- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
- PEMANTAUAN DISTRIBUTOR BAPOKTING OLEH PENGAWAS HARGA PANGAN DI KABUPATEN PURWOREJO
- Refilling Nitrogen Cair Guna Sukseskan Inseminasi Buatan Ternak
- Menyulam Ilmu di Hamparan Tembakau
- Gerakan Pengendalian Tikus Serempak di Lima Kecamatan Kabupaten Purworejo
- BPP Purworejo Gelar Gerdal Tikus Susulan di Cangkreplor, Amankan Produksi Padi MT II
- Jamin Daging Kurban Aman, Tim DKPP Purworejo Sisir Belasan Kecamatan
- Prosesi Penyembelihan Sapi Kurban Bantuan Presiden Republik Indonesia ????✨
- PENYERAHAN BANTUAN PANGAN SECARA SIMBOLIS OLEH WAKIL BUPATI PURWOREJO DI DESA TEGALSARI
- DKPP Gelar Rakor Pengawasan Hewan Kurban 2026, Tekankan Kelayakan dan Higienitas untuk Hasilkan Daging ASUH
PMK berefek pada Produktifitas Ternak Betina

PMK berefek pada Produktifitas
Ternak Betina
Tim Kesehatan Hewan (Keswan)
mendapat keluhan dari salah satu peternak di kelompok ternak Wingkosigromulyo,
bahwa sapinya setelah dikawinkan 2 bulan terinfeksi virus PMK. Saat Pemeriksaan
Kebuntingan bulan kelima oleh salah satu mantri bahwa sapi telah bunting 5
bulan, tetapi ditunggu hingga bulan maret, yaitu bulan ke-12 tidak ada
tanda-tanda sapi melahirkan. Pada Rabu (05/03/2025) Tim Keswan melaksanakan
pemeriksaan ulang eksplorasi rektal dan peneguhan diagnose dengan USG. Didapat
keadaan alat reproduksi mulai dari servik memiliki ukuran normal, uterus/atau
Rahim Ketika dipalpasi terasa lembek, hal tersebut menunjukkan tidak adanya
tonus. Ketika Pemeriksaan menggunakan USG ditemukan adanya massa messoechoic
yaitu menunjukkan uterus dalam keadaan tidak bunting, tetapi juga terlihat
penebalan dinding uterus yang dicurigai sebagai endometritis. Dari ceita
peternak bahwa sapi tersebut pernah mengeluarkan lender keruh seperti nanah
pada satu minggu sebelumnya, didapatkan diagnose endometritis.
Apakah PMK berpengaruh pada
kejadian endometritis?
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
dapat menurunkan produktivitas reproduksi. Sapi betina pasca PMK dinyatakan
sembuh apabila performa reproduksinya telah kembali normal. Performa reproduksi
baik apabila fungsi ovarium, kadar estradiol, dan kualitas estrus normal.
Gangguan reproduksi pada ternak akibat PMK :
1. Hipofungsi ovarium: Ovarium
menjadi kecil dan tidak memiliki folikel atau korpus luteum.
2. Retensi plasenta: Kegagalan
mengeluarkan plasenta dalam waktu 24 jam setelah kelahiran.
3. Endometritis: Peradangan pada
lapisan dalam uterus akibat infeksi.
4. Anestrus: Ternak tidak
mengalami estrus.
Endometritis pada sapi dengan
riwayat PMK diduga karena kerusakan jaringan endometrium yang disebabkan oleh
infeksi sistemik akibat PMK, yang dapat mengganggu proses pemulihan setelah
melahirkan dan menyebabkan infeksi kronis pada uterus. Endometritis mempunyai
dampak buruk terhadap efisiensi reproduksi sapi. Masalah yang muncul dari
kejadian ini adalah terjadinya infertilitas, menyebabkan gagal bunting yang
meningkat. Sapi yang mengalami endometritis akan mengalami penurunan angka
kebuntingan sebesar 30%.






