- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
SETELAH PANEN PADI, PETANI DESA KUWUKAN KECAMATAN NGOMBOL BERHASIL TANAM JAGUNG MANIS DI LAHAN SAWAH

SETELAH PANEN PADI, PETANI DESA KUWUKAN KECAMATAN NGOMBOL BERHASIL TANAM
JAGUNG MANIS DI LAHAN SAWAH
Kecamatan
Ngombol merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa
tengah yang memiliki potensi besar di bidang pertanian. Dengan luas lahan 3.425
hektar, pada musim III tahun 2024 dapat ditanami padi total seluas 1.200 hektar
menjadikan Ngombol lumbung pangan di Kabupaten Purworejo. Selain padi, tanaman
yang dibudidayakan antara lain jagung, jagung manis, bawang merah, kacang
hijau, kacang tanah dan yang lainnya. Jagung
merupakan tanaman yang tergolong sebagai tumbuhan biji-bijian. Di Indonesia,
jagung sering kali dijadikan sebagai salah satu bahan masakan sayuran. Di
berbagai daerah, jagung bahkan dikonsumsi sebagai pengganti karbohidrat seperti
nasi dan roti.
Petani
sawah yang tergabung dalam Kelompok Tani Ngudi Rejeki Desa Kuwukan Kecamatan
Ngombol pada musim tanam III tahun 2024 ini tertarik untuk menaman areal
persawahan dengan tanaman komoditas lain. “Selama ini padi menjadi salah satu
komoditas yang usahakan, pada musim tanam III tahun ini, Kami mencoba mengawali
menaman jagung manis agar lahan sawah tidak nganggur”, ujar Winoto, salah satu
petani Desa Kuwukan.
Winoto
menuturkan ide awal menanam jagung manis karena melihat potensi produktivitas
dan harga yang lumayan bagus di tingkat konsumen. “Saya tertarik menanam jagung
manis ketika bertemu dengan Pak Santoso Petani Desa Wonosari yang sudah
terlebih dahulu menanam jagung manis di lahan tegalan. Karena saya penasaran
apakah bisa ditanam di lahan sawah, akhirnya saya belajar dan praktek langsung
menanam jagung manis dilahan sawah berkat bimbingan dan petunjuk dari Pak
Santoso”.
Dijelaskan,
dari segi perawatan dan waktu, jagung manis lebih mudah dirawat waktunya juga
lebih cepat yakni hanya 60-75 hari sudah bisa panen, perawatan jagung juga
dinilai mudah oleh petani karena tidak perlu perawatan ekstra layaknya tanaman
padi dengan umur panen jagung manis juga terbilang cepat. Perjuangan Winoto tidak lah sia-sia, terbukti hasil panen pada
awal Oktober 2024 ini, dari luas lahan 1.700 m² mampu menghasilkan 1,3 ton
jagung manis siap konsumsi dengan harga jual yaitu Rp 3.500,- per kg.
Menurut
Supanto, Kepala Desa Kuwukan, pihaknya mendukung penuh kegiatan pertanian di
Desa Kuwukan dan siap memberikan support dalam bentuk materiil maupun
inmateriil untuk mewujudkan ketahanan pangan di Desa Kuwukan. Pemerintah Desa
siap memfasilitasi melalui Dana Desa untuk pengadaan benih jagung pada musim
tanam III tahun 2025 sehingga petani Kuwukan tidak perlu kuatir ketersediaan
benih unggul jagung. Supanto menambahkan pihaknya juga akan membantu para
petani bahwa jagung yang dipanen nanti akan langsung ada yang membelinya. “Kita
bantu fasilitasi petani jagung dari awal sampai panen sehingga petani dapat sejahtera
dan taraf hidup masyarakat dapat meningkat” tambahnya.
Woro,
Koordinator PPL Kecamatan Ngombol mengucapkan terima kasih dan penghargaan
setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa dan Petani Kuwukan yang sangat
semangat sekali berbudidaya pada lahan persawahan pada Musim III ini.
“Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan
Ngombol siap memfasilitasi terkait usulan kebutuhan pupuk maupun sarana
prasarana yang dibutuhkan untuk mendukung budidaya tanaman jagung manis yang
dirintis di Kuwukan ini”, ujarnya. Harapannya lahan yang nganggur dapat
ditanami tanaman produktif yang minim pengairan tetapi hasilnya dapat menambah
pendapatan petani. “Saya mohon para petani untuk memanfaatkan lahan semaksimal
mungkin dan menggilir areal persawahan dengan komoditas tanaman lain yang minim
pengairan pada Musim Tanam III ini sehingga pendapatan petani dapat meningkat
untuk memenuhi kebutuhan keluarga” tambahnya.






