pada kucing. Skabies atau yang sering di kenal dengan gudig pada kucing di sebabkan oleh tungau kelas Arachnida family Sarcoptidae. Namun skabies pada kucing biasanya disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei dan Notoedres cati. Skabies pada kucing dicirikan dengan adanyan kerak yang biasanya terlihat pada telinga, muka atau kaki, kucing sering menggaruk, menjilat atau menggigit tubuhnya, rambut rontok, kulit kemerahan dan iritasi.

Skabies pada kucing merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan produktivitas kucing, hal ini terjadi karena parasite ini memakan jaringant ubuh kucing dan mengambil nutrisi dalam tubuhnya. Infestasi tungau pada lapisan epidermis kucing ini menyebabkan timbulnya rasa panas dan gatal sehingga kucing akan terlihat lebih sering menggaruk. Rasa panas dan gatal menyebabkan stress pada kucing. Stress yang berkepanjangan dapat mengganggu keseimbangan flora normal sehingga dapat menyebabkan infeksi sekunder seperti bakteri dan jamur.

Pada haari kamis tanggal 6 Februari 2025, banyak klien yang datang ke UPT Puskeswan Purworejo dengan keluhan kucingnya sering menggaruk area telinga dan terdapat keropeng di area telinga. Setelah di lakukan pemeriksaan, ternyata kucingnya terkena skabies. Selanjutnya kucing diobati dengan obat antiparasit (injeksi) yang bersifat neurotoksin bagi parasit. Pemberian obat ini dilakukan sebanyak 2 kali dengan jarak pemberian 10-14 hari setelah pemberian yang pertama.

Sering paw parents bertanya, sebenarnya menular ga sih skabies ini ke manusia?

Skabies pada kucing tidak menular ke manusia ya, tetapi tungau ini bisa masuk ke kulit manusia dan menyebabkan gatal. Jadi, tungau penyebab skabies tidak dapat bertahan hidup atau berkembang biak pada tubuh manusia. Jika masuk ke tubuh manusia, tungau akan mati dengan sendirinya dalam beberapa hari. Tungau yang mask ke tubuh manusia hanya akan menyebabkan gejala ringan seperti gatal, iritasi, ruam kemerahan, dan kulit kering yang akan sembuh dalam beberapa hari.

 

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung