- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
RENCANAKAN KEGIATAN PENYULUHAN, BPP NGOMBOL LAKUKAN PENYUSUNAN PROGRAMA TAHUN 2025

RENCANAKAN
KEGIATAN PENYULUHAN, BPP NGOMBOL LAKUKAN PENYUSUNAN PROGRAMA TAHUN 2025
Programa penyuluhan
pertanian adalah rencana tentang kegiatan penyuluhan pertanian yang memadukan
aspirasi petani dan masyarakat pertanian dengan potensi wilayah dan program
pembangunan pertanian yang menggambarkan keadaan sekarang, tujuan yang ingin
dicapai, masalah-masalah dan alternatif pemecahannya, serta cara mencapai
tujuan yang disusun secara partisipatif, sistematis, dan tertulis setiap tahun.
Pada Hari Selasa, 3
Desember 2024 bertempat di GOR Watu Aji Desa Kembangkuning dilaksanakan
penyusunan Programa tingkat Kecamatan Ngombol. Hadir dalam acara ini, DKPP
Kabupaten Purworejo, Camat Ngombol, Kapolsek Ngombol, Danramil Ngombol, PPL dan
POPT Kecamatan Ngombol, Ketua KTNA Kec Ngombol dan perwakilan ketua kelompok
tani di Kecamatan Ngombol sejumlah 50 orang.
Dalam sambutannya,
Woro selaku Koordinator PPL Kecamatan Ngombol menyampaikan ucapan selamat
datang dan terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir serta mohon
bantuannya untuk memberikan masukan, saran dan arahan bagi penyusunan Programa
Tahun 2025. “Dalam rangka mendukung program nasional pertanian, Balai Penyuluhan Kecamatan Ngombol
berkomitmen untuk meningkatkan kualitas
dan kuatitas penyuluhan guna mewujudkan sumberdaya manusia pelaku utama dan
pelaku usaha yang profesional dan
tangguh, tentu saja itu semua membutuhkan dukungan, masukan saran dari petani
sebagai pelaku utama dalam kegiatan budidaya pertanian”, tambahnya.
Kepala Dinas
Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo yang diwakili Suyudiyono
menyampaikan bahwa Programa Penyuluhan Pertanian merupakan rencana strategis
yang harus disusun oleh BPP untuk pedoman PPL menyusun Rencana Kerja Tahunan
Penyuluh. “Programa merupakan bahan penyusunan perencanaan penyuluhan para
penyuluh di wibi untuk disampaikan dalam forum musyawarah rencana pembangunan
pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan tahun berikutnya”, tambahnya.
Dilanjutkan pemaparan
draf Programa oleh Koordinator PPL Kecamatan Ngombol yang menyampaikan
penjelasan Programa, tujuan penyusunan, unsur, tahapan, keadaan, potensi sumber
daya alam dan sumber daya manusia, masalah dan upaya mencapai tujuan beserta
matriksnya. “Ngombol merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Purworejo yang
memiliki potensi luar biasa di bidang pertanian dan sumber daya manusia yang
handal, dengan luasan lahan 3.425 Ha lahan sawah yang ditanami padi secara
terus menerus serta lahan kering 700 an hektar yang ditanami tanaman
hortikultura dan perkebunan menjadikan Ngombol lumbung pangan Purworejo”.
Dengan potensi tersebut didukung mayoritas penduduk sebagai petani, cuaca dan
iklim yang cocok untuk pertumbuhan tanaman menjadikan Ngombol memiliki potensi
untuk terus meningkatkan produktivitas tanaman.
Beberapa identifikasi
masalah yang ditemukan adalah :
• Masih
ditemukan lahan bero pada Musim Tanam III
• Minimnya
penerapan tanam jajar legowo
• Pemupukan
organik dan pemanfaatan jerami belum maksimal
• Budidaya
tanaman secara organik masih rendah
• Pengendalian
OPT ramah lingkungan masih rendah
• Pemanfaatan
tanah pekarangan belum maksimal
• Administrasi
kelompok tani, rencana usaha, pertemuan rutin, jejaring kemitraan belum lengkap
serta minim modal/kas kelompok
Woro menambahkan cara
mencapai tujuan yang diajukan adalah sebuah sistem atau urutan-urutan yang
harus dilakukan untuk mencapai tujuan, bagaimana caranya, siapa yang melakukan,
siapa sasarannya, di mana, kapan, berapa biayanya dan hasil apa yang akan
dicapai setelah mampu memecahkan masalah yang dihadapi. Untuk merumuskan cara
mencapai tujuan tersebut, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
• Tingkat
kemampuan (pengetahuan,ketrampilan dan sikap) pelaku utama dan pelaku usaha.
• Ketersediaan
teknologi dan kemampuan menyerap atau mengadopsi sarana dan prasarana, serta sumber
daya lain yang mendukung kegiatan penyuluhan pertanian.
• Tingkat
kemampuan pengetahuan, ketrampilan dan sikap (PKS) penyuluh pertanian pangan
kelautan dan perikanan.
• Situasi
lingkungan fisik dan sosial budaya yang ada.
• Alokasi
pembiayaan yang tersedia.
Acara dilanjutkan
dengan diskusi dan tanya jawab memberi kesempatan kepada peserta untuk memberi
masukan tterhadap isi draf Programa yang telah dipaparkan. Kun Taufik Ali Akbar
menyampaikan usulan untuk mengaktifkan KEP (Kelembagaan Ekonomi Petani)
Kecamatan Ngombol sehingga menjadi kekuatan untuk menampung aspirasi dan
membantu menyalurkan hasil panen produk pertanian dengan harga yang lebih layak
mengingat komoditas pertanian saat ini harganya sedang anjlok. Selain itu juga
mengusulkan adanya pelatihan dari tingkat Kabupaten untuk meningkatkan
pengetahuan, sikap dan ketrampilan petani sehingga kesejahteraan meningkat.
Parwadi Ketua
Kelompok Tani Sido Makmur Desa Pagak menyampaikan usulan agar sawah yang berada
di daerah selatan untuk diperhatikan dan salah satu permasalahan yang dihadapi
petani adalah tentang alam yang tidak bisa dipungkiri sangat mempengaruhi
jadwal tanam, pertumbuahan dan semakin berkembangnya OPT pada tanaman yang
diusahakan. Bandar dari Desa Pagak menanyakan varietas padi yang tahan salin
agar disosialisasikan dan berharap dari Pemerintah memberikan bantuan benih
sehingga petani daerah selatan dapat menikmati panen padi dengan baik dan
lancar. Bandar juga menyoroti limbah udang yang beimbas ke lahan pertanian
menjadi kurang subur.
Menanggapi yang
disampaikan para peserta, Adi Pawoko selaku Camat Ngombol menyampaikan bahwa
pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan perwakilan Kepala Desa di
Kecamatan Ngombol untuk menyampaikan permasalahan saluran sungai yang menjadi
kewenangan BBWS untuk selanjutnya bersama-sama menyampaikan aspirasi dan usulan
tersebut langsung ke BBWS dalam waktu dekat. “Semoga ikhtiar dari kita semua
terkait permasalah sungai yang berada di daerah Ngombol Selatan, tengah dan
utara mendapatkan hasil yang menyenangkan sehingga pertanian di Ngombol dapat
lebih maju dan lancar untuk mewujudkan
ketahanan pangan", tutupnya.
DISUSUN OLEH : BAKTI WORO HARYANTI (PPL NGOMBOL)






