- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
- DKPP Gelar Rakor Pengawasan Hewan Kurban 2026, Tekankan Kelayakan dan Higienitas untuk Hasilkan Daging ASUH
Puasa, Pelayanan Kesehatan Hewan Poskeswan Purwodadi Tetap Jalan

Pelayanan Kesehatan Hewan Poskeswan Purwodadi 11 Maret 2025
Pelayanan kesehatan hewan di Poskeswan Purwodadi dilakukan pada jam operasional dari hari Senin-Jumat. Pelayanan kesehatan hewan terdiri dari pelayanan pasif dimana hewan dibawa langsung oleh pemilik ke Puskeswan Purwodadi untuk dilakukan pemeriksaan maupun pelayanan semiaktif. Pada hari Selasa, 11 Meret 2025, datang klien bernama Rissang dengan keluhan kucing peliharaanya ketika buang air besar anusnya menonjol keluar. Dari pemeriksaan secara umum yaitu melalui anamnesa dan pemeriksaan tanda-tanda klinis, diagnosa mengarah pada Prolaps Rektum.
Prolaps Prolaps rektum terbagi menjadi 2 jenis yaitu Prolaps tidak lengkap/intermiten terjadi ketika sebagian jaringan rektum bagian dalam menonjol keluar melalui anus saat mengejan untuk buang air besar. Saat mengejan berhenti, jaringan rektum biasanya akan tertarik kembali masuk kedalam dan Prolaps lengkap/persisten terjadi ketika semua jaringan rektum bagian dalam terbalik (terbalik) dan menonjol keluar melalui anus yang jika tidak ditangani dengan cepat rektum akan mengalami nekrosisi.
Kucing milik Rissang mengalami prolaps rektum intermiten, dimana rektum keluar hanya pada saat mengejan saja, dari anamnesa kucing sebelumnya mengalami diare kurang lebih selam 3 hari, kucing setiap harinya dilepas tanpa pemberian vitamin atau obat cacing secara rutin yang menyebabkan infeksi pada saluran pencernaanya.
Diare yang terus menerus dan tidak sembuh dalam waktu yang lama akan peningkatan peristaltik usus dan menyebabkan kelemahan otot pada saluran pencernaan bagian belakang sehingga rektum keluar dari anus.
Hal ini bisa dicegah dengan pemberian pakan yang bagus secara nutrisi serta perlunya pemberian obat cacing dan multivitamin secara rutin agar daya tahan tubuh kucing tetap terjaga dengan baik. Terapi yang diberikan antibakterial dan multivitamin, kucing disarankan kontrol 2 hari lagi.






