- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
- Pemantauan Harga Bahan Pokok Penting Pasca HBKN Idul Fitri 1447H
Rapat Koordinasi Persiapan Pengawasan Rantai Pasok (SUPPLY CHAIN)

Rapat Koordinasi
Persiapan Pengawasan Rantai Pasok
(SUPPLY CHAIN)
Manajemen rantai pasok merupakan suatu proses pengelolaan aktivitas-aktivitas yang terkait dengan perencanaan, pengadaan, produksi, penyimpanan, dan distribusi produk atau jasa dari suatu perusahaan ke konsumen akhir. Pentingnya manajemen rantai pasok terletak pada kemampuannya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasi bisnis, sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Persiapan pengawasan rantai pasok (supply chain) dapat dilakukan dengan melakukan perencanaan, identifikasi risiko, dan pemantauan rantai pasok. Perencanaan Buat perencanaan di awal, Optimalkan produksi dan pengiriman barang, Perkirakan permintaan pasar, Tentukan tingkat persediaan ideal.
Identifikasi risiko :
· a. Petakan risiko yang dapat mempengaruhi rantai pasok
· b. Diversifikasi pemasok dan rantai pasok
· c. Siapkan strategi mitigasi, seperti memiliki alternatif pemasok atau jalur distribusi cadangan
Pemantauan :
· a. Pantau seluruh jalur rantai pasok, mulai dari pengadaan bahan
baku hingga pengiriman produk ke konsumen akhir
· b. Implementasikan sistem pemantauan otomatis dan analitik untuk
melacak setiap tahap produksi dan distribusi
· c. Libatkan karyawan dalam pemantauan aktif
· d. Gunakan teknologi untuk memprediksi permintaan pasar dan mengoptimalkan rute pengiriman
Manfaat yang diperoleh dari penerapan supply chain management
adalah:
· a. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional
· b. Meningkatkan kualitas produk dan layanan
· c. Meningkatkan kepuasan pelanggan dan daya saing perusahaan di
pasar
Untuk melakukan manajemen rantai pasok yang efektif, perlu
dilakukan koordinasi antara semua elemen atau unsur dalam rantai pasok, seperti
supplier, manufaktur, distributor, retailer, dan transportasi. Selain itu,
perlu juga dilakukan pemantauan terhadap seluruh jalur rantai pasok, mulai dari
pengadaan bahan baku hingga pengiriman produk ke konsumen akhir. Dengan demikian,
perusahaan dalam hal
ini Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian
dapat meminimalisir risiko terjadinya gangguan dalam rantai
pasok dan meningkatkan kepuasan pelanggan dalam hal ini masyarakat.
Senin, 17 Februari
2025, Bidang Pangan DKPP melaksanakan Rapat Koordinasi persiapan Pengawasan
Rantai pasok ( Supply Chain) bersama dengan BPKP provinsi DIY.
Rapat membahas persiapan data dukung yang
diperlukan meliputi:
1. Data produsen (nama dan alamat)
2. Jalur distribusi dari produsen sampai
dengan konsumen.
Dalam hal ini DKPP menyiapkan data
penggilingan, data peternak, data pengepul hasil pertanian, tempat pemotongan
ayam dan daging, data distributor, dan data
pengecer. Rencana pengawasan akan dilaksanakan pada Minggu ke
3 februari 2025.






