- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
SEKOLAH LAPANG PADI : MEMBANGUN SISTEM PERTANIAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADI DI KECAMATAN BUTUH
SEKOLAH LAPANG PADI : MEMBANGUN SISTEM PERTANIAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADI DI KECAMATAN BUTUH
Sekolah Lapang merupakan bentuk sekolah yang seluruh proses belajar
- mengajarnya dilakukan di lapangan, yakni dilaksanakan di lahan peserta dalam
rangka peningkatan produksi. Sekolah Lapang (SL) adalah metode pembelajaran
yang dilakukan di lapangan, terutama di lahan petani peserta.
Sekolah Lapang di Kecamatan Butuh dilaksanakan oleh 10 Kelompok Tani
dari 10 Desa. Setiap kelompok tani mengirimkan 10 anggotanya untuk mengikuti
kegiatan yang sudah disepakati dan dimusyawarahkan bersama. Agenda pertemuan
yang akan dilaksanakan adalah sebanyak 6 kali yang dimulai dari sosialisasi dan
diakhiri dengan FFD (Farm Field Day). Setiap pertemuan dilaksanakan tiap
2 minggu sekali.
SL padi bukan sekedar program pelatihan, melainkan sebuah gerakan
nyata untuk menerapkan ilmu pertanian secara langsung di lapangan dengan metode
pembelajaran yang interaktif dan partisipatif, sehingga petani dapat dengan mudah
menyerap ilmu baru dan dapat mengaplikasikannya dalam kegiatan budidaya mereka.
Dalam kegiatan SL, terjadi kolaborasi antara PPL, praktisi dari peserta dan
dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, kolaborasi ini bertujuan untuk
meningkatkan hasil produksi sehingga tercapai pertanian berkelanjutan. Praktisi
maupun petani pada saat kegiatan dapat menyampaikan mengenai berbagai masalah
maupun pengalaman dalam menyelesaikan permasalahan dalam budidaya padi, bertukar
pikiran dengan petani lain, mempraktekkan apa yang telah mereka dapatkan selama
SL, dan juga dapat secara langsung belajar di lapangan.
Pada hari Senin, tanggal 25 November 2024 telah dilaksanakan
pertemuan ke-4 untuk grup 4 yaitu di Desa Mangunjayan yang dihadiri oleh
perwakilan poktan dari 4 poktan sebanyak 40 orang, PPL 6 orang, kemudian dari
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian 2 orang. Dalam sambutannya, Kabid
Prasarana dan Penyuluhan Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian
Kabupaten Purworejo, Ari Sulistyani, S.TP, M.P., menyampaikan bahwa saat ini
telah ada kerawanan pangan terutama di luar pulau Jawa, sehingga pemerintah
mengadakan program cetak sawah baru dan juga petani milenial. Diharapkan dengan
adanya program tersebut, akan ada peningkatan produktivitas terutama padi. Begitu
pula dengan adanya SL, bertujuan sama yaitu peningkatan produktivitas padi.
Dalam kegiatan SL kali ini, narasumber menyampaikan tentang AWD (Alternate
Wetting and Drying) dan pembuatan pestisida nabati. Selain memberikan teori
AWD dan pestisida nabati, juga dilakukan praktek pembuatan pestisida nabati
dengan bahan yang telah disiapkan oleh kelompok. Bahan yang disiapkan antara
lain, sereh, daun mimba, lengkuas, buah maja, gadung dan brotowali. Sedangkan
perekatnya memakai buah jipang. Harapannya dengan pengaplikasian pesnab, maka
akan mengurangi ketergantungan petani dalam memakai pestisida kimiawi. Selain
itu, diharapkan dengan adanya SL padi dengan pendekatan SL iklim, dapat
meningkatkan pemahaman peserta tentang informasi iklim dan cara adaptasi terhadap
perubahan iklim. Dengan demikian, para peserta SL dapat menerapkan pola tanam
yang tepat.






