Sinergi PPL Kecamatan Purworejo dan Poktan Sido Mukti : Matangkan Perencanaan 2026 demi Kedaulatan Pangan

By DINPPKP 12 Feb 2026, 14:32:51 WIB Penyuluhan
Sinergi PPL Kecamatan Purworejo dan Poktan Sido Mukti : Matangkan Perencanaan 2026 demi Kedaulatan Pangan

Sinergi PPL Kecamatan Purworejo dan Poktan Sido Mukti : Matangkan Perencanaan 2026 demi Kedaulatan Pangan

 

PURWOREJO – Sinergi antara penyuluh, pemerintah kelurahan, dan petani terus diperkuat di wilayah Kecamatan Purworejo. Bertempat di Kelurahan Tambakrejo, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Purworejo menggelar pertemuan intensif bersama Kelompok Tani (Poktan) Sido Mukti pada Rabu 11 Februari 2026 bertempat di sekretariat Kelompok Tani Sido Mukti Kelurahan Tambakrejo.

Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Lurah Tambakrejo, PPL Kecamatan Purworejo, serta pengurus dan anggota kelompok tani dengan total peserta sebanyak 30 orang. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola administrasi sekaligus mematangkan strategi produksi pangan menghadapi tahun anggaran 2026. Langkah proaktif ini diambil sebagai bagian dari upaya penguatan kelembagaan petani di tingkat basis.

Agus Susilo, Lurah Tambakrejo dalam sambutannya mengapresiasi kekompakan Poktan Sido Mukti dan menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara petani dan pemerintah agar kendala di lapangan, seperti distribusi pupuk dan pengairan, dapat teratasi sejak dini. “Pertama-tama, saya ingin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya pertemuan ini. Kekompakan adalah modal utama kita. Pertanian bukan sekadar soal menanam, tapi soal bagaimana kita berserikat, berbagi ilmu, dan saling menguatkan. Saya minta, dalam budidaya padi tahun 2026 nanti, tidak ada yang berjalan sendiri-sendiri. Jadwal tanam yang sudah disusun bersama PPL dan P3A harus kita patuhi serempak agar manajemen air dan pengendalian hama bisa efektif” tegasnya.

Terkait aset kelurahan, Lurah Tambakrejo menyampaikan kebijakan yang sangat penting. “Mengenai lahan sawah bengkok kelurahan, pada prinsipnya saya sangat setuju dan terbuka jika lahan tersebut dikelola sepenuhnya oleh petani lokal warga Tambakrejo sendiri. Saya ingin manfaat ekonomi dari tanah ini dirasakan langsung oleh warga kita, bukan orang luar. Jika kita kompak dan amanah, saya yakin Tambakrejo bisa menjadi contoh kelurahan yang mandiri pangan. Mari kita buktikan bahwa petani Tambakrejo adalah petani yang hebat, tertib administrasi, dan mampu menjaga kepercayaan pemerintah” tambahnya.

Lurah Tambakrejo dalam arahannya menegaskan komitmennya untuk memberdayakan potensi lokal. "Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi petani warga Tambakrejo untuk mengelola lahan bengkok kelurahan. Syaratnya sederhana: harus ada kesepakatan bersama yang transparan dan para petani sanggup bertanggung jawab menjaga kualitas lahan tersebut dengan baik. Saya ingin kesejahteraan dari tanah kita kembali lagi ke warga kita," tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Bakti Woro Haryanti selaku PPL Kecamatan Purworejo mendampingi anggota kelompok dalam beberapa agenda krusial, antara lain perencanaan kegiatan 2026 dengan menyusun peta jalan kegiatan kelompok agar selaras dengan program prioritas daerah, edukasi pengisian buku administrasi kelompok tani sebagai syarat mutlak tertib tata kelola kelembagaan, evaluasi mendalam penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2025 serta sosialisasi alokasi kuota tahun 2026 untuk memastikan distribusi tepat sasaran, serta pengecekan kondisi alat dan mesin pertanian (alsintan) milik kelompok untuk memastikan kesiapan operasional.

