- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
SIARAN RADIO MASIH EFEKTIF SEBAGAI MEDIA PENYULUHAN

SIARAN RADIO
MASIH EFEKTIF SEBAGAI MEDIA PENYULUHAN
Penyuluhan pertanian menurut penyuluhan pertanian menurut UU Nomor 16 Tahun 2006 adalah proses pembelajaran dari penyuluh kepada pelaku usaha yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup. Salah satu prinsip penyuluhan pertanian adalah berulang dengan beberapa jenis metode dalam penyampaiannya.
Ada dua jenis metode penyuluhan berdasar teknik penyampaiannya, yaitu metode langsung dan metode tidak langsung.
- Metode Penyuluhan Langsung dilakukan melalui tatap muka dan dialog antara penyuluh pertanian dengan pelaku utama dan pelaku usaha, antara lain: demonstrasi, kursus tani, obrolan sore.
- Metode penyuluhan tidak langsung dilakukan melalui perantara (media komunikasi), antara lain: pemasangan poster, penyebaran brosur/leaflet/folder/majalah, siaran radio, televisi, pemutaran slide dan film.
Dalam melakukan penyuluhan, penyuluh memilih metode yang paling tepat, agar informasi dapat diterima oleh sasaran dengan baik. Pemilihan metode ini juga memperhatikan sasaran serta jumlah sasaran yang ingin dicapai. Salah satu metode penyuluhan tidak langsung dengan sasaran massal atau banyak, yang dilakukan penyuluh pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo yaitu melalui media Siaran Radio. Seperti yang dilakukan Desty Lina Erfawati, S.P penyuluh pertanian BPP Purwodadi, sejak menjadi penyuluh tahun 2008 sampai saat ini masih memilih Siaran Radio sebagai media penyuluhan di Radio Irama FM Purworejo. Siaran radio di Irama FM masuk dalam acara Live Talk Irama FM, on air setiap hari rabu pukul 10.30 – 11.00 WIB.
Siaran radio dinilai masih efektif dan mampu menjadi media untuk penyampaian informasi bidang pertanian secara massal. Didengarkan oleh banyak petani dimana saja, juga masyarakat umum yang menyukai bidang pertanian. Siaran radio dapat diakses tidak hanya dengan pesawat radio, namun saat ini dapat diikuti secara streaming atau online dengan radio online, maupun live melalui media sosial seperti facebook atau Instagram dari stasiun radio. Petani dapat mendengarkan siaran radio, mengikuti materi serta berinteraksi langsung dengan narasumber yaitu penyuluh sambal beraktifitas di sawah.
Kegiatan Siaran Radio dilakukan penyuluh pertanian DKPP di beberapa Stasiun Radio, diantaranya Irama FM, Radio Kenanga UMP FM, Radio Soutuna FM, dengan jadwal yang sudah dibuat oleh Bidang Prasarana dan Penyuluhan Pertanian, menyesuaikan acara dari setiap stasiun radio.
Desty Lina Erfawti, S.P-Penyuluh Pertanian BPP Purwodadi






