- RUMAH PANGAN KITA (RPK) DKPP PURWOREJO KEMBALI HADIR DI JUM’AT BERKAH
- Gerdal Penggerek Batang Tanaman Padi, Cegah Kerugian Petani Lebih Dalam
- Pastikan Calon Hewan Kurban yang Dikirim Ke Jabodetabek Sehat, DKPP laksanakan Pemeriksaan Kesehatan Hewan dan Vaksinasi PMK
- Temu Wicara Peternak Ayam Pedaging di Kalikalong, Loano
- Sekolah Lapang Kelapa Berkah Tani Milenial Girigondo Tutup Kegiatan dengan Praktik Pestisida Nabati dan Perangkap Kumbang Badak
- PENYERAHAN SIMBOLIS CPP ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026 OLEH BUPATI PURWOREJO
- Siap Kelola Kambing Kaligesing, 29 Kelompok Tani Ikuti Pembekalan Pradroping Hibah 2026
- PERCEPATAN PELAKSANAAN KEGIATAN PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI TERSIER APBN TA. 2026
- Distanak Jateng Laksanakan Monev GAP Tembakau di Desa Kambangan
- Sekolah Lapang Tembakau 2026 Resmi Dibuka, Petani Kambangan Siap Tingkatkan Kualitas dan Produktivitas
Ngirit, Sehat, Lan Mantep, Petani Loning Jajal Agensia Hayati

Ngirit, Sehat, Lan Mantep, Petani Loning Jajal Agensia Hayati
KEMIRI KEREN NEWS — Upaya mewujudkan pertanian ramah lingkungan terus digencarkan melalui kegiatan Sekolah Lapang Agensia Hayati yang digelar di Kelompok Tani Rekodoyo Tani, Desa Loning, Kecamatan Kemiri. Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran langsung bagi petani dalam mengenal serta menerapkan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) secara alami dan berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Selasa (5/5), diikuti dengan penuh antusias oleh para anggota kelompok tani. Hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator BPP Kecamatan Kemiri, Umul Khasunah, SP., MAP., perwakilan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Bapak Marimun, narasumber dari POPT Kecamatan Kemiri Bapak Sugiyo, serta PPL pendamping Wibi Whisnu Agung.
Dalam sambutannya, Koordinator BPP Kecamatan Kemiri, Umul Khasunah, menegaskan bahwa sekolah lapang ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata dalam mengubah pola pikir petani menuju pertanian yang lebih sehat.
“Sekolah lapang ini menjadi sarana belajar bersama. Kami ingin petani semakin paham bahwa pengendalian hama tidak harus selalu dengan bahan kimia. Agensia hayati adalah solusi yang lebih aman bagi lingkungan, kesehatan, dan juga lebih hemat biaya,” ungkapnya.
Perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Bapak Marimun, dalam arahannya juga menekankan pentingnya adaptasi petani terhadap perkembangan teknologi pertanian yang berkelanjutan.
“Ke depan, pertanian tidak hanya dituntut menghasilkan panen tinggi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan. Agensia hayati menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan hal tersebut,” ujarnya.
Hari pertama kegiatan difokuskan pada penyampaian materi teori. Narasumber POPT Kecamatan Kemiri, Bapak Sugiyo, memaparkan secara rinci mengenai konsep dasar agensia hayati, jenis-jenis mikroorganisme yang bermanfaat, hingga teknik pembuatan yang mudah diterapkan oleh petani.
“Sebenarnya agensia hayati itu dekat dengan kita. Banyak bahan yang tersedia di sekitar, tinggal bagaimana kita mengolahnya dengan benar dan konsisten menggunakannya,” jelasnya.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung di lapangan. Para peserta diajak membuat agensia hayati secara sederhana menggunakan bahan lokal, sekaligus mempraktikkan cara aplikasi yang tepat pada tanaman.
Suasana berlangsung interaktif. Petani tidak hanya melihat, tetapi juga terlibat langsung dalam setiap tahapan, mulai dari pencampuran bahan hingga teknik penyemprotan.
PPL Wibi Whisnu Agung menyampaikan bahwa pendampingan tidak berhenti pada kegiatan sekolah lapang saja.
“Kami akan terus melakukan monitoring dan pendampingan di lapangan, agar petani benar-benar bisa menerapkan dan merasakan manfaatnya. Harapannya, ini bisa menjadi kebiasaan baru dalam budidaya,” katanya.
Kegiatan ini juga menjadi ajang diskusi terbuka antarpetani. Berbagai pengalaman lapangan, kendala, hingga solusi dibahas bersama, sehingga tercipta pembelajaran yang saling menguatkan.
Dengan terselenggaranya Sekolah Lapang Agensia Hayati ini, diharapkan petani di Desa Loning mampu mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia, meningkatkan efisiensi biaya produksi, serta menjaga kesuburan tanah dan keseimbangan ekosistem.
Semangat petani yang tinggi dalam mengikuti kegiatan ini menjadi bukti bahwa transformasi menuju pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan bukanlah hal yang mustahil, melainkan langkah nyata yang sudah mulai dijalankan dari tingkat kelompok tani. Semoga.–






