Sinergikan Pinus dengan Padi Gogo, Solusi Strategis mendukung swasembada pangan

By DINPPKP 22 Nov 2025, 20:19:59 WIB Penyuluhan
Sinergikan Pinus dengan Padi Gogo, Solusi Strategis mendukung swasembada pangan

‎Sinergikan Pinus dengan Padi Gogo, Solusi Strategis mendukung swasembada pangan 

‎Bruno, 21 November 2025

‎Semangat menteri Pertanian dalam mewujudkan swasembada pangan melalui program LTT Padi masih terpatri dalam jiwa para pejuang lapangan. Terbukti bahwa medan yg terjal tak menghalangi para Penyuluh Pertanian Kecamatan Bruno bersama Petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Buwana Jaya untuk melakukan penanaman padi gogo di Desa Kambangan, Jumat 21 November 2025. Penanaman dilakukan secara manual pada lahan bekas bongkaran pinus dengan sistem tabela. Program budidaya padi gogo yang digagas Kementerian Pertanian (Kementan) diharapkan bisa menjadi solusi strategis yang signifikan bagi petani untuk meningkatkan produktivitas padinya. Dengan target Pengembangan Areal Tanam (PAT) padi gogo khususnya di Kecamatan Bruno seluas 40 ha, di MT 1. estimasi tanam sampai akhir bulan November kurang lebih 11 Ha.

‎Hal ini menjadi sinyal positif dalam upaya peningkatan produksi pangan dan menjadi bukti efektivitas sistem tanam padi gogo dilahan bongkaran perhutani sebagai salah satu strategi inovatif pertanian. Hal ini menunjukkan semangat kemandirian petani dalam mendukung keberhasilan program Swasembada Pangan.

‎“Di sini ada 20 hektar lahan peremajaan tanaman pinus, dan kami memanfaatkan momen saat ini yang memasuki musim hujan, dengan penanaman padi gogo disela tanaman pinus yang masih kecil. Hal ni dilakukan agar selama menunggu pohon pinus bisa dideras, petani dan masyarakat sekitar tetap memperoleh hasil berupa padi gogo,” jelas Kepala desa Kambangan Amin Suroso

‎Kelompok tani Buwana Jaya, sebagai Kelompok Tani pelaksana yang mendapatkan program PAT Padi gogo sangat berperan aktif dalam mendukung program ini. Kelompok tani ini secara aktif melakukan budidaya padi gogo di sela-sela pohon pinus yang masih kecil, memanfaatkan lahan yang ada secara efektif dan efisien. Pola tanam ini tidak hanya mendukung peningkatan produksi padi, tetapi juga menjaga keberlanjutan pohon pinus.

‎Ketua Kelompok Tani Buwana Jaya, Sukiman, bersyukur dan terima kasih kepada menteri pertanian, dinas terkait, dan PPL Kecamatan Bruno atas bantuan yang telah diberikan kepada kelompoknya. 

‎“Dengan kegiatan ini kami terbantu, dengan adanya bantuan benih padi serta sarana produksi lainnya sehingga kami bisa menghemat biaya produksi, terutama untuk pembelian benih dan insektisidanya,  bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami, harapannya pemerintah dapat secara berkelanjutan membantu kelompok kami dengan Saprodi yang lain” ungkap Sukiman.

‎Amin Suroso mengaku lahan yang ditanami padi gogo ini merupakan lahan Perhutani, bongkaran pinus tahun lalu. Di tengah kesulitan mencari lahan, baik untuk tanaman pangan, khususnya padi, ada berkah dari perhutani menyediakan lahan, masyarakat boleh memanfaatkan lahan sekaligus menjaga hutan, bagi warga Kambangan tentu kedepan menjadi sumber pendapatan dari tanaman pangan maupun tanaman hutannya.

‎Selanjutnya koordinator BPP Bruno, Duwi Hartoto, S.ST menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pertanian yang telah memberikan banyak bantuan.

‎“Di Kecamatan Bruno ada potensi  sekitar 40 hektar lahan Gogo. Dan alhamdulillah saat ini kita bisa menyaksikan pemberdayaan masyarakat melalui tanam padi gogo di lahan bekas bongkaran pinus milik perhutani. Alhamdulillah begitu banyak bantuan, mudah-mudahan kedepan kita semakin bersinergis sehingga target PAT dapat tercapai,” ungkap Duwi

‎Hari Prabowo, PPL Wibi Setempat mengungkapkan benih padi gogo yang digunakan adalah padi gogo Varietas Unggul Baru Situ Bagendit merupakan salah satu varietas padi gogo dengan potensi hasil yang tinggi, untuk lahan kering  bisa mencapai 5,4 ton/ha

‎Lebih lanjut mengatakan “Padi gogo varietas unggul ini memiliki keunggulan toleran terhadap kekeringan,  tahan terhadap penyakit tungro dan hawar daun bakteri. Disamping itu Varitas ini juga memiliki umur panen yang pendek dibanding varietas padi gogo lokal yaitu; 110 - 120 hst".

‎Pengembangan tanam padi gogo merupakan salah satu langkah strategis untuk ketahanan pangan, terutama didaerah pegunungan yang tidak ada sawahnya. Dengan dukungan penuh pemerintah melalui dinas terkait serta peran aktif PPL dalam membimbing dan mengarahkan petani dalam budidaya padi gogo, Diharapkan padi gogo menjadi solusi inovatif dalam. menjaga stok pangan sekaligus mendukung swasembada pangan secara Nasional 






Berita Purworejo

Counter Pengunjung