- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
ptimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan Keluarga

Optimalisasi Pemanfaatan Lahan
Pekarangan untuk Ketahanan Pangan Keluarga
Pembinaan dan pendampingan
kelompok wanita tani merupakan strategi untuk mendukung pemberdayaan,
penumbuhan, dan penguatan kelembagaan wanita tani. Bertempat di Rumah Ibu
Sutiyah Kelompok Wanita Tani Sri Rejeki Desa Kuwurejo Kecamatan Kutoarjo pada
hari Senin, 10 Juni 2024 dilakukan pertemuan rutin kelompok wanita tani. Acara
ini dihadiri oleh Ibu Kepala Desa Kuwurejo, Koordinator dan PPL Wilayah Binaan
Desa Kuwurejo, pengurus dan anggota kelompok wanita tani sebanyak 25 orang. Ibu
Sri Handayani Adji selaku Koordinator PPL Kecamatan Kutoarjo menyampaikan bahwa
pemanfaatan pekarangan sangatlah tepat untuk memenuhi pangan dan gizi keluarga,
mengingat selama ini pekarangan belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal
pekarangan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai penghasil pangan, dalam
memperbaiki gizi keluarga sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.
Manfaatnya sangat besar, terutama bagi masyarakat golongan ekonomi lemah.
Ibu Reny Marlina Yushanita selaku
PPL Wilayah Binaan Desa Kuwurejo mengatakan bahwa kendala yang sering dihadapi adalah
terbatasnya lahan pekarangan karena telah digunakan untuk keperluan lainnya,
selain juga adanya kendala lain yang menyebabkan masyarakat belum giat
melakukan penanman di sekitar lahan pekarangan. Oleh karena itu diperlukan
teknik bertanam yang tidak banyak memakan tempat, yang bahkan bisa juga
diterapkan pada jenis tanaman lain misalnya tanaman sayur-sayuran untuk
keperluan rumah tangga. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan sosialisasi
dan pelatihan pada warga masyarakat agar memiliki pengetahuan dan keterampilan
dalam melakukan optimalisasi lahan pekarangan, dengan penanaman tanaman sayur
dan tanaman obat. Diharapkan hal ini dapat membantu upaya pemeliharaan
kesehatan dan ketersediaan pangan untuk skala rumah tangga. Optimalisasi
pemanfaatan lahan pekarangan bertujuan untuk memberdayakan wanita Tani (KWT)
agar memiliki pengetahuan, ketrampilan, memotivasi dalam memanfaatkan lahan
pekarangan sebagai sumber pangan dan pendapatan keluarga serta dapat melaksanakan
budidaya tanaman ramah lingkungan dan ekonomis melalui sistem budidaya tanaman.
Lahan pekarangan memiliki
multiguna, karena dari lahan yang relatif sempit ini, dapat menghasilkan bahan
pangan seperti umbi-umbian, sayuran, buah-buahan; bahan tanaman rempah dan
obat; serta bahan pangan hewani yang berasal dari unggas, ternak kecil maupun
ikan. Manfaat yang diperoleh dari pengelolaan pekarangan antara lain untuk
memenuhi kebutuhan konsumsi dan gizi keluarga, menghemat pengeluaran dan dapat
memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga.
Melalui kegiatan ini diharapkan
dapat meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat untuk membentuk pola
konsumsi pangan yang baik. Untuk mempercepat akselerasi gerakan pemanfaatan
pekarangan, perlu digerakkan Kelompok Wanita Tani untuk mendukung kegiatan
penyediaan kebun bibit desa, budidaya tanaman pangan di pekarangan maupun
industri pangan rumah tangga. (Pengirim : Reny Marlina Yushanita, SP BPP Kecamatan Kutoarjo)






