- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
- JARINGAN IRIGASI TERSIER (PITER) TA. 2026
Petani Milenial Purworejo bersama Wakil Dekan UGM

Petani Milenial Purworejo bersama Wakil Dekan UGM
Petani milenial Kabupaten Purworejo berkesempatan bertemu secara langsung dengan Wakil Dekan Fakultas Pertanian UGM, Dr. Subejo, dalam suatu acara yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo. Pertemuan yang berlangsung Rabu, 13 Juli 2022 di Aula DKPP Kabupaten Purworejo itu juga dihadiri oleh Komisi Penyuluhan Pertanian, Ir. Sayogo Yulianto, MM. Petani milenial yang hadir merupakan perwakilan dari setiap kecamatan yang merupakan cikal bakal pembentukan Komisariat Daerah Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan (Komda DPM DPA) Kabupaten Purworejo.
Dr. Subejo menyampaikan banyaknya peluang yang bisa dilakukan melalui experience economy yaitu menjual pengalaman di dunia pertanian disamping tetap menjual produk tentunya. Perlu adanya kerjasama dan sinergitas antar dinas seperti dinas pertanian dengan dinas pekerjaan umum, bappedalitbang dan dinas pariwisata untuk mewujudkan dan mensukseskan experience economy. Dr. Subejo juga memotivasi para petani milenial dengan kisah inspiratif kesuksesan seorang petani muda di daerah lain yang meskipun latar belakang pendidikannya bukan dari pertanian tetapi sukses menjadi pelaku pertanian dan melakukan ekspor produk-produknya.
Ir. Sayogo Y., MM. menyampaikan meski sudah dunia digital dimana petani dapat mengakses informasi dengan mudah, tetapi peran penyuluh pertanian masih sangat penting. Hal ini diamini oleh Dr.Subejo, memang untuk mengubah kebiasaan petani tidaklah mudah dan disini masih sangat diperlukan keberadaan penyuluh pertanian untuk terus menerus mendampingi dan mengedukasi para petani. Dalam pertemuan juga terjadi diskusi membahas berbagai permasalahan yang dihadapi oleh para petani milenial. Diskusi berjalan sangat menarik karena para peserta sangat antusias. “Saya sangat senang, para peserta sangat antusias dan aktif” kata Dr.Subejo.
Oleh: Wahyudi, S.Pt., M.Sc.






