- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
Pruning Kopi Upaya untuk Tingkatkan Produktivitas Kopi

Pruning Kopi Upaya untuk Tingkatkan Produktivitas Kopi
Senin (9/10) Penyuluh Pertanian Desa Kambangan Kecamatan Bruno, Suyitno bersama anggota kelompok tani Buwana Jaya Desa Kambangan melakukan kegiatan pemangkasan tanaman kopi. Jenis tanaman kopi yang ditanam oleh anggota kelompoktani Buwana Jaya adalah jenis kopi Arabica yang telah berumur -+ 2,5 tahun.
Pruning kopi sejatinya merupakan teknik yang digunakan untuk mengendalikan pertumbuhan tanaman dan meningkatkan hasil panen. Pemangkasan dilakukan dengan cara menghilangkan cabang-cabang yang tidak produktif atau memiliki pertumbuhan yang lambat.
Pemangkasan juga dapat memperbaiki kualitas buah. Karena tanaman akan berfokus mengalirkan nutrisi dan hara ke cabang-cabang yang produktif. Selain itu, pemangkasan juga berfungsi menghilangkan daun yang rusak atau cabang yang sakit. Hal ini untuk mencegah perkembangan hama dan penyakit yang dapat merusak tanaman.
Suyitno menjelaskan bahwa “Pemangkasan tanaman kopi dapat dilakukan secara mekanik atau secara manual. Mekanik dilakukan dengan menggunakan mesin pemangkas, sedangkan manual dilakukan dengan gunting pangkas. Pada dasarnya, perlu digunakan alat pemangkas yang tajam dan bersih.”
Kelebihan metode mekanik adalah efisiensi waktu dibandingkan secara manual. Namun, metode ini rentan menyebabkan keretakan pada cabang. Juga, memerlukan biaya yang lebih untuk membeli dan merawat alat.
“Dengan melakukan pemangkasan dengan benar, diharapkan dapat meningkatkan hasil panen tanaman kopi secara signifikan. Untuk itu, perlu diperhatikan bahwa pemangkasan pada tanaman adalah proses yang memerlukan pengetahuan dan langkah yang tepat.” Ujar PPL Desa Kambangan.






