- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Purworejo go Pertanian Organik

Kegiatan hari Kamis, 30 Desember 2021
Kunjungan tenaga ahli pertanian Bapak Subejo, SP, MSc, Phd dari Universitas Gajah Mada didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Wasit Diono, S. Sos, dan Kepala Seksi Pengembangan Tanaman Pangan Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Eko Susanto, SP. MM ke Kelompok Tani Barokah Tani Desa Kedungpucang Kecamatan Bener. Kunjungan ini berkaitan dengan pelaksanaan pertanian padi organik dalam rangka identifikasi permasalahan pertanian organik utamanya padi.
Apa yang dimaksud dengan pertanian organik.???
Secara sederhana, pertanian organik didefinisikan sebagai sistern pertanian yang mendorong kesehatan tanah dan tanaman melalui berbagai praktek seperti pendaur ulangan unsur hara dan bahanâ€'bahan organik, rotasi tanaman, pengolahan tanah yang tepat serta menghindarkan penggunaan pupuk dan pestisida sintetik
Apa yang dimaksud dengan Beras Organik.???
Beras organik, yaitu beras yang tidak mengandung zat kimia berbahaya. Penggunaan pestisida kimia dan pupuk kimia dalam dalam budidaya padi organik diganti dengan pemakaian pestisida dan pupuk organik, sehingga pertanian organik tidak lagi mengandalkan pestisida kimia semata tetapi menggunakan pestisida hayati.
Pertanian organik lebih efisien dari segi budidaya dan pembiayaannya serta nilai jual lebih tinggi dibanding beras non organik, utamanya pada varietas khusus seperti japonica atau mentik sehingga meningkatkan nilai tambah bagi petani. Harga beras japonica Rp 12.500 per/kg dibanding beras biasa Rp 8.000 per/kg. Ke depannya diharapkan ada peningkatan luasan padi organik dan penggunaan varietas khusus yang mempunyai nilai tambah lebih tinggi.
kontributor Almira-PPL Bener PPL Bener






