- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
- JARINGAN IRIGASI TERSIER (PITER) TA. 2026
SERUNYA SISWA SD MUHAMMADIYAH KEMIRI DIAJAK BERTANI MENANAM SAYURAN DI POLYBAG

SERUNYA
SISWA SD MUHAMMADIYAH KEMIRI DIAJAK BERTANI
MENANAM SAYURAN DI POLYBAG
KEMIRI KEREN NEWS –– Siswa Sekolah Dasar
Muhammadiyah (SD Muhammadiyah) Kemiri dengan penuh antusias melaksanakan
kegiatan menanam sayuran pada hari Selasa, 1 Oktober 2024 (01/10/2024).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program outing class yang bertujuan
untuk memberikan pendidikan tentang pentingnya menjaga lingkungan dan
memperkenalkan pola hidup sehat kepada siswa sejak dini. Kegiatan ini merupakan
bagian dari program edukasi lingkungan yang bertujuan memberikan pengalaman
langsung kepada anak-anak tentang bercocok tanam.
Umul Khasunah, SP.,
MAP., Koordinator Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Kemiri yang terlibat dalam
kegiatan belajar menanam sayuran SD Muhammadiyah, Kemiri, memberikan tanggapan
positif mengenai program ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting untuk
meningkatkan pemahaman anak-anak tentang pertanian dan pentingnya konsumsi
sayuran.
“Melalui
kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan
pengalaman praktis dalam menanam sayuran. Ini adalah cara yang efektif untuk
membangkitkan minat mereka terhadap pertanian dan mengajarkan mereka cara
merawat tanaman dengan baik,” ungkap beliau.
Ia menekankan bahwa
kegiatan semacam ini dapat membantu menanamkan rasa cinta terhadap alam.
“Anak-anak
belajar bahwa makanan yang mereka konsumsi sehari-hari berasal dari proses
pertanian yang memerlukan perhatian dan usaha. Dengan memahami hal ini, mereka
akan lebih menghargai hasil bumi dan mungkin terinspirasi untuk mengadopsi pola
hidup sehat di masa depan,” sambungnya.
Koordinator BPP
Kecamatan Kemiri juga berharap agar kegiatan ini dapat dilanjutkan secara
rutin. Program ini bisa menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan pertanian.
Jika siswa terus dilibatkan dalam kegiatan seperti ini, mereka akan lebih
memahami pentingnya pertanian untuk ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat.
Ibu Ika, salah satu
guru di Sekolah Dasar Muhammadiyah, memberikan tanggapan positif mengenai
kegiatan menanam sayuran yang diadakan di salah satu penggiat pertanian Desa
Kemirilor, Bapak Triyono. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa
dalam berbagai aspek.
“Melalui
kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang cara bercocok tanam, tetapi
juga mendapatkan pelajaran berharga mengenai tanggung jawab. Mereka diajarkan
untuk merawat tanaman yang mereka tanam, sehingga mereka memahami pentingnya
ketekunan dan kerja keras,” ujarnya.
Ibu Ika juga
menambahkan bahwa kegiatan ini selaras dengan nilai-nilai pendidikan yang
diajarkan di Muhammadiyah, yang menekankan pentingnya karakter dan cinta
terhadap lingkungan.
“Kami
berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga
lingkungan dan mengonsumsi makanan sehat. Dengan menanam sayuran, mereka
belajar menghargai hasil bumi dan mengerti bahwa makanan yang sehat berasal
dari usaha yang baik,” lanjutnya.
Ibu Ika berharap
kegiatan menanam sayuran ini dapat dilanjutkan secara rutin.
“Kegiatan
ini bukan hanya sebuah pengalaman sekali saja, tetapi kami ingin menjadikannya
sebagai program berkelanjutan. Dengan demikian, siswa bisa terus belajar dan
berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta keberlanjutan lingkungan,” tutupnya.
Siswa-siswi tampak
sangat bersemangat mengikuti arahan penyuluh pertanian, Bapak Whisnu dalam
menanam berbagai sayuran, seperti bayam, tomat, dan kangkung. Dengan
menggunakan cangkul kecil dan polybag, mereka diajari cara menyiapkan tanah,
menanam bibit, dan merawat tanaman dengan baik.
