- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
RODENTISIDA NABATI SEBAGAI SOLUSI PENGENDALIAN HAMA TIKUS PADA PADI

RODENTISIDA NABATI SEBAGAI SOLUSI PENGENDALIAN HAMA TIKUS PADA PADI
Berdasarkan pengamatan Penyuluh Pertanian dan POPT Kecamatan Bruno, hamparan sawah di Blok Crogol Desa Brunosari dan Desa Puspo terserang hama tikus yang cukup parah sehingga menyebabkan gagal panen selama beberapa musim tanam.
Kamis (26/01) bertempat di Desa Puspo, gabungan petani dari 2 desa melakukan pembuatan rodentisida nabati bersama sebagai bentuk pengendalian tikus di wilayah Desa Puspo dan Desa Brunosari.
“Sebelum membicarakan pembuatan rodentisida nabati untuk hama tikus, kita harus paham betul karakter tikus itu seperti apa sehingga langkah pengendalian yang diambil tepat” Ujar Pujo, POPT Kecamatan Bruno.
Langkah-langkah dalam pencegahan dan pengendalian hama tikus, diantaranya :
- Gropyokan
- Emposan
- Perangkap tikus
- Musuh alami, dan
- Racun pakan (rodentisida nabati)
Rodentisida adalah salah satu jenis pestisida berdasarkan organisme target sasaran yang digunakan untuk membunuh hama pengerat tanaman terutama tikus. Rodentisida nabati adalah suatu rodentisida yang terbuat dari bahan-bahan alami, misalnya tanaman atau tumbuhan yang ada disekitar yang diolah dengan menggunakan campuran bahan alami lainnya yang berfungsi sebagai alternatif pengusir hama.
Bahan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan rodentisida nabati mudah ditemukan disekitar petani, diantaranya : Dedak (1kg), Kulit Kamboja (1kg) / Umbi Gadung (1kg), Ikan Asin (0,2kg), dan ragi (12 keping), serta nasi/tepung kanji yang sudah dicairkan sebagai perekat (opsional). Semua bahan ditumbuk dan dicampurkan kemudian di cetak. Setelah dicetak dan dibentuk pellet, dijemur dan dapat digunakan.
“Rodentisida nabati tidak boleh langsung diaplikasikan, agar tikus terjebak, pada hari pertama dan kedua, umpan tikus yang diberikan adalah umpan yang tidak beracun, pada hari ketiga umpan diganti dengan rodentisida nabati yang beracun. ” tambah Pujo, POPT Kecamatan Bruno.
Pengirim : Musti Widya (BPP Kecamatan Bruno)






