SEKOLAH LAPANG PADI : MEMBANGUN SISTEM PERTANIAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADI DI KECAMATAN BUTUH

By DINPPKP 26 Nov 2024, 13:35:27 WIB Penyuluhan

SEKOLAH LAPANG PADI : MEMBANGUN SISTEM PERTANIAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADI DI KECAMATAN BUTUH

                

 Sekolah Lapang merupakan bentuk sekolah yang seluruh proses belajar - mengajarnya dilakukan di lapangan, yakni dilaksanakan di lahan peserta dalam rangka peningkatan produksi. Sekolah Lapang (SL) adalah metode pembelajaran yang dilakukan di lapangan, terutama di lahan petani peserta.

Sekolah Lapang di Kecamatan Butuh dilaksanakan oleh 10 Kelompok Tani dari 10 Desa. Setiap kelompok tani mengirimkan 10 anggotanya untuk mengikuti kegiatan yang sudah disepakati dan dimusyawarahkan bersama. Agenda pertemuan yang akan dilaksanakan adalah sebanyak 6 kali yang dimulai dari sosialisasi dan diakhiri dengan FFD (Farm Field Day). Setiap pertemuan dilaksanakan tiap 2 minggu sekali.

SL padi bukan sekedar program pelatihan, melainkan sebuah gerakan nyata untuk menerapkan ilmu pertanian secara langsung di lapangan dengan metode pembelajaran yang interaktif dan partisipatif, sehingga petani dapat dengan mudah menyerap ilmu baru dan dapat mengaplikasikannya dalam kegiatan budidaya mereka. Dalam kegiatan SL, terjadi kolaborasi antara PPL, praktisi dari peserta dan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi sehingga tercapai pertanian berkelanjutan. Praktisi maupun petani pada saat kegiatan dapat menyampaikan mengenai berbagai masalah maupun pengalaman dalam menyelesaikan permasalahan dalam budidaya padi, bertukar pikiran dengan petani lain, mempraktekkan apa yang telah mereka dapatkan selama SL, dan juga dapat secara langsung belajar di lapangan.

Pada hari Senin, tanggal 25 November 2024 telah dilaksanakan pertemuan ke-4 untuk grup 4 yaitu di Desa Mangunjayan yang dihadiri oleh perwakilan poktan dari 4 poktan sebanyak 40 orang, PPL 6 orang, kemudian dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian 2 orang. Dalam sambutannya, Kabid Prasarana dan Penyuluhan Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Ari Sulistyani, S.TP, M.P., menyampaikan bahwa saat ini telah ada kerawanan pangan terutama di luar pulau Jawa, sehingga pemerintah mengadakan program cetak sawah baru dan juga petani milenial. Diharapkan dengan adanya program tersebut, akan ada peningkatan produktivitas terutama padi. Begitu pula dengan adanya SL, bertujuan sama yaitu peningkatan produktivitas padi.

Dalam kegiatan SL kali ini, narasumber menyampaikan tentang AWD (Alternate Wetting and Drying) dan pembuatan pestisida nabati. Selain memberikan teori AWD dan pestisida nabati, juga dilakukan praktek pembuatan pestisida nabati dengan bahan yang telah disiapkan oleh kelompok. Bahan yang disiapkan antara lain, sereh, daun mimba, lengkuas, buah maja, gadung dan brotowali. Sedangkan perekatnya memakai buah jipang. Harapannya dengan pengaplikasian pesnab, maka akan mengurangi ketergantungan petani dalam memakai pestisida kimiawi. Selain itu, diharapkan dengan adanya SL padi dengan pendekatan SL iklim, dapat meningkatkan pemahaman peserta tentang informasi iklim dan cara adaptasi terhadap perubahan iklim. Dengan demikian, para peserta SL dapat menerapkan pola tanam yang tepat.

              

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung