- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Praktek Pembuatan Perbanyakan Nitrobacter

Praktek Pembuatan Perbanyakan Nitrobacter
Pupuk merupakan salah satu faktor krusial yang berpengaruh terhadap keberhasilan produktivitas pertanian. Dalam mengatasi kondisi pupuk subsidi yang tidak menentu, perlu adanya usaha untuk petani dapat mandiri pupuk. Praktek pembuatan perbanyakan nitrobacter sangat direkomendasikan karena menghemat biaya pembelian pupuk kimia urea. Nitrobacter merupakan bakteri yang bisa menambat nitrogen dari udara menjadi nitrogen yang dapat diserap oleh tanaman. Pada hari Senin/15 Januari 2024 jam 10.00 – 12.00 WIB bertempat di Balai Desa Kuwurejo, pengurus Gapoktan Budi Usaha Desa Kuwurejo Kecamatan Kutoarjo bersama penyuluh pertanian Desa Kuwurejo melaksanakan praktek pembuatan perbanyakan nitrobacter.
Bapak Nono Supratikno selaku pengurus gapoktan mengatakan merasa terbantu karena pembuatan pupuk tersebut bisa dilakukan secara mandiri dan tentunya lebih irit. Dengan pemakaian nitrobacter pada tanaman, tanaman akan jauh lebih sehat, daunnya menjadi lebih hijau dan terhindar dari serangan layu fusarium, layu daun, daun kuning dan daun keriting. Selain itu nitrobacter yang diaplikasikan langsung pada tanah, dapat mengubah tanah tandus menjadi tanah yang lebih subur dan gembur.
Alat dan bahan yang diperlukan dalam pembuatan perbanyakan nitrobacter yaitu alat antara lain : drum air ukuran 100 liter, pengaduk dari bahan kayu; bahan antara lain : urea 5 kg, tetes tebu 2 liter, biang nitrobacter 5 liter, air sumur 100 liter.
Proses pembuatan perbanyakan nitrobacter yaitu masukkan pupuk urea, tambahkan tetes tebu, biang nitrobakter sesuai takaran yang telah disebutkan ke dalam drum air, masukkan air sumur sebanyak 100 liter, diaduk berlawanan arah jarum jam, tutup rapat dan balut drum menggunakan kain hitam atau gelap, karena bakteri nitrobacter adalah bakteri yang sangat peka terhadap cahaya, terutama cahaya matahari. Akan tetapi jika menggunakan drum yang tidak tembus cahaya, penutupan dengan kain gelap ini tidak perlu dilakukan, diamkan selama kurang lebih 7-10 hari, dan nitrobacter siap digunakan.
Untuk mengaplikasikan bakteri nitrobacter ini dapat dilakukan dengan cara yaitu disemprotkan ke tanaman dengan dosis larutan nitrobacter sebanyak 2 – 3 gelas aqua untuk dicampurkan ke dalam tanki ukuran 14 – 16 liter air, kemudian semprotkan pada daun-daun tanaman. Pada daun-daun itulah nitrobacter melekat dan berperan untuk mengikat nitrogen dari udara, kemudian diubah menjadi nitrit, kemudian diubah lagi menjadi nitrat dan langsung diserap oleh tanaman.
Semoga dengan praktek pembuatan perbanyakan nitrobacter ini, petani menjadi lebih mandiri, tidak ketergantungan dengan pupuk kimia, dan dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Salam pertanian maju, mandiri, modern. (Pengirim : Reny Marlina Yushanita, SP PPL BPP Kutoarjo)






