- Seleksi Perdana Hibah Domba Dimulai, DKPP Purworejo Pastikan Ternak Berkualitas Siap Disalurkan
- PEMERIKSAAN KUALITAS DAN KUANTITAS BANTUAN PANGAN BERAS PERIODE BULAN JULI-SEPTEMBER 2026 DI GUDANG BULOG BUTUH
- Kunjungi Kelompok Tani Makaryo Wonosari, Ditjen Hortikultura Bersama DKPP dan PPL Lakukan Verifikasi CPCL
- GERAKAN PANGAN MURAH KEMBALI MERIAHKAN ALUN-ALUN PURWOREJO DALAM RANGKAIAN KEGIATAN GEMAR TAHUN 2026
- Mendukung Mutu Benih Tembakau: DKPP Purworejo Bersama BPSB Jawa Tengah Lakukan Pemeriksaan Lapangan di Desa Rowobayem
- DKPP Purworejo Pastikan Kualitas Hibah Sejak Awal Melalui Seleksi Ketat Kambing Jawa Randu
- Tingkatkan Akurasi Data Hasil Panen, DKPP Purworejo Bersama PPL dan Pemdes Kesugihan Gelar Kegiatan Ubinan Padi
- Bimbingan Teknis Program Subali Sapira Tingkatkan Pengetahuan Peternak Sapi di Desa Kedungpomahan Kulon Kecamatan Kemiri
- Gerdal OPT Tanaman Tembakau di Pacekelen Purworejo
- Tim UPT Puskeswan Sosialisasikan SIMKESWAN dan Laksanakan Pelayanan Kesehatan Hewan di 51Farm Karangsari
RUBUHA: Solusi Ramah Lingkungan Atasi Hama Tikus di Watuduwur

*RUBUHA: Solusi Ramah Lingkungan Atasi Hama Tikus di Watuduwur*
______________
# Sutoyo : Penyuluh Pertanian, Pegiat Literasi dan Pemerhati Pertanian Berkelanjutan
# _CybersquadX_ BPP Bruno
# Bruno _Come Back on Fire_
______________
*Bruno, 10 Juni 2025* — Gerakan pengendalian hama tikus berbasis ekologi terus digaungkan di Kecamatan Bruno. Kali ini Kelompok Tani "Tani Jaya" Desa Watuduwur melakukan langkah konkret dengan pemasangan *RUBUHA* (Rumah Burung Hantu) sebagai bentuk nyata penerapan *Sistem Pertanian Ramah Lingkungan*.
Kegiatan ini berlangsung hangat dan partisipatif, diikuti oleh 16 anggota kelompok tani yang antusias menyambut pendekatan baru dalam pengendalian hama. Ketua Kelompok Tani, Muhyidin, menyampaikan bahwa upaya ini diharapkan menjadi alternatif pengendalian hama yang tidak merusak ekosistem dan tetap menjaga keseimbangan alam.
Koordinator PPL Kecamatan Bruno, Duwi Hartoto, S.ST menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan tema besar yang senantiasa diusung oleh BPP Kecamatan Bruno, yakni *Sistem Pertanian Berkelanjutan _(Sustainable Agriculture)_ . "Kami terus mendorong petani untuk berinovasi dalam pengendalian hama dan penyakit dengan cara-cara yang lebih bijak dan ramah lingkungan," ujarnya.
Sementara itu, Sugiyo Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), memberikan penjelasan menarik tentang peran penting burung hantu dalam rantai ekosistem. “Burung hantu, terutama jenis _Tyto alba,_ dikenal sangat efektif memangsa tikus. Satu ekor burung hantu dewasa bisa memakan hingga 5 ekor tikus per malam. Ini sangat membantu petani dalam mengurangi kerugian akibat serangan hama tikus, tanpa harus menggunakan racun yang bisa mencemari tanah dan air,” terangnya.
Aswin Barinto, SP, sebagai PPL pendamping desa Watuduwur memberi pesan penting kepada para petani agar benar-benar menjaga keberadaan RUBUHA. “RUBUHA ini adalah investasi jangka panjang. Harus kita rawat bersama, agar burung hantu merasa aman dan betah bersarang di sini,” ujarnya.
Pemasangan RUBUHA ini bukan sekadar kegiaran seremoni, melainkan langkah awal menuju perubahan paradigma: dari pertanian berbasis bahan kimia menuju pertanian yang bersahabat dengan alam. Diharapkan inisiatif ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di wilayah Bruno untuk menempuh jalan serupa.
Dengan kolaborasi antara petani, penyuluh, dan petugas teknis lapangan, sistem pertanian berkelanjutan di Kecamatan Bruno perlahan namun pasti menemukan bentuk nyatanya—berawal dari rumah kecil untuk burung hantu.
______________