Woro menambahkan bahwa isu krusial mengenai pupuk, PPL membedah evaluasi penyaluran tahun 2025 sebagai landasan perbaikan di tahun 2026. PPL mengidentifikasi kendala penebusan di tingkat kios dan memastikan bahwa sisa kuota terserap sesuai kebutuhan fase pemupukan terakhir. Selain itu PPL memberikan sosialisasi mengenai kebijakan terbaru sistem penebusan pupuk bersubsidi (i-Pubers/Kartu Tani). Petani diingatkan untuk memastikan data NIK mereka sudah ter-update dalam sistem agar kuota tahun 2026 dapat teralokasi secara maksimal tanpa kendala teknis.

Mengingat pentingnya mekanisasi pertanian untuk efisiensi biaya, PPL melakukan audit fisik terhadap alat-alat milik kelompok berupa traktor, cultivator, sprayer dan emsin potong rumput. "Alat milik kelompok adalah aset bersama. Kami mengimbau agar ada pencatatan operasional yang jelas terkait siapa yang memakai dan kapan jadwal servis rutinnya. Jika alat terawat, proses olah tanah dan percepatan tanam tidak akan terhambat oleh kerusakan teknis di tengah sawah," tegasnya.

Satu poin krusial yang dibahas adalah penyusunan Jadwal Tanam I. PPL menekankan bahwa perencanaan musim tanam padi tidak dapat dipisahkan dari peran P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air). Koordinasi yang erat antara Poktan Sido Mukti dan P3A sangat diperlukan untuk mengatur manajemen distribusi air irigasi secara adil dan merata. Sinkronisasi ini bertujuan agar jadwal tebar benih dan olah tanah dilakukan secara serempak, sehingga risiko serangan hama dapat ditekan dan kebutuhan air selama fase pertumbuhan padi terpenuhi tanpa konflik kepentingan antarpetani.

Nila Nur Shofiana selaku PPL Tambakrejo menekankan bahwa keberhasilan usaha tani diawali dari pencatatan yang rapi. Petani diajak untuk menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) secara lebih presisi. "Perencanaan tahun 2026 bukan sekadar rutinitas, melainkan peta jalan. Kami mendampingi pengurus Poktan Sido Mukti dalam pengisian buku administrasi, mulai dari buku tamu, buku kegiatan, hingga buku kas. Administrasi yang tertib adalah kunci bagi kelompok untuk mendapatkan akses bantuan pemerintah dan memperkuat posisi tawar petani," paparnya PPL di hadapan peserta.

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Pertanian RI dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa peran PPL adalah ujung tombak transformasi pertanian. "Keberhasilan swasembada pangan dimulai dari perencanaan yang matang di tingkat kelompok tani. Pendampingan PPL harus memastikan bahwa petani tidak hanya menanam, tapi juga mengelola usaha taninya secara modern dan terukur, termasuk dalam pemanfaatan pupuk bersubsidi yang harus tepat guna," ujar pejabat Kementerian Pertanian dalam pengarahan teknis nasional baru-baru ini.

Melalui pertemuan ini, PPL Kecamatan Purworejo sangat berharap agar seluruh anggota Poktan Sido Mukti segera melakukan percepatan olah tanah dan tanam. Dengan dukungan pengairan yang diatur melalui P3A dan ketersediaan input pertanian yang terencana, petani diharapkan dapat memanfaatkan momentum musim hujan secara maksimal.

Langkah ini menjadi kontribusi nyata dari Kelurahan Tambakrejo dalam mendukung target Swasembada Pangan Nasional. Dengan administrasi yang tertib dan perencanaan yang presisi, diharapkan produktivitas hasil panen akan meningkat dan membawa kesejahteraan bagi petani.

Disusun Oleh : Bakti Woro Haryanti, SP (PPL Kecamatan Purworejo)





Berita Purworejo

Counter Pengunjung