RAPAT PENYAMPAIAN HASIL ANALISIS PETA KETAHANAN DAN KERENTANAN (FSVA) KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2024

By DINPPKP 25 Sep 2024, 15:24:42 WIB Penyuluhan

RAPAT PENYAMPAIAN HASIL ANALISIS PETA KETAHANAN DAN KERENTANAN (FSVA) KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2024

 

Penyusunan FSVA dilakukan setiap tahunnya dan merupakan salah satu instrumen untuk mengetahui angka prioritas kerentanan pangan sampai ke level desa. Penyusunan FSVA ini dilakukan dengan berkoordinasi dengan berbagai instansi, diantaranya Dinas Kesehatan, Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan KB, Bappedalitbang, dan Badan Pusat Statistik. Rakor pertama dilakukan di bulan Juli untuk koordinasi awal dan penyampaian SK Penyusun FSVA, Rakor kedua dilakukan pada bulan Agustus untuk kesepakatan data mana yang akan dipakai dan rakor terakhir dilakukan di bulan September untuk penyampaian hasil analisis FSVA. Penyampaian hasil analisis FSVA dilakukan di RM Bebek Goreng Dargo dengan mengundang 16 Kecamatan dan Koordinator PPL se-Kabupaten Purworejo, dimana dalam rapat ini akan dibahas hasil analisis FSVA dan dibahas apakah sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (FSVA) merupakan peta tematik yang menggambarkan dimana dan mengapa suatu daerah dikategorikan rentan rawan pangan, dan peta FSVA ini merupakan salah satu indikator kinerja Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, dimana dengan adanya FSVA dapat diketahui daerah mana yang menjadi prioritas untuk sasaran pengentasan kerawanan pangan dan gizi.

FSVA disusun tingkat Provinsi dan Kabupaten, adapun terdapat indikator dalam penyusunan FSVA Kabupaten antara lain mencakup;

a. Aspek Ketersediaan Pangan (meliputi, rasio luas baku lahan pertanian terhadap jumlah penduduk desa dan rasio jumlah sarana prasarana penyedia pangan terhadap jumlah rumah tangga)

b. Aspek Akses Pangan (meliputi, rasio penduduk dengan tingkat kesejahteraan terendah terhadap julah penduduk dan desa yang tidak memiliki akses penghubung yang memadai)

c.  Aspek Pemanfaatan Pangan (meliputi, rasio jumlah rumah tangga tanpa air bersih terhadap jumlah rumah tangga dan rasio jumlah penduduk desa per tenaga kesehatan terhadap jumlah kepadatan penduduk)

Data berasal dari lintas OPD terkait, seperti data Podes 2023 untuk menghitung jumlah sarana prasarana penyedia pangan dan data desa yang tidak memiliki akses penghubung yang memadai, data BPS dan pusdatin kementan untuk mengetahui data luas lahan pertanian, data P3KE untuk mengetahui data jumlah penduduk dengan tingkat kesejahteraan rendah, data dari Bappedalitbang untuk mengetahui jumlah rumah tangga tanpa air bersih, dan data dari Dinas Kesehatan untuk mengetahui jumlah tenaga kesehatan.

Tingkat kerentanan pangan dalam suatu wilayah desa, untuk warna hijau menunjukkan angka prioritas komposit 4 - 6, semakin hijau warnanya maka desa tersebut semakin tahan pangan, dan warna pink menunjukkan angka prioritas komposit 1 - 3 semakin tua warna pinknya maka desa tersebut semakin rentan pangan.

Untuk daerah dengan angka prioritas 2 terdapat 9 (1,82%) wilayah yang tersebar di 7 kecamatan, sedangkan angka prioritas 3 terdapat 99 wilayah yang tersebar di 16 kecamatan. Untuk daerah sangat rentan pangan (Angka prioritas 1) tidak ada di wilayah Kabupaten Purworejo. Daerah dengan prioritas 2  terdapat di desa Waru Pituruh, Rebug Kemiri, Kalisemo Loano, Jatiwangsan Kemiri, Sambeng Kemiri, Tlogoguwo Kaligesing, Kebonsari Purwodadi, Sambeng Pituruh, dan Kaliboto Bener.

 

 

FOTO KEGIATAN

   

 







Berita Purworejo

Counter Pengunjung