- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Reorganisasi KTNA dan Sosialisasi Mekanisme Pelayanan BBM Subsidi Menjadi Agenda di Awal 2025

Reorganisasi
KTNA dan Sosialisasi Mekanisme Pelayanan BBM Subsidi Menjadi Agenda di Awal
2025
Musim tanam (MT) I padi saat ini sudah berjalan, berbagai macam dinamika
terjadi di tingkat desa dan petani, mulai dari rencana tanam hingga prasarana
dan sarana pertanian. Kehadiran KTNA menjadi penting di tengah petani, mengingat KTNA merupakan organisasi masyarakat petani sebagai
wadah musyawarah petani dan sebagai mitra kerja pemerintah dalam pembangunan
pertanian.
Kamis, 16 Januari 2025 diadakan pertemuan KTNA Kecamatan Butuh di Pendopo
Kecamatan Butuh dalam rangka reorganisasi pengurus dan sosialisasi mekanisme
pelayanan BBM subsidi untuk sektor pertanian. Reorganisasi dilakukan dalam
upaya regenerasi kepengurusan serta pengaktifan kembali untuk bisa lebih
menghidupkan pertemuan dalam rangka diskusi dan musyawarah pertanian serta
langkah-langkah yang perlu diambil dalam usaha tani pertanian. Reorganisasi
pengurus KTNA telah mendapat persetujuan dari pengurus lama dan terpilihlah
pengurus baru dengan Sdr. Budi Sarono dari Desa Kedungagung sebagai Ketua KTNA
yang baru. Dengan terbentuknya kepengurusan KTNA yang baru diharapkan kegiatan
pertanian di Kecamatan Butuh dapat lebih terkoordinasi dan selaras.
Sementara itu, sosialisasi mekanisme BBM subsidi untuk pertanian menjadi
agenda selanjutnya setelah reorganisasi KTNA. Kendala pelayanan BBM subsidi
untuk pertanian tengah menjadi isu hangat di tingkat Desa dan petani. Mulai
2025 ini, SPBU sudah tidak lagi melayani pembuatan barcode untuk BBM
subsidi yang diperuntukkan untuk usaha pertanian. Kini, barcode BBM
subsidi diterbitkan oleh Dinas-dinas terkait sesuai jenis usaha yang diusulkan,
untuk Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian hanya melayani usulan untuk alat dan
mesin pertanian serta pemanas kandang ternak. Alurnya adalah petani mengusulkan
ke BPP melalui PPL wibi masing-masing yang selanjutnya PPL akan memverifikasi
usulan tersebut. Setelah dilakukan verifikasi barulah usulan diproses untuk
bisa diterbitkan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Adapun berkas
usulannya adalah surat permohonan rekomendasi, surat keterangan spek
alat/mesin, fotokopi KTP pengusul, foto alat/mesin yang diusulkan, dan foto
nomor mesin dari alat/mesin yang diusulkan. Masa berlaku barcode yang
dikeluarkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian adalah 3 bulan dengan
perpanjangan masa berlaku paling lambat diurus 5 hari sebelum masa berlaku
habis. Segala bentuk informasi yang telah disampaikan dapat diterima dengan
baik oleh petani dan harapannya pula dapat disikapi dan ditindaklanjuti dengan
baik.
Penulis: Jivana Zulfi, S.P.