“Aku baru pertama
kali menanam, seru sekali! Aku jadi tahu bagaimana cara menanam sayuran,”
ungkap Azizah, siswa kelas 5, dengan wajah ceria.
Bapak Whisnu,
penyuluh pertanian yang mengajarkan siswa SD tentang cara menanam sayuran,
menyampaikan tanggapannya mengenai kegiatan tersebut. Ia merasa sangat senang
dan puas dengan antusiasme siswa selama proses belajar.
“Melihat
semangat anak-anak saat belajar menanam sayuran sangat menggembirakan. Mereka
sangat aktif dan penuh rasa ingin tahu, yang menunjukkan bahwa kegiatan ini
benar-benar menarik bagi mereka,” ungkapnya dengan tersenyum.
Ia menambahkan bahwa
kegiatan ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar secara praktis
tentang pertanian.
“Menanam
sayuran adalah salah satu cara terbaik untuk mengajarkan anak-anak tentang
pentingnya pertanian dan ketahanan pangan. Dengan terlibat langsung, mereka
bisa memahami proses dari menanam hingga merawat tanaman dengan lebih baik,”
jelasnya.
Penyuluh pertanian,
Bapak Whisnu, menjelaskan bahwa menanam sayuran di polybag tidak memerlukan
lahan yang luas. Dengan polybag, siapa pun bisa berkebun, bahkan di halaman
sempit atau teras rumah. Ia juga menekankan pentingnya memilih media tanam yang
tepat, seperti campuran tanah, kompos, dan pupuk kandang, agar tanaman dapat
tumbuh dengan baik.
“Kegiatan
menanam sayuran di polybag diawali dengan menyiapkan polybag yang telah diisi
dengan media tanam. Setelah itu, bibit sayuran ditanam dengan membuat lubang
kecil di media. Penyiraman harus dilakukan secara teratur, dan polybag harus
diletakkan di tempat yang mendapatkan cukup sinar matahari, dan jangan lupa
tambahkan pupuk kandang,” tambahnya lagi.
Sementara itu,
setelah mengikuti kegiatan belajar menanam sayuran di polybag, para siswa SD
Muhammadiyah Kemiri memberikan tanggapan positif dan antusias terhadap
pengalaman baru yang mereka dapatkan.
Salah satu siswa,
Gilang (11), mengungkapkan kegembiraannya,
"Aku
senang sekali belajar menanam sayuran. Ternyata tidak sulit, tapi kita harus
telaten menyiram dan merawat tanamannya. Aku ingin coba menanam di rumah juga,
biar bisa panen sendiri."
Siswa lainnya, Gina
(10), juga menyampaikan rasa puasnya setelah berhasil menanam kangkung.
"Asyik
banget! Aku baru tahu kalau menanam bisa dilakukan di polybag dan tidak perlu
lahan luas. Sekarang aku jadi tahu cara menanam yang benar dan bisa menanam di
rumah."
Selain itu, Hanif
(11), siswa kelas 5, mengaku mendapat pelajaran berharga tentang pentingnya
menjaga tanaman.
"Belajar
menanam bikin aku sadar kalau merawat tanaman itu butuh perhatian. Aku jadi
lebih menghargai tanaman dan juga tahu manfaat sayuran untuk kesehatan."
Para siswa merasa
bahwa kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan pengetahuan
baru yang bisa mereka praktikkan di rumah. Dengan bimbingan penyuluh pertanian,
mereka belajar banyak tentang proses bercocok tanam dan manfaatnya bagi
lingkungan serta kesehatan.
Para guru juga
mendukung penuh kegiatan ini. Kegiatan menanam ini memberikan pengalaman edukatif
yang tidak hanya bermanfaat secara akademis, tetapi juga dapat menumbuhkan rasa
tanggung jawab pada diri siswa. Anak-anak belajar tentang ketekunan dan
pentingnya merawat tanaman. Ini juga mendekatkan mereka dengan alam, sehingga
diharapkan mereka lebih peduli terhadap lingkungan di sekitar mereka.






