- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
Praktek pembuatan Agensia pengendali hayati Beauveria bassiana dan Paeni Bacillus Polymiya

Purworejo – Serangan hama dan penyakit tanaman masih menjadi masalah dalam sistem budidaya ramah lingkungan. Adanya penggunaan pestisida yang berlebihan akan berdampak terhadap organisme sasaran bahkan berdampak pada kesehatan lingkungan dan manusia. Salah satu alternatif pengendalian hama dan penyakit tanaman untuk mendukung budidaya ramah lingkungan adalah dengan memanfaatkan agensia hayati.
Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Purworejo pada hari Senin, 23 Mei 2022 melaksanakan kegiatan praktek pembuatan perbanyakan agensia pengendali hayati Beauveria bassiana dan Paeni Bacillus Polymiya. Praktek dilaksanakan oleh seluruh penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan dipandu oleh petugas pengendali organisme pengganggu tanaman (POPT) Kecamatan Purworejo. Praktek perbanyakan agensia pengendali hayati dilakukan dengan menggunakan media padat beras.
Bahan yang digunakan adalah :
- Beras 2 kg
- Alkohol 70 %
- Plastik tahan panas ukuran 12 x 20 x 0,05 cm
- Isolat Beauveria bassiana dan Paeni Bacillus Polymiya
Alat yang digunakan adalah :
- Panci
- Sendok / centong kayu
- Nampan
- Jarum ose
- Inoculation chamber
- Kompor
- Dandang aluminium
- Stepler
- Lampu Bunsen/ lampu spiritus
Langkah kerja
- Cuci beras sampai bersih dan tiriskan
- Panaskan air dalam panci sampai mendidih
- Tanak beras selama 10 sampai 15 menit
- Angkat panci dan tiriskan beras sampai dingin
- Setelah dingin masukkan beras ke dalam kantong plastik tahan panas ± 100 gram/kantong dan disteples
- Untuk sterilisasi dengan dandang, beras dalam kantong plastik tersebut ditanak selama 1 jam
- Keluarkan media dari dandang, dinginkan dan kemudian disimpan ditempat yang bersih dan teduh
- Media siap diinokulasi
Pemanfaatan agensia hayati secara massive sebagai bahan pengendali OPT akan mempercepat terwujudnya pertanian yang sehat. Dengan semakin meningkatnya kesadaran petani terhadap pentingnya budidaya tanaman sehat demi keberlanjutan pertanian, maka diharapkan juga kesejahteraan petani turut meningkat.






