PURWOREJO,pelita.co, Agro Fest 2025 resmi dibuka pada Jumat (26/9/2025) di halaman Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 26–27 September ini, dibuka secara resmi oleh Plt Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Suranto, S.Sos., M.P.A. yang hadir mewakili Bupati Purworejo.
Dalam sambutan tertulisnya, Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti, SH menegaskan bahwa Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) harus benar-benar dikelola secara tepat sasaran, transparan, dan berkeadilan. Menurutnya, DBHCHT merupakan salah satu instrumen keuangan negara yang penting untuk mendukung pembangunan daerah, khususnya Kabupaten Purworejo sebagai salah satu penghasil tembakau.
“Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau ini tidak hanya digunakan untuk kepentingan sesaat, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani, buruh tani, dan masyarakat luas. Kami ingin manfaatnya berkelanjutan hingga generasi mendatang,” tegas Bupati.
Bupati juga menggarisbawahi bahwa DBHCHT memiliki lima tujuan utama. “Yang pertama tentu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani tembakau dan buruh tani. Kedua, mendukung pembinaan industri hasil tembakau agar lebih berdaya saing. Ketiga, peningkatan kualitas bahan baku dan sarana prasarana pertanian. Keempat, untuk sektor kesehatan, yakni penanggulangan dampak konsumsi rokok serta pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional. Dan kelima, mendukung penegakan hukum guna memberantas rokok ilegal yang merugikan negara dan masyarakat,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi kerja keras DKPP dan seluruh perangkat daerah yang terlibat dalam penyelenggaraan Agro Fest 2025. “Saya mengajak semua pihak, baik pemerintah daerah, aparat penegak hukum, petani, hingga masyarakat umum, untuk bersama-sama mengawasi penggunaan DBHCHT. Dengan sinergi yang baik, kegiatan ini akan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat Purworejo,” imbuhnya.
Plt Kepala DKPP Purworejo, Wiyoto Harjono, ST, menegaskan bahwa Agro Fest 2025 bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya serius untuk memperkuat kelembagaan petani dan memperkenalkan produk lokal Purworejo.
“Agro Fest 2025 ini kami kemas dengan berbagai kegiatan. Ada Pasar Tani dari 16 kecamatan, Pameran Produk DBHCHT, Pameran Kopi Purworejo, temu tani dengan BRIN, gerakan pangan murah, vaksinasi rabies, hingga pengobatan hewan kesayangan. Selain itu, ada juga pos pemeriksaan kesehatan gratis dan klinik berhenti merokok. Jadi, manfaatnya langsung bisa dirasakan oleh masyarakat,” terang Wiyoto.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga membuka ruang inovasi dan kreativitas bagi petani. “Kami ingin festival ini menjadi wadah belajar, berjejaring, sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal Purworejo. Harapannya, Agro Fest bisa menjadi agenda tahunan dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan,” ujarnya.
Agro Fest 2025 seluruhnya dibiayai dari APBD Kabupaten Purworejo Tahun Anggaran 2025 yang bersumber dari DBHCHT dan Dana Alokasi Umum (DAU). Kegiatan ini menyasar petani dan masyarakat umum, dengan pembatasan usia minimal 18 tahun untuk agenda yang terkait dengan DBHCHT.
Dengan berbagai agenda dan dukungan multisektor, Agro Fest 2025 diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, lembaga riset, petani, serta masyarakat dalam mendorong kesejahteraan dan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Purworejo.







