- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
- DKPP Gelar Rakor Pengawasan Hewan Kurban 2026, Tekankan Kelayakan dan Higienitas untuk Hasilkan Daging ASUH
PPL Purworejo Dilibatkan dalam Validasi Data LBS

PPL Purworejo Dilibatkan dalam Validasi Data LBS
Oleh : Sutoyo
___________
Purworejo, 20 Oktober 2025 — Bertempat di Aula B dan C seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se Kabupaten Purworejo hari ini mengikuti kegiatan verifikasi data Lahan Sawah Baku (LBS) yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo. Kegiatan tersebut dilakukan bersama tim dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) sebagai upaya memastikan keakuratan data spasial lahan pertanian.
Dari total 16 kecamatan atau 16 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua sesi, yakni pagi–siang dan siang–sore, guna mengatur giliran kehadiran seluruh penyuluh tanpa mengganggu pelayanan di lapangan.
Menurut Plt Kepala DKPP Purworejo, Wiyoto Harjono, S.T., kegiatan ini bukan sekedar konfirmasi data, melainkan verifikasi faktual yang memiliki bobot lebih tinggi dalam proses penilaian suatu kebenaran informasi.
“Verifikasi ini bertujuan agar data LBS benar-benar valid dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Dengan demikian target Luas Tambah Tanam (LTT) dapat disusun secara lebih realistis dan terukur,” ujar Wiyoto.
Mengapa Harus Diverifikasi, Bukan Hanya Dikonfirmasi?
Dalam konteks administrasi dan perencanaan pertanian, konfirmasi berarti sekadar menyatakan setuju atau tidak setuju terhadap suatu data yang disajikan. Sementara itu dalam konteks verifikasi artinya mencakup proses pemeriksaan, pembandingan, dan penilaian kebenaran data berdasarkan bukti faktual di lapangan.
Kegiatan hari ini menjadi penting karena data LBS yang digunakan selama ini terindikasi tidak seluruhnya mencerminkan kondisi aktual, terutama akibat adanya alih fungsi lahan pertanian menjadi non-pertanian, seperti permukiman atau pembangunan infrastruktur. Akibatnya, angka luas lahan sawah tampak membengkak, dan bila tidak dikoreksi maka akan berimbas pada ketidaksesuaian antara target LTT dengan kebijakan pangan daerah.
Melalui proses verifikasi bersama antara DKPP, BPN, dan penyuluh maka diharapkan data dasar pertanian di Kabupaten Purworejo menjadi lebih akurat, sinkron, dan dapat dipertanggungjawabkan
Langkah Menuju Satu Data Pertanian
Kegiatan verifikasi LBS ini juga menjadi bagian penting dari upaya sinkronisasi “Satu Data Pertanian” yang melibatkan lintas sektoral. PPL sebagai ujung tombak di lapangan memiliki peran yang strategis karena merekalah yang paling mengetahui kondisi riil di wilayah binaannya.
“Dengan data yang valid, kita tidak hanya bicara angka, tapi bicara kebenaran yang bisa dijadikan dasar untuk kebijakan,” tutup Wiyoto.
Kegiatan verifikasi ini diharapkan menjadi momentum perbaikan data pertanian secara menyeluruh, sehingga perencanaan dan pelaksanaan program pemerintah disektor pangan dan pertanian semakin tepat sasaran.






