- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
SELEKSI BENIH SEBAGAI TREATMENT UNTUK MENDAPATKAN BENIH YANG BERKUALITAS
SELEKSI BENIH SEBAGAI TREATMENT UNTUK MENDAPATKAN BENIH YANG BERKUALITAS
Ketika membeli benih, petani seringkali mendapatkan kualitas benih padi yang kurang memuaskan. Benih yang disemai seringkali memiliki daya tumbuh yang kurang baik atau tidak seragam, padahal benih yang digunakan sudah berlabel dan juga bersertifikat, namun setelah ditanam hasilnya tetap kurang memuaskan.
Pertemuan Kelompok Tani Margo Mulyo Desa Loano, Kecamatan Loano, pada Hari Selasa (20/06/2023) yang dihadiri 20 petani dan 2 PPL membahas dan mempraktikkan seleksi benih. Benih merupakan salah satu komponen yang penting dalam budidaya padi. Sebelum melakukan persemaian, sebaiknya melakukan treatment benih atau perlakuan khusus untuk mendapatkan benih yang baik atau bernas. Treatment yang bisa dilakukan adalah dengan cara seleksi benih. Seleksi benih perlu dilakukan untuk memisahkan benih padi yang bernas dan hampa, selain itu seleksi benih juga bermanfaat sebagai perlakuan awal untuk meminimalisir tanaman padi terserang penyakit yang disebabkan oleh jamur yang terbawa oleh benih padi tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan petani untuk mendapatkan benih yang bernas adalah dengan melakukan seleksi benih padi menggunakan larutan garam. Benih yang bernas akan tenggelam dan yang hampa akan mengapung. Seleksi benih dimulai dari menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan, berikut alat dan bahan yang diperlukan :
- Ember
- Air
- Garam
- Telur
- Benih padi
Setelah alat dan bahan dipersiapkan maka kegiatan seleksi benih sudah bisa dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut :
- Isi ember dengan air 2 – 3 liter atau tergantung banyaknya benih yang digunakan
- Kemudian masukkan garam ke dalam air tersebut dan diaduk hingga garam terlarut
- Masukkan telur ayam ke dalam ember yang telah berisi larutan garam. Jika telur masih tenggelam maka tambahkan garam ke dalam air sambil terus diaduk hingga garam larut, lakukan sampai telur dalam air ini mengapung ke permukaan air dalam ember.
- Selanjutnya masukkan benih padi ke dalam larutan garam sambil terus diaduk
- Angkat benih padi yang mengapung
- Benih yang tenggelam segera ditiriskan, kemudian dibilas dengan air mengalir agar kandungan garamnya hilang. Benih padi yang sudah dibilas selanjutnya diperam selama 1 – 2 hari agar cepat berkecambah.
Seleksi benih padi dilakukan pada awal kegiatan budidaya tanaman padi sebagai pondasi utama untuk keberhasilan budidaya tanaman padi tahapan selanjutnya. Kedepannya, diharapkan petani mampu menyebarluaskan informasi tentang seleksi benih ini agar dilaksanakan oleh petani lainnya.
(Penulis: Fitri Ulfataeni, A.Md.P. – BPP Loano)






