PMK berefek pada Produktifitas Ternak Betina

By DINPPKP 06 Mar 2025, 10:14:01 WIB Peternakan dan Keswan
PMK berefek pada Produktifitas Ternak Betina

PMK berefek pada Produktifitas Ternak Betina

 

Tim Kesehatan Hewan (Keswan) mendapat keluhan dari salah satu peternak di kelompok ternak Wingkosigromulyo, bahwa sapinya setelah dikawinkan 2 bulan terinfeksi virus PMK. Saat Pemeriksaan Kebuntingan bulan kelima oleh salah satu mantri bahwa sapi telah bunting 5 bulan, tetapi ditunggu hingga bulan maret, yaitu bulan ke-12 tidak ada tanda-tanda sapi melahirkan. Pada Rabu (05/03/2025) Tim Keswan melaksanakan pemeriksaan ulang eksplorasi rektal dan peneguhan diagnose dengan USG. Didapat keadaan alat reproduksi mulai dari servik memiliki ukuran normal, uterus/atau Rahim Ketika dipalpasi terasa lembek, hal tersebut menunjukkan tidak adanya tonus. Ketika Pemeriksaan menggunakan USG ditemukan adanya massa messoechoic yaitu menunjukkan uterus dalam keadaan tidak bunting, tetapi juga terlihat penebalan dinding uterus yang dicurigai sebagai endometritis. Dari ceita peternak bahwa sapi tersebut pernah mengeluarkan lender keruh seperti nanah pada satu minggu sebelumnya, didapatkan diagnose endometritis.

 

Apakah PMK berpengaruh pada kejadian endometritis?

 

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dapat menurunkan produktivitas reproduksi. Sapi betina pasca PMK dinyatakan sembuh apabila performa reproduksinya telah kembali normal. Performa reproduksi baik apabila fungsi ovarium, kadar estradiol, dan kualitas estrus normal. Gangguan reproduksi pada ternak akibat PMK :

1. Hipofungsi ovarium: Ovarium menjadi kecil dan tidak memiliki folikel atau korpus luteum.

2. Retensi plasenta: Kegagalan mengeluarkan plasenta dalam waktu 24 jam setelah kelahiran.

3. Endometritis: Peradangan pada lapisan dalam uterus akibat infeksi.

4. Anestrus: Ternak tidak mengalami estrus.

 

Endometritis pada sapi dengan riwayat PMK diduga karena kerusakan jaringan endometrium yang disebabkan oleh infeksi sistemik akibat PMK, yang dapat mengganggu proses pemulihan setelah melahirkan dan menyebabkan infeksi kronis pada uterus. Endometritis mempunyai dampak buruk terhadap efisiensi reproduksi sapi. Masalah yang muncul dari kejadian ini adalah terjadinya infertilitas, menyebabkan gagal bunting yang meningkat. Sapi yang mengalami endometritis akan mengalami penurunan angka kebuntingan sebesar 30%.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung