- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
Poktan Kenang kenalkan Sistem Tanam Padi \\\"JARWO\\\"
Mengenalkan Sistem Tanam Padi Jajar Legowo
ke Anggota Poktan Kenanga
Kelompok Tani Kenanga yang diketuai oleh Bapak Muh Chairil Anwar, terletak di Ngabean RT 02 RW 02 desa Pakisarum Kecamatan Bruno beranggotakan 52 orang. Salah satu anggotanya yang bernama Bapak Baedah, mencoba untuk menerapkan tanam padi jajar legowo di petakan sawah miliknya. Tanggal 26 Mei 2023, kami perwakilan dari BPP Kecamatan Bruno yang diwakili oleh Nurman Saifudin, Danang Dwi Nugroho dan Elindri melakukan anjangsana ke sawah milik bapak Baedah. Kepada pemilik lahan kami menjelaskan pemahaman tentang system tanam padi jajar legowo. Sistem tanam padi jajar legowo adalah cara tanam padi dengan pola beberapa barisan tanaman diselingi satu barisan kosong. Tipe jajar legowo yang biasa diterapkan oleh petani diantaranya tipe 2:1, 3:1, 4:1, 5:1,dan 6:1. Adapun tipe tanam padi jajar legowo yang diterapkan oleh pak Baedah adalah tipe 4:1. Jajar legowo ( 4 : 1 ) adalah cara tanam padi dimana setiap empat baris tanaman diselingi oleh satu barisan kosong yang memiliki jarak dua kali dari jarak tanaman antar barisan. Dengan sistem legowo ini maka setiap baris tanaman ke-1 dan ke-4 akan termodifikasi menjadi tanaman pinggir yang diharapkan dapat memperoleh hasil yang tinggi dari adanya efek tanaman pinggir. Prinsip penambahan jumlah populasi tanaman dilakukan dengan cara menanam pada setiap barisan pinggir (ke-1 dan ke-4 ) dengan jarak tanam setengah dari jarak tanam antar barisan. Dengan demikian jarak tanam pada sistem jajar legowo ( 4: 1 ) adalah 25 Cm (antar barisan dan pada barisan tengah) x 12,5 Cm (barisan pinggir ) x 50 Cm (barisan kosong).
Beberapa keuntungan yang akan didapat oleh petani jika menerapkan tanam padi jajar legowo,antara lain :
- Meningkatkan hasil panen karena tanaman padi mendapatkan sinar matahari secara optimal untuk melakukan fotosintesis.
- Mengurangi serangan hama terutama tikus karena lahan relatif terbuka.
- Menekan serangan penyakit karena dilahan yang terbuka kelembaban berkurang sehingga serangan penyakit akan berkurang.
- Mempermudah pelaksanaan pemupukan dan penanggulangan hama/penyakit.
- Penggunaan pupuk lebih berdaya guna karena yang dipupuk hanya dibagian dalam baris tanaman saja.
- Memperbaiki kualitas gabah karena akan semakin banyaknya tanaman pinggir.
Harapan kami, setelah pak Baedah berhasil menerapkan system tanam padi jajar legowo, maka anggota kelompok tani yang lain akan mencobanya.
BPP Kec. Bruno






