- SEKOLAH LAPANG TEMBAKAU
- Jamin Aspek ASUH, Daging Sapi dari RPH Kutoarjo Kantongi Sertifikat Halal dan NKV
- KWT Mugi Rahayu Kelurahan Lugosobo Bagikan Bibit Cabai dan Terong untuk Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga
- Jaring Tangguh: Perkuat Literasi Iklim dan Ketahanan Pangan Petani Desa Krandegan
- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
PUAS, PETANI NGOMBOL PANEN KEGIATAN IP400 HINGGA 9 TON PER HEKTAR

PUAS, PETANI NGOMBOL PANEN KEGIATAN IP400 HINGGA 9 TON PER HEKTAR
IP400 merupakan program Kementerian Pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan produksi dan menjaga ketahanan pangan dengan menggalakkan tanam dan panen 4 kali dalam setahun. Kepala Balai Besar Penelitian Padi, Badan Litbang Kementan, Yudi Sastro mengatakan, salah satu kunci keberhasilan pertanaman padi, khususnya 4 kali setahun (IP400) yakni ada pada penggunaan benih. Salah satu benih yang sedang berkembang dan banyak dicari petani adalah benih padi super genjah karena memiliki kelebihan umur lebih pendek. Selain itu potensi hasil panennya tetap tergolong tinggi karena bisa mencapai 10,2 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektar (ha).
“Salah satu tujuan dirakitnya varietas unggul baru umur sangat genjah adalah untuk meningkatkan indeks pertanaman. Dengan umur panen lebih singkat, masih memungkinkan kecukupan air sehingga bisa panen optimal," kata Yudi. Pada musim tanam ketiga ini, luasan tanam padi di Kecamatan Ngombol 885 hektar, dimana 175 hektar diantaranya adalah penerima demarea IP400 yang tersebar di 8 kelompok tani . Salah satu pelaksana demarea IP 400 yaitu kelompok tani Tani Makmur Wonosri yang menanam varietas Padi Inpari 32 dan melaksanakan ubinan pada tanggal 19 Oktober 2022. Ubinan dilaksanakan oleh penyuluh pertanian, POPT dan pengurus kelompok tani dengan mengambil sampel ubinan ukuran 2,5 m x 2,5 m sebanyak 2 sampel dan diperoleh hasil :
Sampel 1
Jumlah rumpun : 100 batang
Jumlah anakan : 20,25 batang
Jumlah bulir : 139,144 butir
Berat : 6,1 kg, sehingga perkiraan provitas 9,7 ton/ha
Sampel 2
Jumlah rumpun : 100 batang
Jumlah anakan : 21,23 batang
Jumlah bulir : 133,128 butir
Berat : 6 kg, sehingga perkiraan provitas 9,6 ton/ha
Berdasarkan kedua sampel diperoleh rata-rata produktivitas 9,65 ton/hektar, dengan harga jual gabah kering panen Rp 5.500,- maka perkiraan pendapatan kotor Rp 53.075.000,-. "Saya merasa sangat puas, baru kali ini di Desa Wonosri menanam padi hasilnya begitu berlimpah," kata Sutarman Ketua Kelompok Tani Makmur Desa Wonosri. Deny selaku penyuluh pertanian Kecamatan Ngombol menyampaikan harapannya agar petani lebih giat lagi menanan padi varietas genjah untuk meningkatkan produktifitas pangan. Hal ini dapat terwujud dengan didukung ketersediaan air sepanjang tahun bisa dengan irigasi, pompa, embung, penggunaan benih genjah dan super genjah dengan persemaian di luar pertanaman sistem sebar pethuk, bisa dengan dapok atau persemaian di pekarangan, tambah Deny.
Pengirim :
BAKTI WORO HARYANTI, SP
PPL KECAMATAN NGOMBOL






