- KWT Mugi Rahayu Kelurahan Lugosobo Bagikan Bibit Cabai dan Terong untuk Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga
- Jaring Tangguh: Perkuat Literasi Iklim dan Ketahanan Pangan Petani Desa Krandegan
- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
SILASE PAKAN TERNAK BERKUALITAS DAN TAHAN LAMA

SILASE PAKAN TERNAK BERKUALITAS DAN TAHAN LAMA
Rabu, 31 Agustus 2022 Pemerintah Desa Puspo Kecamatan Bruno bersama dengan Balai Penyuluhan Pertanian mengadakan Pelatihan Teknologi Tepat Guna Pengolahan Pakan dan Limbah Ternak dalam rangka melaksanakan Program Ketahanan Pangan dan Hewani yang didanai dari Dana Desa Anggaran 2022 dan diikuti petani dan peternak di Desa Puspo.
Pengolahan Pakan yang dibuat adalah pembuatan silase. Pembuatan Silase untu pakan ternak bertujuan untuk mengawetkan hijauan atau bijian yang berlimpah untuk digunakan pada saat kesulitan untuk mendapatkan hijauan tersebut terutama saat musim kemarau. Pemberian silase pada hewan ternak juga dimaksudkan selain menjadi pakan alternatif juga agar hijauan makanan yang didapatkan kualitasnya masih bagus serta tahan lama.
Pelatihan pembuatan silase ini diisi dari Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Okane Mochi farm dari Desa Ngaglik Kecamatan Gebang. Proses pembuatan silase untuk pakan ternak pun terbilang mudah. Alat dan bahan yang diperlukan yaitu : alat pencacah, tong/silo/bunker, dan hijauan pakan ternak. Sebagai awalan, hijauan pakan ternak yang digunakan adalah hijauan favorit yang biasa diberikan pada ternak. Semakin banyak varian hijauan, maka akan semakin bagus.Setelah menyiapkan alat dan bahan, langkah selanjutnya adalah mencacah hijauan dengan mesin pencacah, kemudian masukan hasil cacahan ke tong dan tutup rapat selama 21 hari. Ciri-ciri silase yang sudah jadi yaitu baunya harum, suhu naik, berubah warna namun nutrisi tetap utuh. Setelah itu, silase dapat diberikan ke ternak.
Dengan adanya pelatihan pembuatan silase dan alat alat bantuan dari Desa Puspo, diharapkan petani dan peternak yang tergabung dalam kelompok tani dapat menerapkan di kelompok masing-masing.
Pengirim : Musti Widya BPP Bruno






