- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
- JARINGAN IRIGASI TERSIER (PITER) TA. 2026
PITURUH MEMASUKI PANEN RAYA PADI

"PITURUH MEMASUKI PANEN RAYA PADI"k
Mayoritas masyarakat Kabupaten Purworejo menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian, tak terkecuali masyarakat Kecamatan Pituruh. Pituruh merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Purworejo yang menjadi Sentra Produksi Padi. Tanaman Padi pada musim tanam ke 1 di Kecamatan Pituruh lebih dari 2.000 Hektar. Pertengahan Bulan Februari memasuki Panen raya dan berakhir pada akhir bulan Maret. Beberapa Desa di Kecamatan Pituruh yaitu Prapag Lor, Prapag Kidul, Sikambang, dan Kalimati telah memulai panen pada pertengahan bulan Februari ini.
Menurut penuturan Teguh Mulyadi ketua kelompok tani "Lestari" Desa Sikambang, hasil panen padi saat ini cukup memuaskan di imbangi dengan harga Jual GKP saat ini Rp 5.000/Kg, petani cukup Puas dengan Harga. Beliau berharap harga tersebut bisa bertahan sampai akhir panen MT I ini sehingga mampu menutupi biaya produksinya, mengingat harga Saprodi yan lumayan tinggi untuk saat ini.
Pengamat Organisme Penganggu Tanaman (POPT) Kecamatan Pituruh, Ibu Akmilia Ristina Wiradita menyampaikan kondisi tanaman musim tanam ke 1 pada tahun ini cukup baik rata-rata Produktivitas 6,5-7,5 Ton per Hektar, kondisi tanaman pada musim ini tidak terdampak yang singnifikan dengan adanya serangan hama dan penyakit. Dengan meningkatnya kesadaran petani dalam melakukan pengendalian hama dan penyakit secara preventif diharapkan pada musim-musim berikutnya hasil panen terus meningkat aman dari serangan hama dan penyakit.
Keberadaan POPT sangatlah mambentu bagi kaum petani untuk merawat dan memelihara tanamannya agar dapat menghasilkan sesuai dengan harapan mereka. OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) bila tidak ditangani akan berdampak buruk bagi tanaman, misalnya serangan wereng, walang sangit dll dapat menyebabkan kegagalan panen yang berujung meruginya kaum petani.






