- LAPORAN HASIL VERIFIKASI LAPANGAN PERMOHONAN BANTUAN BIBIT JERUK PURUT DESA KEMANUKAN
- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
SILASE PAKAN TERNAK BERKUALITAS DAN TAHAN LAMA

SILASE PAKAN TERNAK BERKUALITAS DAN TAHAN LAMA
Rabu, 31 Agustus 2022 Pemerintah Desa Puspo Kecamatan Bruno bersama dengan Balai Penyuluhan Pertanian mengadakan Pelatihan Teknologi Tepat Guna Pengolahan Pakan dan Limbah Ternak dalam rangka melaksanakan Program Ketahanan Pangan dan Hewani yang didanai dari Dana Desa Anggaran 2022 dan diikuti petani dan peternak di Desa Puspo.
Pengolahan Pakan yang dibuat adalah pembuatan silase. Pembuatan Silase untu pakan ternak bertujuan untuk mengawetkan hijauan atau bijian yang berlimpah untuk digunakan pada saat kesulitan untuk mendapatkan hijauan tersebut terutama saat musim kemarau. Pemberian silase pada hewan ternak juga dimaksudkan selain menjadi pakan alternatif juga agar hijauan makanan yang didapatkan kualitasnya masih bagus serta tahan lama.
Pelatihan pembuatan silase ini diisi dari Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Okane Mochi farm dari Desa Ngaglik Kecamatan Gebang. Proses pembuatan silase untuk pakan ternak pun terbilang mudah. Alat dan bahan yang diperlukan yaitu : alat pencacah, tong/silo/bunker, dan hijauan pakan ternak. Sebagai awalan, hijauan pakan ternak yang digunakan adalah hijauan favorit yang biasa diberikan pada ternak. Semakin banyak varian hijauan, maka akan semakin bagus.Setelah menyiapkan alat dan bahan, langkah selanjutnya adalah mencacah hijauan dengan mesin pencacah, kemudian masukan hasil cacahan ke tong dan tutup rapat selama 21 hari. Ciri-ciri silase yang sudah jadi yaitu baunya harum, suhu naik, berubah warna namun nutrisi tetap utuh. Setelah itu, silase dapat diberikan ke ternak.
Dengan adanya pelatihan pembuatan silase dan alat alat bantuan dari Desa Puspo, diharapkan petani dan peternak yang tergabung dalam kelompok tani dapat menerapkan di kelompok masing-masing.
Pengirim : Musti Widya BPP Bruno






