- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
Purworejo go Pertanian Organik

Kegiatan hari Kamis, 30 Desember 2021
Kunjungan tenaga ahli pertanian Bapak Subejo, SP, MSc, Phd dari Universitas Gajah Mada didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Wasit Diono, S. Sos, dan Kepala Seksi Pengembangan Tanaman Pangan Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Eko Susanto, SP. MM ke Kelompok Tani Barokah Tani Desa Kedungpucang Kecamatan Bener. Kunjungan ini berkaitan dengan pelaksanaan pertanian padi organik dalam rangka identifikasi permasalahan pertanian organik utamanya padi.
Apa yang dimaksud dengan pertanian organik.???
Secara sederhana, pertanian organik didefinisikan sebagai sistern pertanian yang mendorong kesehatan tanah dan tanaman melalui berbagai praktek seperti pendaur ulangan unsur hara dan bahanâ€'bahan organik, rotasi tanaman, pengolahan tanah yang tepat serta menghindarkan penggunaan pupuk dan pestisida sintetik
Apa yang dimaksud dengan Beras Organik.???
Beras organik, yaitu beras yang tidak mengandung zat kimia berbahaya. Penggunaan pestisida kimia dan pupuk kimia dalam dalam budidaya padi organik diganti dengan pemakaian pestisida dan pupuk organik, sehingga pertanian organik tidak lagi mengandalkan pestisida kimia semata tetapi menggunakan pestisida hayati.
Pertanian organik lebih efisien dari segi budidaya dan pembiayaannya serta nilai jual lebih tinggi dibanding beras non organik, utamanya pada varietas khusus seperti japonica atau mentik sehingga meningkatkan nilai tambah bagi petani. Harga beras japonica Rp 12.500 per/kg dibanding beras biasa Rp 8.000 per/kg. Ke depannya diharapkan ada peningkatan luasan padi organik dan penggunaan varietas khusus yang mempunyai nilai tambah lebih tinggi.
kontributor Almira-PPL Bener PPL Bener






