- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
- Pemantauan Harga Bahan Pokok Penting Pasca HBKN Idul Fitri 1447H
REMBUG TANI DESA PASARANOM

REMBUG TANI DESA PASARANOM
Pada hari senin 1 Desember 2025 pemerintah desa Pasaranom melakukan kegiatan rembug tani yang penyelenggaraannya berasal dari dana desa. Melalui kegiatan rembug tani ini diharapkan mampu menjembatani permasalahan permasalahan yang ada di tingkat petani. Pertemuan ini dihadiri oleh narasumber dari BPP Grabag, DKPP Kab.Purworejo, Babinsa dan perwakilan dari pengurus kelompoktani serta gapoktan yang ada di Pasaranom, ada Kelompoktani Gadingmulyo, Gadingpasar, Gadingrejo dan juga Gading Klenton, serta Gapoktan Sarung Jagung. Wasono selaku kades Pasaranom menyampaikan harapannya bahwa masyarakat yang hampir 80 % penduduknya adalah petani berharap kedepan pertanian dapat menjadi jalan menuju kesejahteraan warganya. Selaras apa yang disampaikan oleh Sri Lastuti, SP selaku perwakilan DKPP yang hadir pada pertemuan ini bahwa pemerintah saat ini sedang gencar mewujudkan program swasembada pangan. Banyak kebijakan kebijakan yang dikeluarkan seperti Inpres 6 tahun 2025 tentang ketahanan pangan nasional dan kemandirian pangan, peraturan menteri pertanian, peraturan kepala badan pangan nasional dan peraturan peraturan lain yang mendukung sebagai aturan pelaksanaannya untuk mengimplementasikan program tersebut., dengan tujuan utama adalah meningkatkan kesejahteraan petani. Oleh karenanya mari kita semua saling bahu membahu untuk mendukung dan mewujudkan program swasembada yang sudah dicanangkan tersebut, ujarnya.
Pada pertemuan ini banyak hal yang muncul sebagai permasalahan nyata yang dirasakan dimasyarakat petani, antara lain kebutuhan alsintan besar untuk mempercepat proses pengolahan tanah baik untuk tanaman pangan maupun hortikultura, pemerataan bantuan bantuan baik alsintan dan lainnya yang ada di dinas pertanian bagi kelompoktani yang sudah terdaftar, permasalahan pengendalian hama penyakit terutama pada tanaman hortikultura cabai serta papaya. Perlu diketahui bahwa tanaman papaya pada masa dahulu menjadi ikon diwilayah selatan dan menjadi sumber penghasilan petani yang cukup menjanjikan. Saat ini budidaya papaya sangat sulit untuk dikembangkan mengingat tantangan hama dan penyakit yang sulit dikendalikan, berharap dinas dapat memfasilitasi untuk melakukan pengecekan tanah ataupun hal apa yang menjadi penyebab utama tanaman pepaya ini sulit untuk dibudidayakan kembali.






