SETELAH PANEN PADI, PETANI DESA KUWUKAN KECAMATAN NGOMBOL BERHASIL TANAM JAGUNG MANIS DI LAHAN SAWAH

By DINPPKP 09 Okt 2024, 08:21:22 WIB Penyuluhan
SETELAH PANEN PADI, PETANI DESA KUWUKAN KECAMATAN NGOMBOL BERHASIL TANAM JAGUNG MANIS DI LAHAN SAWAH

SETELAH PANEN PADI, PETANI DESA KUWUKAN KECAMATAN NGOMBOL BERHASIL TANAM JAGUNG MANIS DI LAHAN SAWAH

 

Kecamatan Ngombol merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa tengah yang memiliki potensi besar di bidang pertanian. Dengan luas lahan 3.425 hektar, pada musim III tahun 2024 dapat ditanami padi total seluas 1.200 hektar menjadikan Ngombol lumbung pangan di Kabupaten Purworejo. Selain padi, tanaman yang dibudidayakan antara lain jagung, jagung manis, bawang merah, kacang hijau, kacang tanah dan yang lainnya. Jagung merupakan tanaman yang tergolong sebagai tumbuhan biji-bijian. Di Indonesia, jagung sering kali dijadikan sebagai salah satu bahan masakan sayuran. Di berbagai daerah, jagung bahkan dikonsumsi sebagai pengganti karbohidrat seperti nasi dan roti.

Petani sawah yang tergabung dalam Kelompok Tani Ngudi Rejeki Desa Kuwukan Kecamatan Ngombol pada musim tanam III tahun 2024 ini tertarik untuk menaman areal persawahan dengan tanaman komoditas lain. “Selama ini padi menjadi salah satu komoditas yang usahakan, pada musim tanam III tahun ini, Kami mencoba mengawali menaman jagung manis agar lahan sawah tidak nganggur”, ujar Winoto, salah satu petani Desa Kuwukan. 

Winoto menuturkan ide awal menanam jagung manis karena melihat potensi produktivitas dan harga yang lumayan bagus di tingkat konsumen. “Saya tertarik menanam jagung manis ketika bertemu dengan Pak Santoso Petani Desa Wonosari yang sudah terlebih dahulu menanam jagung manis di lahan tegalan. Karena saya penasaran apakah bisa ditanam di lahan sawah, akhirnya saya belajar dan praktek langsung menanam jagung manis dilahan sawah berkat bimbingan dan petunjuk dari Pak Santoso”.

Dijelaskan, dari segi perawatan dan waktu, jagung manis lebih mudah dirawat waktunya juga lebih cepat yakni hanya 60-75 hari sudah bisa panen, perawatan jagung juga dinilai mudah oleh petani karena tidak perlu perawatan ekstra layaknya tanaman padi dengan umur panen jagung manis juga terbilang cepat. Perjuangan Winoto tidak lah sia-sia, terbukti hasil panen pada awal Oktober 2024 ini, dari luas lahan 1.700 m² mampu menghasilkan 1,3 ton jagung manis siap konsumsi dengan harga jual yaitu Rp 3.500,- per kg.

Menurut Supanto, Kepala Desa Kuwukan, pihaknya mendukung penuh kegiatan pertanian di Desa Kuwukan dan siap memberikan support dalam bentuk materiil maupun inmateriil untuk mewujudkan ketahanan pangan di Desa Kuwukan. Pemerintah Desa siap memfasilitasi melalui Dana Desa untuk pengadaan benih jagung pada musim tanam III tahun 2025 sehingga petani Kuwukan tidak perlu kuatir ketersediaan benih unggul jagung. Supanto menambahkan pihaknya juga akan membantu para petani bahwa jagung yang dipanen nanti akan langsung ada yang membelinya. “Kita bantu fasilitasi petani jagung dari awal sampai panen sehingga petani dapat sejahtera dan taraf hidup masyarakat dapat meningkat” tambahnya.

Woro, Koordinator PPL Kecamatan Ngombol mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa dan Petani Kuwukan yang sangat semangat sekali berbudidaya pada lahan persawahan pada Musim III ini. “Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Ngombol siap memfasilitasi terkait usulan kebutuhan pupuk maupun sarana prasarana yang dibutuhkan untuk mendukung budidaya tanaman jagung manis yang dirintis di Kuwukan ini”, ujarnya. Harapannya lahan yang nganggur dapat ditanami tanaman produktif yang minim pengairan tetapi hasilnya dapat menambah pendapatan petani. “Saya mohon para petani untuk memanfaatkan lahan semaksimal mungkin dan menggilir areal persawahan dengan komoditas tanaman lain yang minim pengairan pada Musim Tanam III ini sehingga pendapatan petani dapat meningkat untuk memenuhi kebutuhan keluarga” tambahnya. 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung