- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
PITURUH MEMASUKI PANEN RAYA PADI

"PITURUH MEMASUKI PANEN RAYA PADI"k
Mayoritas masyarakat Kabupaten Purworejo menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian, tak terkecuali masyarakat Kecamatan Pituruh. Pituruh merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Purworejo yang menjadi Sentra Produksi Padi. Tanaman Padi pada musim tanam ke 1 di Kecamatan Pituruh lebih dari 2.000 Hektar. Pertengahan Bulan Februari memasuki Panen raya dan berakhir pada akhir bulan Maret. Beberapa Desa di Kecamatan Pituruh yaitu Prapag Lor, Prapag Kidul, Sikambang, dan Kalimati telah memulai panen pada pertengahan bulan Februari ini.
Menurut penuturan Teguh Mulyadi ketua kelompok tani "Lestari" Desa Sikambang, hasil panen padi saat ini cukup memuaskan di imbangi dengan harga Jual GKP saat ini Rp 5.000/Kg, petani cukup Puas dengan Harga. Beliau berharap harga tersebut bisa bertahan sampai akhir panen MT I ini sehingga mampu menutupi biaya produksinya, mengingat harga Saprodi yan lumayan tinggi untuk saat ini.
Pengamat Organisme Penganggu Tanaman (POPT) Kecamatan Pituruh, Ibu Akmilia Ristina Wiradita menyampaikan kondisi tanaman musim tanam ke 1 pada tahun ini cukup baik rata-rata Produktivitas 6,5-7,5 Ton per Hektar, kondisi tanaman pada musim ini tidak terdampak yang singnifikan dengan adanya serangan hama dan penyakit. Dengan meningkatnya kesadaran petani dalam melakukan pengendalian hama dan penyakit secara preventif diharapkan pada musim-musim berikutnya hasil panen terus meningkat aman dari serangan hama dan penyakit.
Keberadaan POPT sangatlah mambentu bagi kaum petani untuk merawat dan memelihara tanamannya agar dapat menghasilkan sesuai dengan harapan mereka. OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) bila tidak ditangani akan berdampak buruk bagi tanaman, misalnya serangan wereng, walang sangit dll dapat menyebabkan kegagalan panen yang berujung meruginya kaum petani.






