POKTAN SIBLAWONG SIGENDERAN, WIRUN, BERSIAP HADAPI HAMA WALANG SANGIT DAN PENGGEREK BATANG PADI DENGAN GERDAL RAMAH LINGKUNGAN

By DINPPKP 21 Agu 2024, 15:16:43 WIB Penyuluhan

POKTAN SIBLAWONG SIGENDERAN,

DESA WIRUN, BERSIAP HADAPI HAMA WALANG SANGIT DAN PENGGEREK BATANG PADI DENGAN GERDAL RAMAH LINGKUNGAN

 


 

  

 

 

 


Hama walang sangit dan penggerek batang padi (beluk) merupakan hama yang mengancam produksi padi. Serangannya terjadi saat bulir padi memasuki fase matang susu, di mana walang sangit menghisap cairan bulir padi, menyebabkan bulir tersebut menjadi hampa. Sama halnya dengan hama walang sangit, hama penggerek batang padi juga menyerang malai dan menyebabkan bulir hampa. Populasi hama walang sangit dan penggerek batang padi yang belum melewati ambang ekonomi tetap membuat petani khawatir sehingga petani, penyuluh pertanian dan POPT berinisiatif melakukan langkah pengendalian secara preventif dengan menggunakan Agen Pengendali Hayati (APH) Beauveria bassiana yang difasilitasi oleh Laboratorium PHP Temanggung.

Kegiatan pengendalian ramah lingkungan ini dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 08 Agustus 2024 di lahan sawah Kelompok Tani Siblawong Sigenderan, Desa Wirun. Dalam kegiatan tersebut, hadir POPT dari Laboratorium PHP , Kedu di Temanggung, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Kutoarjo, Penyuluh Pertanian, dan Petugas Penyuluh Lapangan (POPT), Kecamatan Kutoarjo. POPT dari Laboratorium PHP Kedu, Miftahudin, menjelaskan tujuan dari gerakan preventif ini adalah untuk mencegah serangan walang sangit dan hama penggerek batang padi sehingga diharapkan serangan bisa dikendalikan dan petani dapat panen dengan produksi yang optimal.

Basirin, Ketua Kelompok Tani Siblawong dan Sigenderan, mengucapkan terima kasih kepada Laboratorium PHP Kedu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, serta BPP Kecamatan Kutoarjo atas fasilitasi dan pendampingan dalam kegiatan gerakan pengendalian ini. Diharapkan dengan kegiatan pengendalian ramah lingkungan ini dapat berlanjut sehingga adanya peningkatan sikap, perilaku dan keterampilan petani terhadap pengendalian hama secara terpadu, sehingga kelestarian lingkungan tetap terjaga. (Sri Handayani Adji, SP-BPP Kutoarjo)

 

 

 

 

 

 

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung