Sekolah Lapang Kelapa Berkah Tani Milenial Girigondo Tutup Kegiatan dengan Praktik Pestisida Nabati dan Perangkap Kumbang Badak

By DINPPKP 08 Mei 2026, 10:13:51 WIB Penyuluhan
Sekolah Lapang Kelapa Berkah Tani Milenial Girigondo Tutup Kegiatan dengan Praktik Pestisida Nabati dan Perangkap Kumbang Badak

Sekolah Lapang Kelapa Berkah Tani Milenial Girigondo Tutup Kegiatan dengan Praktik Pestisida Nabati dan Perangkap Kumbang Badak

 

Girigondo, Rabu 6 Mei 2026 – Kelompok Tani Berkah Tani Milenial Desa Girigondo menggelar pertemuan terakhir Sekolah Lapang (SL) Kelapa yang diikuti 25 peserta. Kegiatan hari ini fokus pada pengelolaan hama dan penyakit terpadu pada tanaman kelapa.  Materi disampaikan Petugas POPT Kecamatan Pituruh, Indra Dwi Gunawan. Ia menjelaskan hama dan penyakit utama tanaman kelapa, seperti kumbang badak Oryctes rhinoceros,kumbang sagu, penyakit busuk pucuk, busuk akar, dan busuk buah. Untuk setiap OPT, Indra menguraikan gejala serangan serta cara pengendalian ramah lingkungan, mulai dari sanitasi kebun, eradikasi hingga aplikasi agens hayati.

Acara dilanjut dengan praktik. Peserta dipandu membuat pestisida nabati berbahan daun mimba, serai, dan lengkuas untuk mengendalikan ulat dan kutu. Kemudian praktik pembuatan perangkap kumbang badak dari galon air mineral berisi feromon dan potongan nanas sebagai atraktan. Perangkap ini akan dipasang di titik rawan serangan kumbang di kebun petani. Untuk mengukur pemahaman, Aditya Suwandi memandu post test. Hasilnya jadi bahan evaluasi capaian belajar selama SL berlangsung.

Sesi berikutnya, 5 kelompok peserta memaparkan review materi SL dari pertemuan pertama hingga terakhir. Masing-masing kelompok menyampaikan poin penting yang sudah dipelajari dan kesan selama mengikuti SL. Sesi ini dipandu Koordinator BPP Pituruh Tri Surahmi, SP, dilanjut diskusi dan tanya jawab. Petani aktif bertanya terkait budidaya tanaman kelapa secara umum sampai dosis pestisida nabati dan jarak pemasangan perangkap kumbang badak.

Acara ditutup secara resmi oleh perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Solekhan. Ia berpesan agar ilmu dari SL langsung diterapkan di lahan masing-masing dan kelompok tetap semangat melanjutkan inovasi budidaya kelapa. Dengan berakhirnya SL ini, Kelompok Tani Berkah Tani Milenial diharapkan mampu mengelola kebun kelapa secara mandiri dengan prinsip PHT dan menekan biaya produksi lewat pemanfaatan bahan alami untuk pestisida dan pupuk.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung