SERUNYA SISWA SD MUHAMMADIYAH KEMIRI DIAJAK BERTANI MENANAM SAYURAN DI POLYBAG

By DINPPKP 02 Okt 2024, 08:06:33 WIB Penyuluhan
SERUNYA SISWA SD MUHAMMADIYAH KEMIRI DIAJAK BERTANI  MENANAM SAYURAN DI POLYBAG

SERUNYA SISWA SD MUHAMMADIYAH KEMIRI DIAJAK BERTANI

MENANAM SAYURAN DI POLYBAG




 

KEMIRI KEREN NEWS –– Siswa Sekolah Dasar Muhammadiyah (SD Muhammadiyah) Kemiri dengan penuh antusias melaksanakan kegiatan menanam sayuran pada hari Selasa, 1 Oktober 2024 (01/10/2024). Kegiatan ini merupakan bagian dari program outing class yang bertujuan untuk memberikan pendidikan tentang pentingnya menjaga lingkungan dan memperkenalkan pola hidup sehat kepada siswa sejak dini. Kegiatan ini merupakan bagian dari program edukasi lingkungan yang bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak tentang bercocok tanam.

Umul Khasunah, SP., MAP., Koordinator Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Kemiri yang terlibat dalam kegiatan belajar menanam sayuran SD Muhammadiyah, Kemiri, memberikan tanggapan positif mengenai program ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman anak-anak tentang pertanian dan pentingnya konsumsi sayuran.

 

“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis dalam menanam sayuran. Ini adalah cara yang efektif untuk membangkitkan minat mereka terhadap pertanian dan mengajarkan mereka cara merawat tanaman dengan baik,” ungkap beliau.

 

Ia menekankan bahwa kegiatan semacam ini dapat membantu menanamkan rasa cinta terhadap alam.

“Anak-anak belajar bahwa makanan yang mereka konsumsi sehari-hari berasal dari proses pertanian yang memerlukan perhatian dan usaha. Dengan memahami hal ini, mereka akan lebih menghargai hasil bumi dan mungkin terinspirasi untuk mengadopsi pola hidup sehat di masa depan,” sambungnya.

 

Koordinator BPP Kecamatan Kemiri juga berharap agar kegiatan ini dapat dilanjutkan secara rutin. Program ini bisa menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan pertanian. Jika siswa terus dilibatkan dalam kegiatan seperti ini, mereka akan lebih memahami pentingnya pertanian untuk ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat.

Ibu Ika, salah satu guru di Sekolah Dasar Muhammadiyah, memberikan tanggapan positif mengenai kegiatan menanam sayuran yang diadakan di salah satu penggiat pertanian Desa Kemirilor, Bapak Triyono. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa dalam berbagai aspek.

 

“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang cara bercocok tanam, tetapi juga mendapatkan pelajaran berharga mengenai tanggung jawab. Mereka diajarkan untuk merawat tanaman yang mereka tanam, sehingga mereka memahami pentingnya ketekunan dan kerja keras,” ujarnya.

 

Ibu Ika juga menambahkan bahwa kegiatan ini selaras dengan nilai-nilai pendidikan yang diajarkan di Muhammadiyah, yang menekankan pentingnya karakter dan cinta terhadap lingkungan.

 

“Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mengonsumsi makanan sehat. Dengan menanam sayuran, mereka belajar menghargai hasil bumi dan mengerti bahwa makanan yang sehat berasal dari usaha yang baik,” lanjutnya.

 

Ibu Ika berharap kegiatan menanam sayuran ini dapat dilanjutkan secara rutin.

“Kegiatan ini bukan hanya sebuah pengalaman sekali saja, tetapi kami ingin menjadikannya sebagai program berkelanjutan. Dengan demikian, siswa bisa terus belajar dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta keberlanjutan lingkungan,” tutupnya.

