RENCANAKAN KEGIATAN PENYULUHAN, BPP NGOMBOL LAKUKAN PENYUSUNAN PROGRAMA TAHUN 2025

By DINPPKP 10 Des 2024, 15:13:08 WIB Penyuluhan
RENCANAKAN KEGIATAN PENYULUHAN, BPP NGOMBOL LAKUKAN PENYUSUNAN PROGRAMA TAHUN 2025

RENCANAKAN KEGIATAN PENYULUHAN, BPP NGOMBOL LAKUKAN PENYUSUNAN PROGRAMA TAHUN 2025

 

Programa penyuluhan pertanian adalah rencana tentang kegiatan penyuluhan pertanian yang memadukan aspirasi petani dan masyarakat pertanian dengan potensi wilayah dan program pembangunan pertanian yang menggambarkan keadaan sekarang, tujuan yang ingin dicapai, masalah-masalah dan alternatif pemecahannya, serta cara mencapai tujuan yang disusun secara partisipatif, sistematis, dan tertulis setiap tahun.

Pada Hari Selasa, 3 Desember 2024 bertempat di GOR Watu Aji Desa Kembangkuning dilaksanakan penyusunan Programa tingkat Kecamatan Ngombol. Hadir dalam acara ini, DKPP Kabupaten Purworejo, Camat Ngombol, Kapolsek Ngombol, Danramil Ngombol, PPL dan POPT Kecamatan Ngombol, Ketua KTNA Kec Ngombol dan perwakilan ketua kelompok tani di Kecamatan Ngombol sejumlah 50 orang.

Dalam sambutannya, Woro selaku Koordinator PPL Kecamatan Ngombol menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir serta mohon bantuannya untuk memberikan masukan, saran dan arahan bagi penyusunan Programa Tahun 2025. “Dalam rangka mendukung program nasional pertanian,  Balai Penyuluhan Kecamatan Ngombol berkomitmen  untuk meningkatkan kualitas dan kuatitas penyuluhan guna mewujudkan sumberdaya manusia pelaku utama dan pelaku  usaha yang profesional dan tangguh, tentu saja itu semua membutuhkan dukungan, masukan saran dari petani sebagai pelaku utama dalam kegiatan budidaya pertanian”, tambahnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo yang diwakili Suyudiyono menyampaikan bahwa Programa Penyuluhan Pertanian merupakan rencana strategis yang harus disusun oleh BPP untuk pedoman PPL menyusun Rencana Kerja Tahunan Penyuluh. “Programa merupakan bahan penyusunan perencanaan penyuluhan para penyuluh di wibi untuk disampaikan dalam forum musyawarah rencana pembangunan pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan tahun berikutnya”, tambahnya.

Dilanjutkan pemaparan draf Programa oleh Koordinator PPL Kecamatan Ngombol yang menyampaikan penjelasan Programa, tujuan penyusunan, unsur, tahapan, keadaan, potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia, masalah dan upaya mencapai tujuan beserta matriksnya. “Ngombol merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Purworejo yang memiliki potensi luar biasa di bidang pertanian dan sumber daya manusia yang handal, dengan luasan lahan 3.425 Ha lahan sawah yang ditanami padi secara terus menerus serta lahan kering 700 an hektar yang ditanami tanaman hortikultura dan perkebunan menjadikan Ngombol lumbung pangan Purworejo”. Dengan potensi tersebut didukung mayoritas penduduk sebagai petani, cuaca dan iklim yang cocok untuk pertumbuhan tanaman menjadikan Ngombol memiliki potensi untuk terus meningkatkan produktivitas tanaman.

Beberapa identifikasi masalah yang ditemukan adalah :

      Masih ditemukan lahan bero pada Musim Tanam III

      Minimnya penerapan tanam jajar legowo

      Pemupukan organik dan pemanfaatan jerami belum maksimal

      Budidaya tanaman secara organik masih rendah

      Pengendalian OPT ramah lingkungan masih rendah

      Pemanfaatan tanah pekarangan belum maksimal

      Administrasi kelompok tani, rencana usaha, pertemuan rutin, jejaring kemitraan belum lengkap serta minim modal/kas kelompok

Woro menambahkan cara mencapai tujuan yang diajukan adalah sebuah sistem atau urutan-urutan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan, bagaimana caranya, siapa yang melakukan, siapa sasarannya, di mana, kapan, berapa biayanya dan hasil apa yang akan dicapai setelah mampu memecahkan masalah yang dihadapi. Untuk merumuskan cara mencapai tujuan tersebut, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

      Tingkat kemampuan (pengetahuan,ketrampilan dan sikap) pelaku utama dan pelaku usaha.

      Ketersediaan teknologi dan kemampuan menyerap atau mengadopsi sarana dan prasarana, serta sumber daya lain yang mendukung kegiatan penyuluhan pertanian.

      Tingkat kemampuan pengetahuan, ketrampilan dan sikap (PKS) penyuluh pertanian pangan kelautan dan perikanan.

      Situasi lingkungan fisik dan sosial budaya yang ada.

      Alokasi pembiayaan yang tersedia.

Acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab memberi kesempatan kepada peserta untuk memberi masukan tterhadap isi draf Programa yang telah dipaparkan. Kun Taufik Ali Akbar menyampaikan usulan untuk mengaktifkan KEP (Kelembagaan Ekonomi Petani) Kecamatan Ngombol sehingga menjadi kekuatan untuk menampung aspirasi dan membantu menyalurkan hasil panen produk pertanian dengan harga yang lebih layak mengingat komoditas pertanian saat ini harganya sedang anjlok. Selain itu juga mengusulkan adanya pelatihan dari tingkat Kabupaten untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan petani sehingga kesejahteraan meningkat.

Parwadi Ketua Kelompok Tani Sido Makmur Desa Pagak menyampaikan usulan agar sawah yang berada di daerah selatan untuk diperhatikan dan salah satu permasalahan yang dihadapi petani adalah tentang alam yang tidak bisa dipungkiri sangat mempengaruhi jadwal tanam, pertumbuahan dan semakin berkembangnya OPT pada tanaman yang diusahakan. Bandar dari Desa Pagak menanyakan varietas padi yang tahan salin agar disosialisasikan dan berharap dari Pemerintah memberikan bantuan benih sehingga petani daerah selatan dapat menikmati panen padi dengan baik dan lancar. Bandar juga menyoroti limbah udang yang beimbas ke lahan pertanian menjadi kurang subur.

Menanggapi yang disampaikan para peserta, Adi Pawoko selaku Camat Ngombol menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan perwakilan Kepala Desa di Kecamatan Ngombol untuk menyampaikan permasalahan saluran sungai yang menjadi kewenangan BBWS untuk selanjutnya bersama-sama menyampaikan aspirasi dan usulan tersebut langsung ke BBWS dalam waktu dekat. “Semoga ikhtiar dari kita semua terkait permasalah sungai yang berada di daerah Ngombol Selatan, tengah dan utara mendapatkan hasil yang menyenangkan sehingga pertanian di Ngombol dapat lebih maju dan lancar untuk mewujudkan ketahanan pangan", tutupnya.

DISUSUN OLEH : BAKTI WORO HARYANTI (PPL NGOMBOL)





Berita Purworejo

Counter Pengunjung