- Dari Hibah Menjadi Aset Produktif, Sapi PO di Purworejo Mulai Berkembang dan Beranak
- Kepala Dinas DKPP Purworejo Monitoring Pembangunan Jalan Usaha Tani di Desa Jatiwangsan
- PEMBENTUKAN KELEMBAGAAN EKONOMI PETANI (KEP) KABUPATEN PURWOREJO: MENDORONG PETANI GIRIMULYO LEBIH MANDIRI, PROFESIONAL, DAN BERDAYA SAING
- DKPP PURWOREJO SOROTI HARGA GKG YANG TINGGI SAAT PANTAU STOK PANGAN DI PENGGILINGAN PADI
- Sosialisasi SIM-KESWAN: Bersama Wujudkan Ternak Sehat, Peternak Kuat!
- JAMIN KEAMANAN PANGAN, SAMPEL PANGAN SEGAR ASAL TUMBUHAN (PSAT) DARI DUA PASAR TRADISIONAL DI PURWOREJO DISISIR DAN DIUJI RAPID TEST
- Tim SUBALI SAPIRA Bergerak, Atasi Sapi Kelompok Tani yang Mengalami Kendala Reproduksi Sapi
- FFD PPHT PADI GAPOKTAN AGRO MULYO PURWOREJO SUKSES DIGELAR
- DKPP Purworejo Lakukan Verval Bantuan CPPD Bagi 50 KK Terdampak Puso di Cangkrep Lor
- DKPP PURWOREJO GANDENG FOUNDER RUMAH MOCAF INDONESIA DORONG POTENSI PEMASARAN TEPUNG MOCAF
RUBUHA: Solusi Ramah Lingkungan Atasi Hama Tikus di Watuduwur

*RUBUHA: Solusi Ramah Lingkungan Atasi Hama Tikus di Watuduwur*
______________
# Sutoyo : Penyuluh Pertanian, Pegiat Literasi dan Pemerhati Pertanian Berkelanjutan
# _CybersquadX_ BPP Bruno
# Bruno _Come Back on Fire_
______________
*Bruno, 10 Juni 2025* — Gerakan pengendalian hama tikus berbasis ekologi terus digaungkan di Kecamatan Bruno. Kali ini Kelompok Tani "Tani Jaya" Desa Watuduwur melakukan langkah konkret dengan pemasangan *RUBUHA* (Rumah Burung Hantu) sebagai bentuk nyata penerapan *Sistem Pertanian Ramah Lingkungan*.
Kegiatan ini berlangsung hangat dan partisipatif, diikuti oleh 16 anggota kelompok tani yang antusias menyambut pendekatan baru dalam pengendalian hama. Ketua Kelompok Tani, Muhyidin, menyampaikan bahwa upaya ini diharapkan menjadi alternatif pengendalian hama yang tidak merusak ekosistem dan tetap menjaga keseimbangan alam.
Koordinator PPL Kecamatan Bruno, Duwi Hartoto, S.ST menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan tema besar yang senantiasa diusung oleh BPP Kecamatan Bruno, yakni *Sistem Pertanian Berkelanjutan _(Sustainable Agriculture)_ . "Kami terus mendorong petani untuk berinovasi dalam pengendalian hama dan penyakit dengan cara-cara yang lebih bijak dan ramah lingkungan," ujarnya.
Sementara itu, Sugiyo Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), memberikan penjelasan menarik tentang peran penting burung hantu dalam rantai ekosistem. “Burung hantu, terutama jenis _Tyto alba,_ dikenal sangat efektif memangsa tikus. Satu ekor burung hantu dewasa bisa memakan hingga 5 ekor tikus per malam. Ini sangat membantu petani dalam mengurangi kerugian akibat serangan hama tikus, tanpa harus menggunakan racun yang bisa mencemari tanah dan air,” terangnya.
Aswin Barinto, SP, sebagai PPL pendamping desa Watuduwur memberi pesan penting kepada para petani agar benar-benar menjaga keberadaan RUBUHA. “RUBUHA ini adalah investasi jangka panjang. Harus kita rawat bersama, agar burung hantu merasa aman dan betah bersarang di sini,” ujarnya.
Pemasangan RUBUHA ini bukan sekadar kegiaran seremoni, melainkan langkah awal menuju perubahan paradigma: dari pertanian berbasis bahan kimia menuju pertanian yang bersahabat dengan alam. Diharapkan inisiatif ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di wilayah Bruno untuk menempuh jalan serupa.
Dengan kolaborasi antara petani, penyuluh, dan petugas teknis lapangan, sistem pertanian berkelanjutan di Kecamatan Bruno perlahan namun pasti menemukan bentuk nyatanya—berawal dari rumah kecil untuk burung hantu.
______________