 

Siswa-siswi tampak sangat bersemangat mengikuti arahan penyuluh pertanian, Bapak Whisnu dalam menanam berbagai sayuran, seperti bayam, tomat, dan kangkung. Dengan menggunakan cangkul kecil dan polybag, mereka diajari cara menyiapkan tanah, menanam bibit, dan merawat tanaman dengan baik.

“Aku baru pertama kali menanam, seru sekali! Aku jadi tahu bagaimana cara menanam sayuran,” ungkap Azizah, siswa kelas 5, dengan wajah ceria.

 

Bapak Whisnu, penyuluh pertanian yang mengajarkan siswa SD tentang cara menanam sayuran, menyampaikan tanggapannya mengenai kegiatan tersebut. Ia merasa sangat senang dan puas dengan antusiasme siswa selama proses belajar.

 

“Melihat semangat anak-anak saat belajar menanam sayuran sangat menggembirakan. Mereka sangat aktif dan penuh rasa ingin tahu, yang menunjukkan bahwa kegiatan ini benar-benar menarik bagi mereka,” ungkapnya dengan tersenyum.

 

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar secara praktis tentang pertanian.

“Menanam sayuran adalah salah satu cara terbaik untuk mengajarkan anak-anak tentang pentingnya pertanian dan ketahanan pangan. Dengan terlibat langsung, mereka bisa memahami proses dari menanam hingga merawat tanaman dengan lebih baik,” jelasnya.

 

Penyuluh pertanian, Bapak Whisnu, menjelaskan bahwa menanam sayuran di polybag tidak memerlukan lahan yang luas. Dengan polybag, siapa pun bisa berkebun, bahkan di halaman sempit atau teras rumah. Ia juga menekankan pentingnya memilih media tanam yang tepat, seperti campuran tanah, kompos, dan pupuk kandang, agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.

 

“Kegiatan menanam sayuran di polybag diawali dengan menyiapkan polybag yang telah diisi dengan media tanam. Setelah itu, bibit sayuran ditanam dengan membuat lubang kecil di media. Penyiraman harus dilakukan secara teratur, dan polybag harus diletakkan di tempat yang mendapatkan cukup sinar matahari, dan jangan lupa tambahkan pupuk kandang,” tambahnya lagi.

 

Sementara itu, setelah mengikuti kegiatan belajar menanam sayuran di polybag, para siswa SD Muhammadiyah Kemiri memberikan tanggapan positif dan antusias terhadap pengalaman baru yang mereka dapatkan.

Salah satu siswa, Gilang (11), mengungkapkan kegembiraannya,

"Aku senang sekali belajar menanam sayuran. Ternyata tidak sulit, tapi kita harus telaten menyiram dan merawat tanamannya. Aku ingin coba menanam di rumah juga, biar bisa panen sendiri."

 

Siswa lainnya, Gina (10), juga menyampaikan rasa puasnya setelah berhasil menanam kangkung.

"Asyik banget! Aku baru tahu kalau menanam bisa dilakukan di polybag dan tidak perlu lahan luas. Sekarang aku jadi tahu cara menanam yang benar dan bisa menanam di rumah."

 

Selain itu, Hanif (11), siswa kelas 5, mengaku mendapat pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga tanaman.

"Belajar menanam bikin aku sadar kalau merawat tanaman itu butuh perhatian. Aku jadi lebih menghargai tanaman dan juga tahu manfaat sayuran untuk kesehatan."

 

Para siswa merasa bahwa kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan pengetahuan baru yang bisa mereka praktikkan di rumah. Dengan bimbingan penyuluh pertanian, mereka belajar banyak tentang proses bercocok tanam dan manfaatnya bagi lingkungan serta kesehatan.

Para guru juga mendukung penuh kegiatan ini. Kegiatan menanam ini memberikan pengalaman edukatif yang tidak hanya bermanfaat secara akademis, tetapi juga dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab pada diri siswa. Anak-anak belajar tentang ketekunan dan pentingnya merawat tanaman. Ini juga mendekatkan mereka dengan alam, sehingga diharapkan mereka lebih peduli terhadap lingkungan di sekitar mereka.

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung