- PEMBENTUKAN KELEMBAGAAN EKONOMI PETANI (KEP) KABUPATEN PURWOREJO: MENDORONG PETANI GIRIMULYO LEBIH MANDIRI, PROFESIONAL, DAN BERDAYA SAING
- DKPP PURWOREJO SOROTI HARGA GKG YANG TINGGI SAAT PANTAU STOK PANGAN DI PENGGILINGAN PADI
- Sosialisasi SIM-KESWAN: Bersama Wujudkan Ternak Sehat, Peternak Kuat!
- JAMIN KEAMANAN PANGAN, SAMPEL PANGAN SEGAR ASAL TUMBUHAN (PSAT) DARI DUA PASAR TRADISIONAL DI PURWOREJO DISISIR DAN DIUJI RAPID TEST
- Tim SUBALI SAPIRA Bergerak, Atasi Sapi Kelompok Tani yang Mengalami Kendala Reproduksi Sapi
- FFD PPHT PADI GAPOKTAN AGRO MULYO PURWOREJO SUKSES DIGELAR
- DKPP Purworejo Lakukan Verval Bantuan CPPD Bagi 50 KK Terdampak Puso di Cangkrep Lor
- DKPP PURWOREJO GANDENG FOUNDER RUMAH MOCAF INDONESIA DORONG POTENSI PEMASARAN TEPUNG MOCAF
- SHARING SESSION #2 UPT PUSKESWAN BERSAMA KTNA KECAMATAN GEBANG
- Evaluasi SL Tembakau KT Rukun Tani Gowong, Perkuat Kelembagaan dan Peran Petani
Distanak Jateng Laksanakan Monev GAP Tembakau di Desa Kambangan

Distanak Jateng Laksanakan Monev GAP Tembakau di Desa Kambangan
Kambangan, 4 Mei 2026 — Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Jawa Tengah melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan Good Agricultural Practices (GAP) komoditas tembakau di Kelompok Tani Makmur Tani, Desa Kambangan, Kecamatan Bruno, pada Senin (4/5).
Kegiatan monev ini dihadiri oleh tiga orang staf Distanak Provinsi Jawa Tengah serta dua orang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari BPP Kecamatan Bruno. Turut hadir Kepala Desa Kambangan, Amin Suroso, beserta ketua, pengurus, dan anggota Kelompok Tani Makmur Tani.
Dalam kesempatan tersebut, tim Distanak melakukan peninjauan langsung ke lahan tembakau serta berdialog dengan petani terkait penerapan standar budidaya yang baik, mulai dari pengolahan lahan, pemilihan bibit, pemupukan, hingga pengendalian hama dan penyakit.
Siti Suryani, SP dari Bidang Perkebunan Distanak Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa kegiatan monev ini bertujuan untuk memastikan penerapan GAP tembakau berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
“Melalui monitoring dan evaluasi ini, kami ingin melihat sejauh mana petani telah menerapkan prinsip-prinsip GAP dalam budidaya tembakau. Hal ini penting untuk meningkatkan kualitas hasil, produktivitas, serta daya saing tembakau di pasar,” ujar Siti Suryani.
Ia juga menambahkan bahwa pendampingan oleh penyuluh serta sinergi antara pemerintah dan kelompok tani menjadi kunci keberhasilan dalam penerapan GAP di tingkat lapangan.
Sementara itu, Kepala Desa Kambangan, Amin Suroso, menyambut baik kegiatan monev tersebut. Ia berharap adanya pembinaan berkelanjutan dari Distanak dapat meningkatkan kapasitas petani dan kesejahteraan masyarakat desa.
Ketua Kelompok Tani Makmur Tani juga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan dari pemerintah provinsi. Para petani berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan guna memberikan arahan teknis dan solusi atas berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.
Kegiatan monev ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara tim Distanak, penyuluh, dan para petani guna memperkuat pemahaman serta komitmen dalam penerapan GAP tembakau secara optimal.






