Sekolah Lapang Sistem Jajar Legowo dan Pemupukan Berimbang

By DINPPKP 10 Jun 2021, 15:18:59 WIB Penyuluhan
Sekolah Lapang Sistem Jajar Legowo dan Pemupukan Berimbang

Purworejo – Kamis, 10 Juni 2021 petani di Kelurahan Sindurjan Kecamatan Purworejo yang tergabung dalam Kelompok Tani Maju Jaya mendapatkan Sekolah Lapang II dengan materi  Sistem Jajar Legowo dan Pemupukan Berimbang. Kegiatan SL ini merupakan bagian dari Program CSA-SIMURP TA.2021. Varietas padi yang ditanam adalah Situ Bagendit. Varietas ini termasuk varietas yang rendah emisi gas rumah kaca. Sistem tanam jajar legowo yang diterapkan adalah 2:1 dengan tanam per lubang 1-2 batang. Sistem jajar legowo memberikan banyak keuntungan. Yang pertama adalah memberikan lorong agar petani lebih leluasa dalam melakukan pemupukan dan pemeliharan. Yang kedua, dengan cara mengatur jarak tanam menjadi tanaman panggir diharapkan tanaman dapat tumbuh lebih optimal. Selain itu mampu memberikan sirkulasi udara dan pemanfaatan sinar matahari lebih optimal untuk pertanaman. Bibit yang ditanam adalah bibit usia muda (usia 13 hari). Penanaman dengan bibit muda dilakukan agar tanaman tidak mengalami stres dan cepat beradaptasi, penyerapaan unsur hara lebih efektif, meningkatkan jumlah anakan, dan mempercepat masa panen.

Pemupukan yang diterapkan adalah pemupukan berimbang. Pemupukan berimbang adalah pemberian pupuk ke dalam tanah untuk mencapai status semua hara esensial seimbang sesuai kebutuhan tanaman dan optimum untuk meningkatkan produksi dan mutu hasil, meningkatkan efisiensi pemupukan, meningkatkan kesuburan tanah serta menghindari pencemaran lingkungan. Jadi pemupukan berimbang merupakan pemenuhan hara yang berimbang dalam tanah, bukan berimbang dalam bentuk dan jenis pupuk. Cara yang dilakukan agar dapat melakukan pemupukan berimbang adalah dengan cara terlebih dahulu melakukan uji tanah dengan PUTS. Uji tanah dilakukan ketika tanah sedang dilakukan proses pengolahan, yaitu dengan cara mengambil sampel tanah kemudian diuji. Dari uji PUTS kita dapat memperoleh kadar N, P, K, dan pH dalam tanah. Setelah kita mendapatkan kadar hara kita dapat melihat tabel rekomendasi berapa banyak pupuk yang dibutuhkan.

Kegiatan SL ini didampingi oleh PPL Wibi Ibu Harini, Ibu Ardiyanti dan Ibu Vita selaku PPL Kecamatan Purworejo.

by. Vita Purwaning Hapsari, SP





Berita Purworejo

Counter Pengunjung