- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
- Pemantauan Harga Bahan Pokok Penting Pasca HBKN Idul Fitri 1447H
Pruning Kopi Upaya untuk Tingkatkan Produktivitas Kopi

Pruning Kopi Upaya untuk Tingkatkan Produktivitas Kopi
Senin (9/10) Penyuluh Pertanian Desa Kambangan Kecamatan Bruno, Suyitno bersama anggota kelompok tani Buwana Jaya Desa Kambangan melakukan kegiatan pemangkasan tanaman kopi. Jenis tanaman kopi yang ditanam oleh anggota kelompoktani Buwana Jaya adalah jenis kopi Arabica yang telah berumur -+ 2,5 tahun.
Pruning kopi sejatinya merupakan teknik yang digunakan untuk mengendalikan pertumbuhan tanaman dan meningkatkan hasil panen. Pemangkasan dilakukan dengan cara menghilangkan cabang-cabang yang tidak produktif atau memiliki pertumbuhan yang lambat.
Pemangkasan juga dapat memperbaiki kualitas buah. Karena tanaman akan berfokus mengalirkan nutrisi dan hara ke cabang-cabang yang produktif. Selain itu, pemangkasan juga berfungsi menghilangkan daun yang rusak atau cabang yang sakit. Hal ini untuk mencegah perkembangan hama dan penyakit yang dapat merusak tanaman.
Suyitno menjelaskan bahwa “Pemangkasan tanaman kopi dapat dilakukan secara mekanik atau secara manual. Mekanik dilakukan dengan menggunakan mesin pemangkas, sedangkan manual dilakukan dengan gunting pangkas. Pada dasarnya, perlu digunakan alat pemangkas yang tajam dan bersih.”
Kelebihan metode mekanik adalah efisiensi waktu dibandingkan secara manual. Namun, metode ini rentan menyebabkan keretakan pada cabang. Juga, memerlukan biaya yang lebih untuk membeli dan merawat alat.
“Dengan melakukan pemangkasan dengan benar, diharapkan dapat meningkatkan hasil panen tanaman kopi secara signifikan. Untuk itu, perlu diperhatikan bahwa pemangkasan pada tanaman adalah proses yang memerlukan pengetahuan dan langkah yang tepat.” Ujar PPL Desa Kambangan.






